Gambar Ilustration AI
FORMOSA NEWS - Semarang - Literasi Keuangan dan
Nilai Sosial Bentuk Kontrol Diri Finansial Pengguna Dompet Digital. Penelitian yang dilakukan oleh Heni Subekti, Infijarun Ni'am, dan Wachidah Fauziyanti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa literasi keuangan dan nilai sosial justru memiliki pengaruh
lebih besar terhadap kontrol diri finansial dibandingkan dengan kemudahan
teknologi dompet digital itu sendiri.
Penelitian yang dilakukan oleh Subekti, Ni’am, dan Fauziyanti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang menyoroti bahwa bagaimana perilaku finansial generasi digital dibentuk oleh kombinasi faktor pengetahuan keuangan, norma sosial, dan penggunaan teknologi pembayaran modern.
Nilai Sosial Lebih Berpengaruh daripada Teknologi
Salah satu temuan utama penelitian adalah preferensi sosial memiliki pengaruh lebih kuat terhadap kontrol diri finansial dibanding penggunaan digital wallet. Preferensi sosial dalam penelitian ini mencakup kepedulian terhadap norma sosial, pertimbangan dampak keputusan terhadap orang lain, serta kemampuan menyesuaikan perilaku dengan lingkungan sosial. Analisis statistik menunjukkan bahwa pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi sosial memiliki koefisien sebesar 0,411 dengan tingkat signifikansi tinggi. Sementara pengaruh literasi keuangan terhadap penggunaan digital wallet bahkan lebih kuat, dengan koefisien 0,427. Namun ketika dikaitkan dengan kontrol diri finansial, preferensi sosial menunjukkan pengaruh yang lebih dominan dibanding penggunaan dompet digital. Pengaruh preferensi sosial terhadap kontrol diri tercatat sebesar 0,436, sedangkan pengaruh digital wallet terhadap kontrol diri hanya sebesar 0,165. Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang memiliki kepedulian sosial lebih tinggi cenderung lebih mampu mengendalikan perilaku finansial mereka. Norma sosial, rasa tanggung jawab, dan pertimbangan terhadap dampak pengeluaran menjadi faktor penting dalam membentuk disiplin keuangan. Sebaliknya, penggunaan dompet digital hanya memberikan pengaruh terbatas terhadap kontrol diri. Kemudahan transaksi digital memang meningkatkan efisiensi pembayaran, tetapi tidak otomatis membuat pengguna lebih bijak dalam mengatur pengeluaran.
Dompet Digital Bisa Memicu Konsumtivitas
Penelitian juga mengungkap bahwa kemudahan teknologi pembayaran digital memiliki efek yang ambigu terhadap perilaku finansial. Dalam kondisi tertentu, penggunaan digital wallet justru dapat mendorong perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi kontrol diri yang kuat. Para peneliti menjelaskan bahwa fitur transaksi instan, akses cepat, promo cashback, dan kemudahan pembayaran dapat mengurangi hambatan psikologis saat berbelanja. Pengguna menjadi lebih mudah melakukan pembelian spontan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kondisi keuangan mereka. Dalam pembahasan penelitian disebutkan bahwa kemudahan, kecepatan, dan aksesibilitas dompet digital tidak secara otomatis meningkatkan kontrol diri finansial secara substansial. Bahkan dalam beberapa kondisi, kemudahan transaksi dapat mendorong perilaku konsumtif.
Temuan utama penelitian meliputi:
Penelitian yang dilakukan oleh Subekti, Ni’am, dan Fauziyanti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang menyoroti bahwa bagaimana perilaku finansial generasi digital dibentuk oleh kombinasi faktor pengetahuan keuangan, norma sosial, dan penggunaan teknologi pembayaran modern.
