Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Dolok Pardamean - Pemberdayaan Masyarakat Tanjung Saribu: Sinergi Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Dorong Kemandirian Desa Mandiri. Pengabdian ini diungkapkan dalam riset Mastiur V. Silalahi, Eduward
Situmorang, Masni Veronika Situmorang, Desvita Sari,
Nurmala Siahaan, Efilina Sitio, Eva Banjarnahor,
Melsa Carina Sitompul, Vico Simanjuntak, Angeline
Stefany Manurung, Lastiur Sipahutar, Erick Manurung dari Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 5 Tahun 2026 menyoroti bahwa Langkah integratif ini dinilai krusial untuk mengatasi ketertinggalan motivasi belajar anak, meningkatkan kesadaran pola hidup bersih, serta mengoptimalkan pendapatan berbasis potensi pertanian lokal .
Tantangan Nyata di Desa Tanjung Saribu
Sebelum program ini dijalankan, tim Universitas HKBP Nommensen mendapati sejumlah persoalan mendasar di lapangan . Pada sektor pendidikan, kesadaran sebagian orang tua akan pentingnya sekolah bagi anak usia dini masih tergolong rendah, yang berdampak pada minimnya motivasi belajar anak . Di bidang kesehatan, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari serta pengelolaan kebersihan lingkungan masih memerlukan edukasi intensif . Sementara itu, pada sektor ekonomi, mayoritas warga yang bermata pencaharian sebagai petani masih memiliki keterbatasan keterampilan dalam mengolah serta mengoptimalkan nilai jual hasil bumi mereka .
Metode Pendekatan Partisipatif
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, tim peneliti menggunakan metode pendekatan partisipatif dan kolaboratif . Pendekatan ini menempatkan masyarakat desa bukan sekadar sebagai objek atau penerima bantuan pasif, melainkan sebagai mitra aktif yang ikut terlibat dalam setiap tahapan program . Proses pengabdian dibagi menjadi empat fase utama:
Penerapan program selama dua pekan ini memberikan hasil signifikan yang langsung dirasakan oleh masyarakat Desa Tanjung Saribu dalam tiga aspek utama :
Tantangan Nyata di Desa Tanjung Saribu
Sebelum program ini dijalankan, tim Universitas HKBP Nommensen mendapati sejumlah persoalan mendasar di lapangan
Metode Pendekatan Partisipatif
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, tim peneliti menggunakan metode pendekatan partisipatif dan kolaboratif
- Tahap Persiapan: Meliputi observasi lapangan, wawancara dengan kepala desa serta warga, hingga penyusunan materi edukasi yang sesuai kebutuhan riil desa
. - Tahap Implementasi: Pelaksanaan program kerja yang menyasar tiga pilar utama secara serentak, yaitu pendidikan, kesehatan, dan ekonomi
. - Tahap Monitoring dan Evaluasi: Diskusi reflektif bersama warga untuk mengukur perubahan pengetahuan, sikap, dan tingkat partisipasi komunitas
. - Tahap Keberlanjutan: Mendorong konsistensi perilaku positif warga agar dampak kesejahteraan dari program ini dapat berlangsung dalam jangka panjang
.
