Penelitian tentang Hubungan antara Ketergantungan pada Ponsel dan Kebiasaan Belajar Mahasiswa

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Philipina - Ketergantungan Ponsel Pintar Tidak Selalu Merusak Pola Belajar Mahasiswa, Begini Fakta Terbarunya. Penelitian yang dilakukan oleh Evan P. Taja-on bersama rekan-rekan akademisinya Shanshine S. Saliwa, Nelmar John S. Gaviola, Steaven Jay S. Gaviola, Shekinah Sophia A. Talucdo, Vienese P. Suletario, Aaron Paul P. Rara, Jea Alyssa B. Galido, dan Trixy Jahn A. Binayao dari San Isidro College dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa teknologi nirkabel ini telah melekat sebagai alat pendukung aktivitas akademis rutin, bukan sekadar objek pembuang waktu.

Dilema Digital di Lingkungan Kampus
Mahasiswa masa kini menghadapi tuntutan akademis yang semakin tinggi bersamaan dengan tekanan sosial dan pribadi. Ponsel pintar hadir menawarkan kemudahan akses informasi, pengorganisasian jadwal, dan ruang diskusi kelompok kapan saja dan di mana saja. Namun, kemudahan ini membawa risiko ketergantungan digitalBanyak pihak khawatir bahwa regulasi diri yang lemah dalam menggunakan gawai akan memicu penundaan tugas (prokrastinasi), memecah fokus mental, dan menurunkan kualitas belajar. Ketidakpastian mengenai bagaimana kecanduan digital ini memengaruhi praktik belajar sehari-hari inilah yang mendorong tim peneliti San Isidro College untuk menggali lebih dalam hubungan nyata di antara keduanya.

Metode Pengumpulan Data yang Seimbang
Untuk mendapatkan gambaran yang akurat dan bebas bias, tim peneliti menggunakan desain penelitian deskriptif korelasional. Pengumpulan data dilakukan di lingkungan kampus San Isidro College dengan melibatkan 136 responden mahasiswaPara peneliti menerapkan metode stratified random sampling yang membagi sampel secara proporsional berdasarkan tujuh departemen akademik yang ada di kampus tersebut, mulai dari ilmu keguruan, bisnis, teknik, hingga keperawatan. Data dijaring menggunakan kuesioner terstruktur yang disebarkan secara daring maupun cetak guna menjamin aksesibilitas dan kenyamanan para peserta. Sebelum mengisi, seluruh partisipan telah menandatangani persetujuan tertulis (informed consent) demi menjaga etika penelitian.

Tiga Temuan Utama Penelitian
Berdasarkan analisis statistik yang dilakukan, terdapat tiga poin utama yang berhasil dipetakan dari perilaku digital dan pola belajar mahasiswa:
  • Tingkat Ketergantungan Ponsel Berada di Rata-rata (Sedang): Mahasiswa menunjukkan durasi pemakaian gawai yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari (skor 3,45). Mereka juga diidentifikasi memiliki kendali diri yang rendah untuk membatasi layar (skor 3,51). Meski begitu, ikatan emosional dan dampak buruk gawai terhadap fungsi akademis mereka masih berada di level menengah. Secara akumulatif, indeks ketergantungan ponsel pintar mereka berada pada kategori moderat dengan skor 3,38.
  • Kebiasaan Belajar Tetap Efektif: Di tengah tingginya durasi menatap layar ponsel, mahasiswa ternyata memiliki kedisiplinan belajar yang tinggi (skor total 3,71). Poin tertinggi ditemukan pada penerapan strategi belajar yang terstruktur (skor 4,00) serta kesiapan dalam menghadapi ujian dan tinjauan materi (skor 3,77). Manajemen waktu, fokus, dan pemanfaatan sumber daya belajar juga dinilai berjalan dengan sangat efektif.
  • Hubungan Positif yang Unik: Uji korelasi menunjukkan angka koefisien korelasi ($r$) sebesar 0,508 dengan nilai signifikansi ($P$) 0,040. Ini membuktikan adanya hubungan positif yang moderat. Artinya, peningkatan ketergantungan ponsel pintar diikuti dengan perubahan pola belajar ke arah yang sama, mengindikasikan bahwa mahasiswa mengintegrasikan gawai mereka sebagai alat bantu utama untuk menunjang aktivitas belajar, bukan untuk merusaknya.
Implikasi Terhadap Sektor Pendidikan modern
Hasil kajian ini membawa dampak besar bagi dunia pendidikan, khususnya dalam merumuskan kebijakan penggunaan teknologi di lingkungan kampus. Kenyataan bahwa teknologi digital dan produktivitas dapat hidup berdampingan membuktikan bahwa larangan total terhadap penggunaan ponsel di kelas sudah tidak lagi relevanDosen dan institusi pendidikan direkomendasikan untuk beralih dari strategi "pembatasan akses" ke strategi "penguatan regulasi diri". Kampus dapat merancang program edukasi digital yang mengajarkan cara memanfaatkan aplikasi produktivitas, mengatur batas waktu layar secara mandiri, serta menyisipkan perangkat ponsel ke dalam metode pembelajaran aktif di kelas secara terstruktur. Kebiasaan belajar yang baik terbukti menjadi perisai kuat yang melindungi mahasiswa dari dampak negatif gangguan digital.

Profil Peneliti
Kajian ilmiah populer ini disusun berdasarkan dedikasi akademik dari tim dosen dan mahasiswa San Isidro College. Peneliti utama sekaligus penulis korespondensi adalah Evan P. Taja-on, seorang akademisi dan peneliti yang aktif bergerak di bidang metodologi pendidikan dan integrasi teknologi pembelajaran. Bersama delapan koleganya di San Isidro College, mereka fokus meneliti perilaku digital generasi Z serta dampaknya terhadap perkembangan kompetensi akademik di tingkat perguruan tinggi.

Sumber Penelitian
Shanshine S. Saliwa, Nelmar John S. Gaviola, Steaven Jay S. Gaviola, Shekinah Sophia A. Talucdo, Vienese P. Suletario, Aaron Paul P. Rara, Jea Alyssa B. Galido, Trixy Jahn A. Binayao, Evan P. Taja-on (2026)An Investigation of the Relationship Between Mobile Phone Dependency and Study Habits of College Students, Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) 2026. Vol. 5, No. 2, Halaman 571-582
DOIhttps://doi.org/10.55927/fjas.v5i2.6
URL: https://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar