Menjangkau yang Tak Terjangkau : Universitas Terbuka Hadir di Tapanuli Tengah melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Kebencanaan Tahun 2026

Gambar: Foto bersama Universitas Terbuka Hadir di Tapanuli Tengah melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Kebencanaan Tahun 2026

Universitas Terbuka (UT) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) di Indonesia hadir di tengah masyarakat Tapanuli Tengah yang pada akhir Tahun 2025 lalu ditimpa musibah banjir dan longsor. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Kebencanaan Tahun 2026, UT berkolaborasi dengan berbagai mitra seperti Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah, Pemerintahan Kecamatan Pinangsori, Pemerintahan Desa Pagaran Honas, Pengurus Wilayah Ikatan Alumni (PW-IKA) UT Medan, Organisasi Kemahasiswaan UT Medan, dan Kepala Sekolah serta Guru-guru di SD Negeri 157623 Pagaran Honas, Tapanuli Tengah. 
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan dan penguatan masyarakat pascabencana melalui pendekatan pemberdayaan pendidikan, peningkatan sosial-ekonomi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan melalui program ketahanan pangan mandiri. Melalui kegiatan ini, UT hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun ketahanan pangan dan kemanusiaan di wilayah terdampak.
 
Lokasi kegiatan PkM dilaksanakan di dua tempat yang berbeda. Pertama, kegiatan PkM dilaksanakan di SD Negeri 157623 Pagaran Honas yang masih menggunakan tenda darurat pasca 6 bulan terjadi bencana longsor dan banjir bandang, tepatnya di areal posko pengungsian Desa Kebun Pisang, Kabupaten Tapanuli Tengah. Di sini, tim PkM yang terdiri dari dosen, tendik dan mahasiswa melaksanakan aktivitas sosialisasi edukasi tanggap bencana kepada siswa-siswa SD Negeri 157623 Pagaran Honas dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah, Rahmiati Rizkiyah Siregar, S. Tr.Keb.,M.Biomed.,M.K.M. 
Kehadiran tim dosen dan mahasiswa disambut oleh perangkat desa, kepala sekolah, para guru, serta siswa-siswi setempat. Beragam aktivitas interaktif digelar untuk membantu pemulihan psikologis anak-anak, mulai dari sosialisasi edukatif tanggap bencana, bernyanyi bersama, bercerita, dan juga pemberian bantuan pendukung pendidikan seperti seragam olahraga, peralatan sekolah anak, sepatu, tas sekolah, kipas angin, lemari dan juga printer untuk mendukung kegiatan administrasi sekolah. 

Kedua, kegiatan PkM dilaksanakan di Hunian Sementara (HUNTARA) Pengungsi Bencana Alam Rusunawa Pandan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tepatnya di Jalan FL. Tobing Kelurahan Sitonong Bangun Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah. Turut hadir Camat Pinangsori – Agus Harianto, S.STP, yang mengapresiasi kehadiran UT di tengah-tengah masyarakat Tapanuli Tengah yang menjadi korban longsor dan banjir bandang. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan kepedulian UT melalui tim PkM Kebencanaan ini. 
“Universitas Terbuka menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi yang hadir ke Kecamatan Pinangsori yang menjadi lokasi pengungsi dari masyarakat Desa Pagaran Honas Kecamatan Badiri dan Kecamatan Tukka yang merupakan 2 lokasi paling parah terdampak bencana longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu. Sebagaimana slogan UT Menjangkau yang Tak Terjangkau – di sinilah UT hadir dan membantu masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Tapanuli Tengah. Oleh karena itu, kami sangat bersyukur dan berharap kiranya UT dapat kembali hadir khususnya di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam kondisi dan keadaan yang lebih baik lagi,” ujar Agus. 
Di Huntara Rusunawa Pandan ini, tim PkM UT bersama dengan masyarakat pengungsi melaksanakan program menanam tanaman pangan mandiri sebanyak kurang lebih 200 polybag yang terdiri dari berbagai bibit sayuran, cabai, tomat dan jagung. Selain itu, tim PkM juga memberikan bantuan 60 paket sembako untuk penghuni yang ada di tempat ini. Ketua tim PkM Kebencanaan di Tapanuli Tengah, Eka Evriza menyampaikan, bantuan yang UT berikan kepada masyarakat korban bencana di Tapanuli Tengah mungkin tidak mencukupi tetapi bantuan ini merupakan bentuk kepedulian UT kepada masyarakat dengan kemampuan yang bisa kami usahakan  melalui kegiatan PkM sesuai arahan dari Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Bisnis Universitas Terbuka – Dr. Hendrian, S.E.,M.Si dan Ketua LPPM Universitas Terbuka – Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D.
Sebagai informasi, huntara Rusunawa Pandan- Pinangsori ini terdiri dari 56 unit kamar dengan jumlah pengungsi sebanyak 154 jiwa. Huntara ini akan dilengkapi tandon air, MCK dan sumber air bersih.
Melalui kegiatan PkM ini, Universitas Terbuka berharap anak-anak di Pagaran Honas yang terdampak bencana dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan optimistis, sekaligus menumbuhkan semangat masyarakat untuk bangkit setelah terdampak bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu.

Penulis: Yasir Riady 

Posting Komentar

0 Komentar