Penerapan program selama dua pekan ini memberikan hasil signifikan yang langsung dirasakan oleh masyarakat Desa Tanjung Saribu dalam tiga aspek utama
- Transformasi Motivasi Belajar Anak. Melalui pendampingan mengajar di SD N 096113 Tanjung Saribu dan pembukaan kelas bimbingan belajar tambahan, tim menerapkan metode pembelajaran kreatif berbasis permainan edukatif dan diskusi kelompok
. Hasilnya, siswa yang semula pasif berubah menjadi sangat interaktif di kelas . Tingkat kehadiran anak-anak pada sesi bimbingan belajar luar sekolah juga sangat tinggi dan konsisten, yang memperkuat kemampuan literasi membaca serta numerasi dasar mereka . - Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tim peneliti berkolaborasi dengan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat untuk menggerakkan kembali aktivitas Posyandu
. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan dalam menimbang berat badan balita, mencatat tumbuh kembang anak, dan mengedukasi para ibu mengenai pemenuhan gizi seimbang . Selain itu, aksi gotong royong massal berhasil membersihkan area pemukiman, saluran air, fasilitas umum, serta menginisiasi pengelolaan sampah desa yang lebih teratur . - Edukasi Nilai Tambah Hasil Tani. Sektor ekonomi digerakkan melalui pendampingan langsung kepada kelompok tani saat musim panen jagung dan padi
. Di sela-sela aktivitas pertanian, tim akademisi membuka ruang diskusi mengenai manajemen penyimpanan pascapanen untuk meminimalkan kerugian logistik . Petani juga dibekali motivasi untuk melakukan inovasi produk, mulai dari teknik pengemasan yang menarik hingga pemanfaatan teknologi digital sederhana untuk memperluas jangkauan pemasaran .
Dampak Jangka Panjang bagi Kebijakan dan Dunia Usaha
Integrasi ketiga pilar ini membuktikan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan harus menyentuh aspek manusianya terlebih dahulu sebelum infrastruktur fisik . Peningkatan literasi kesehatan dan pendidikan menjadi modal dasar bagi lahirnya sumber daya manusia yang produktif . Di sisi lain, transformasi cara berpikir para petani jagung dan padi di Tanjung Saribu dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pelaku usaha kreatif berpotensi memicu pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di daerah Kabupaten Simalungun . Dampak nyata ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan desa berbasis kemitraan akademisi dan masyarakat .
Profil Peneliti
Mastiur V. Silalahi (Dosen/Peneliti Bidang Pengabdian Masyarakat) dari Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
Eduward Situmorang (Anggota Tim Pengabdian) dari Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
Masni Veronika Situmorang (Anggota Tim Pengabdian) dari Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
Desvita Sari Akademisi Universitas HKBP Nommensen
Bersama anggota tim lainnya: Nurmala Siahaan, Efilina Sitio, Eva Banjarnahor, Melsa Carina Sitompul, Vico Simanjuntak, Angeline Stefany Manurung, Lastiur Sipahutar, dan Erick Manurung dari Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
Sumber Peneliti
Mastiur V. Silalahi, Eduward Situmorang, Masni Veronika Situmorang, Desvita Sari, Nurmala Siahaan, Efilina Sitio, Eva Banjarnahor, Melsa Carina Sitompul, Vico Simanjuntak, Angeline Stefany Manurung, Lastiur Sipahutar, Erick Manurung (2026). Public Education About the Importance of Education, Health and Economic Empowerment of the Tanjung Saribu Village Community. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 5, Halaman 239-246.
DOI:https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i5.18
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
Integrasi ketiga pilar ini membuktikan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan harus menyentuh aspek manusianya terlebih dahulu sebelum infrastruktur fisik
Profil Peneliti
Mastiur V. Silalahi (Dosen/Peneliti Bidang Pengabdian Masyarakat) dari Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar
Eduward Situmorang (Anggota Tim Pengabdian)
Masni Veronika Situmorang (Anggota Tim Pengabdian)
Desvita Sari Akademisi Universitas HKBP Nommensen
Bersama anggota tim lainnya: Nurmala Siahaan, Efilina Sitio, Eva Banjarnahor, Melsa Carina Sitompul, Vico Simanjuntak, Angeline Stefany Manurung, Lastiur Sipahutar, dan Erick Manurung
Sumber Peneliti
Mastiur V. Silalahi, Eduward Situmorang, Masni Veronika Situmorang, Desvita Sari, Nurmala Siahaan, Efilina Sitio, Eva Banjarnahor, Melsa Carina Sitompul, Vico Simanjuntak, Angeline Stefany Manurung, Lastiur Sipahutar, Erick Manurung (2026). Public Education About the Importance of Education, Health and Economic Empowerment of the Tanjung Saribu Village Community. Asian Journal of Community Services (AJCS). Vol. 5, No. 5, Halaman 239-246.
DOI:

0 Komentar