Modul Edukasi Terbukti Tingkatkan Kesiapan Suami Mendampingi Persalinan

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Papua - Keterlibatan suami saat persalinan bukan sekadar soal kehadiran fisik. Tanpa bekal pengetahuan yang cukup, banyak suami justru merasa bingung, cemas, dan tidak tahu harus berbuat apa di ruang bersalin. Itulah temuan kunci dari sebuah tinjauan literatur yang diterbitkan dalam Asian Journal of Healthcare Analytics (AJHA) edisi Vol. 5, No. 1, 2026.

Penelitian ini ditulis oleh Ristina Rosauli Harianja dan Muhammad Akbar Nurdin dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua. Keduanya menelaah puluhan studi ilmiah dari dalam dan luar negeri untuk menjawab satu pertanyaan penting: seberapa efektifkah media edukasi berbasis modul dalam mempersiapkan suami menjadi pendamping persalinan yang sesungguhnya?

Mengapa Ini Penting?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama merekomendasikan labour companionship — kehadiran pendamping pilihan ibu selama proses persalinan — sebagai salah satu praktik penting untuk menciptakan pengalaman melahirkan yang positif. Bukti dari meta-analisis Cochrane menunjukkan bahwa dukungan kontinu selama persalinan meningkatkan peluang persalinan pervaginam spontan, mengurangi pengalaman negatif ibu, dan memperbaiki sejumlah luaran maternal.

Di Indonesia, suami adalah kandidat paling realistis sebagai pendamping persalinan. Namun, kehadiran suami di ruang bersalin tidak otomatis berarti dukungan yang efektif. Banyak suami datang tanpa pemahaman yang memadai tentang proses persalinan, cara berkomunikasi dengan tenaga kesehatan, atau teknik kenyamanan sederhana yang bisa mereka berikan kepada istri.

Situasi ini diperumit oleh faktor budaya, keterbatasan kebijakan fasilitas kesehatan, hingga persepsi gender yang masih menempatkan ruang bersalin sebagai "wilayah perempuan".

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?

Harianja dan Nurdin melakukan literature review naratif-terstruktur dengan menelusuri pustaka dari database ilmiah internasional dan nasional, termasuk PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan GARUDA. Penelusuran difokuskan pada artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang terbit terutama antara tahun 2015 hingga 2025.

Artikel-artikel yang dikaji mencakup systematic review, studi observasional, studi kualitatif, kuasi-eksperimen, hingga laporan implementasi program edukasi. Sintesis dilakukan dalam empat tema besar: posisi pendampingan persalinan dalam mutu layanan, peran suami sebagai pendamping, efektivitas media edukasi berbasis modul, serta hambatan dan faktor pendukung implementasi.

Apa yang Ditemukan?

Secara konsisten, studi-studi yang dikaji menunjukkan bahwa suami yang mendapat edukasi terstruktur melalui modul, booklet, e-modul, maupun video edukasi menunjukkan peningkatan dalam empat aspek utama:

  • Pengetahuan tentang proses persalinan dan tanda bahaya
  • Pemahaman peran sebagai pendamping yang aktif dan suportif
  • Motivasi dan kesiapan emosional untuk hadir dan membantu
  • Kemampuan praktis, seperti teknik komunikasi menenangkan, membantu posisi ibu, dan berkoordinasi dengan tenaga kesehatan

Salah satu studi yang dikutip, yaitu penelitian Salehi dkk. (2016), menemukan bahwa kehadiran suami yang telah dipersiapkan secara terstruktur mampu menurunkan kecemasan perempuan saat persalinan. Studi lokal dari Indonesia juga melaporkan bahwa penggunaan booklet meningkatkan peran serta suami dalam mendampingi persalinan, sementara e-modul SUMPING (Support Suami Pendamping) terbukti meningkatkan pemahaman peran dan indikator kemandirian suami.

Dukungan suami yang efektif, menurut tinjauan ini, mencakup empat domain: emosional (menenangkan dan menyemangati), informasional (membantu istri memahami proses), instrumental (membantu kebutuhan dasar seperti posisi dan minum), serta advokasi (membantu komunikasi dengan tenaga kesehatan tanpa mengambil alih keputusan ibu).

Catatan Kritis: Bukti Masih Perlu Diperkuat

Harianja menekankan bahwa meski sinyal positifnya konsisten, kekuatan bukti khusus untuk modul suami masih berada pada tingkat menengah hingga rendah. Sebagian besar studi menggunakan desain kuasi-eksperimen tanpa kelompok kontrol yang kuat, dengan ukuran sampel kecil, dan hanya mengukur peningkatan pengetahuan sesaat setelah edukasi.

"Modul paling tepat dipandang sebagai strategi pendukung yang penting, terutama bila diintegrasikan dengan kebijakan fasilitas yang ramah pendamping, pelatihan tenaga kesehatan, dan edukasi antenatal yang interaktif," tulis para peneliti dalam artikel tersebut.

Penelitian lanjutan perlu mengukur outcome yang lebih komprehensif, termasuk self-efficacy suami, kualitas dukungan aktual yang diamati saat persalinan, pengalaman ibu terhadap pendampingan, hingga dampak terhadap durasi persalinan dan keputusan rujukan.

Implikasi bagi Kebijakan dan Praktik

Temuan ini memiliki relevansi langsung bagi fasilitas kesehatan di Indonesia, mulai dari puskesmas, praktik mandiri bidan (PMB), hingga rumah sakit. Ada tiga rekomendasi praktis yang diajukan:

  1. Fasilitas kesehatan perlu menggeser paradigma dari sekadar "mengizinkan suami hadir" menjadi "menyiapkan suami agar dapat mendampingi secara efektif", termasuk dengan menyusun SOP pendamping persalinan dan orientasi singkat di ruang bersalin.
  2. Modul harus dirancang ringkas, visual, dan aplikatif, berisi tindakan konkret yang benar-benar bisa dilakukan suami, mulai dari mengenali tanda persalinan hingga teknik kenyamanan nonfarmakologis.
  3. Pendekatan multimodal lebih efektif: kombinasi modul cetak, e-modul, video singkat, checklist, dan simulasi dalam kelas ibu hamil memungkinkan transfer pengetahuan sekaligus pembentukan keterampilan praktis.

Profil Penulis

Ristina Rosauli Harianja adalah peneliti dan dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua. Bidang keahliannya mencakup kesehatan maternal, edukasi kesehatan, dan pendampingan persalinan. Ia dapat dihubungi melalui email: rosaulli_ristinn@yahoo.co.id

Muhammad Akbar Nurdin juga berafiliasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih, dengan fokus pada kesehatan masyarakat dan promosi kesehatan.

Sumber Penelitian

Judul: The Effectiveness of Education Based on Modules on Knowledge, Attitudes, and Involvement of Husbands in Childbirth Support: Literature Review Jurnal: Asian Journal of Healthcare Analytics (AJHA) Volume/Nomor/Halaman: Vol. 5, No. 1, 2026: 145–158 DOI: https://doi.org/10.55927/ajha.v5i1.16439 Akses terbuka (Open Access): https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajha

Posting Komentar

0 Komentar