Pelatihan WhatsApp Bisnis Bantu UMKM Catering di Semarang Tingkatkan Promosi Digital

Ilustrasi by AI

Program pelatihan digital marketing yang digelar oleh Program Studi Keuangan dan Perbankan Politeknik Negeri Semarang berhasil membantu UMKM Funny Catering Semarang meningkatkan kemampuan promosi dan komunikasi bisnis berbasis digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Jati Handayani bersama Winarni, Aris Sunindyo, Nina Woelan Soebroto, dan Prihatiningsih, serta dipublikasikan pada 2026 di Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB). Fokus utama program adalah pemanfaatan aplikasi WhatsApp Business untuk memperkuat layanan pelanggan dan memperluas jangkauan pemasaran UMKM di era digital.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada teknologi digital dalam mencari informasi dan melakukan transaksi. Banyak UMKM di Indonesia masih menggunakan metode promosi konvensional sehingga kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. Padahal, sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.

Funny Catering, sebuah usaha katering di kawasan Sawah Besar XI, Kaligawe, Semarang, menjadi mitra utama dalam program ini. Sebelum pelatihan dilakukan, promosi usaha masih terbatas pada unggahan Instagram yang kurang aktif dan komunikasi pelanggan melalui pesan pribadi biasa tanpa sistem otomatis. Kondisi tersebut menyebabkan layanan pelanggan berjalan lambat dan kurang efisien.

Tim pengabdian masyarakat kemudian memperkenalkan penggunaan WhatsApp Business sebagai solusi sederhana namun efektif untuk memperbaiki komunikasi usaha. Aplikasi ini memiliki berbagai fitur bisnis seperti katalog produk digital, pesan otomatis, label pelanggan, statistik pesan, hingga profil bisnis yang dinilai cocok untuk kebutuhan UMKM.

Program pengabdian berlangsung selama lima bulan, mulai Mei hingga Oktober 2025, dengan melibatkan 13 dosen dan tiga mahasiswa dari Politeknik Negeri Semarang. Kegiatan dilakukan langsung di lokasi usaha Funny Catering melalui beberapa tahapan utama:

  • Observasi kebutuhan dan analisis situasi UMKM
  • Pelatihan digital marketing dan penggunaan WhatsApp Business
  • Pendampingan dan konsultasi strategi promosi digital
  • Monitoring dan evaluasi implementasi program

Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan membuat profil bisnis, menyusun katalog menu digital, serta mengatur fitur pesan otomatis untuk merespons pelanggan lebih cepat. Materi juga mencakup strategi komunikasi bisnis melalui media sosial dan integrasi Instagram dengan WhatsApp agar pelanggan dapat langsung melakukan pemesanan dari tautan media sosial.

Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola komunikasi bisnis secara profesional. Para peserta mulai memahami manfaat fitur WhatsApp Business dan mampu membuat katalog digital sederhana berisi menu makanan, harga, dan foto produk Funny Catering.

Menurut tim peneliti, sebelum mengikuti pelatihan sebagian besar peserta belum mengetahui bahwa WhatsApp memiliki versi bisnis dengan fitur yang lebih lengkap dibanding aplikasi biasa. Setelah pelatihan berlangsung, peserta mulai memahami bahwa teknologi digital dapat membantu mempercepat pelayanan pelanggan sekaligus meningkatkan efektivitas promosi usaha.

Program ini juga meningkatkan motivasi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha secara digital. Dalam sesi diskusi, peserta mengusulkan penggunaan pesan siaran untuk mengirim menu mingguan dan memanfaatkan katalog digital sebagai media promosi bagi pelanggan tetap. Kesadaran terhadap pentingnya transformasi digital dinilai meningkat secara signifikan setelah pelatihan dilakukan.

Evaluasi awal melalui kuesioner menunjukkan sekitar 90 persen peserta merasa lebih memahami fungsi media digital setelah mengikuti pelatihan. Metode pelatihan berbasis praktik langsung dinilai efektif membantu peserta menguasai penggunaan aplikasi secara cepat dan mudah.

Peneliti juga mencatat perubahan cara pandang peserta terhadap teknologi digital. Sebelum pelatihan, banyak pelaku UMKM menganggap penggunaan aplikasi bisnis membutuhkan kemampuan teknis yang rumit. Namun setelah mencoba secara langsung, mereka menyadari bahwa WhatsApp Business relatif mudah digunakan dan sangat relevan untuk mendukung operasional usaha kecil.

Menurut Jati Handayani dan tim dari Politeknik Negeri Semarang, kegiatan ini menjadi langkah awal transformasi digital bagi Funny Catering. Pemanfaatan teknologi sederhana seperti WhatsApp dinilai mampu meningkatkan profesionalisme layanan dan memperluas peluang pemasaran UMKM di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat.

Peneliti merekomendasikan agar pendampingan lanjutan terus dilakukan untuk memastikan UMKM dapat menerapkan fitur-fitur digital secara konsisten dalam operasional bisnis sehari-hari. Pelatihan tambahan mengenai strategi konten digital dan pengelolaan interaksi pelanggan juga dinilai penting agar daya saing UMKM semakin meningkat.

Profil Penulis

  • Jati Handayani – Program Studi Keuangan dan Perbankan, Politeknik Negeri Semarang; bidang keahlian digital marketing dan pemberdayaan UMKM.
  • Winarni – Program Studi Keuangan dan Perbankan, Politeknik Negeri Semarang.
  • Aris Sunindyo – Program Studi Keuangan dan Perbankan, Politeknik Negeri Semarang.
  • Nina Woelan Soebroto – Program Studi Keuangan dan Perbankan, Politeknik Negeri Semarang.
  • Prihatiningsih – Program Studi Keuangan dan Perbankan, Politeknik Negeri Semarang.

Sumber Penelitian

Handayani, J., Winarni, Sunindyo, A., Soebroto, N. W., & Prihatiningsih. (2026). Digital Marketing Optimization and Production Capacity Improvement in Funny Catering Semarang SMEs. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 4, April 2026, hlm. 323–334. 

DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i4.25

URL: https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb

Posting Komentar

0 Komentar