Nilai Sosial Lebih Berpengaruh daripada Teknologi
Salah satu temuan utama penelitian adalah preferensi sosial memiliki pengaruh lebih kuat terhadap kontrol diri finansial dibanding penggunaan digital wallet. Preferensi sosial dalam penelitian ini mencakup kepedulian terhadap norma sosial, pertimbangan dampak keputusan terhadap orang lain, serta kemampuan menyesuaikan perilaku dengan lingkungan sosial. Analisis statistik menunjukkan bahwa pengaruh literasi keuangan terhadap preferensi sosial memiliki koefisien sebesar 0,411 dengan tingkat signifikansi tinggi. Sementara pengaruh literasi keuangan terhadap penggunaan digital wallet bahkan lebih kuat, dengan koefisien 0,427. Namun ketika dikaitkan dengan kontrol diri finansial, preferensi sosial menunjukkan pengaruh yang lebih dominan dibanding penggunaan dompet digital. Pengaruh preferensi sosial terhadap kontrol diri tercatat sebesar 0,436, sedangkan pengaruh digital wallet terhadap kontrol diri hanya sebesar 0,165. Penelitian ini menunjukkan bahwa individu yang memiliki kepedulian sosial lebih tinggi cenderung lebih mampu mengendalikan perilaku finansial mereka. Norma sosial, rasa tanggung jawab, dan pertimbangan terhadap dampak pengeluaran menjadi faktor penting dalam membentuk disiplin keuangan. Sebaliknya, penggunaan dompet digital hanya memberikan pengaruh terbatas terhadap kontrol diri. Kemudahan transaksi digital memang meningkatkan efisiensi pembayaran, tetapi tidak otomatis membuat pengguna lebih bijak dalam mengatur pengeluaran.
Dompet Digital Bisa Memicu Konsumtivitas
Penelitian juga mengungkap bahwa kemudahan teknologi pembayaran digital memiliki efek yang ambigu terhadap perilaku finansial. Dalam kondisi tertentu, penggunaan digital wallet justru dapat mendorong perilaku konsumtif apabila tidak diimbangi kontrol diri yang kuat. Para peneliti menjelaskan bahwa fitur transaksi instan, akses cepat, promo cashback, dan kemudahan pembayaran dapat mengurangi hambatan psikologis saat berbelanja. Pengguna menjadi lebih mudah melakukan pembelian spontan tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kondisi keuangan mereka. Dalam pembahasan penelitian disebutkan bahwa kemudahan, kecepatan, dan aksesibilitas dompet digital tidak secara otomatis meningkatkan kontrol diri finansial secara substansial. Bahkan dalam beberapa kondisi, kemudahan transaksi dapat mendorong perilaku konsumtif.
Temuan utama penelitian meliputi:
- Literasi keuangan meningkatkan preferensi sosial dan penggunaan digital wallet.
- Preferensi sosial memiliki pengaruh paling kuat terhadap kontrol diri finansial.
- Penggunaan digital wallet hanya memberi pengaruh lemah terhadap kontrol diri.
- Kemudahan transaksi digital berpotensi memicu perilaku konsumtif.
Faktor
sosial lebih dominan dibanding faktor teknologi dalam membentuk perilaku
finansial sehat.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa kemampuan mengelola uang
tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan finansial atau teknologi pembayaran,
tetapi juga oleh nilai sosial dan kebiasaan perilaku individu.
Teori Perilaku Jelaskan Pola Finansial Generasi Digital
Penelitian menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior
(TPB) untuk menjelaskan hubungan antara literasi keuangan, norma sosial, dan
perilaku finansial. Dalam teori tersebut, perilaku individu dipengaruhi oleh tiga
komponen utama: sikap, norma sosial, dan persepsi kontrol terhadap perilaku.
Peneliti menempatkan literasi keuangan sebagai faktor yang membentuk cara
berpikir dan kemampuan seseorang dalam mengelola uang. Preferensi sosial dipahami sebagai bentuk norma sosial yang
memengaruhi perilaku individu. Sementara digital wallet dianggap sebagai bentuk
perilaku aktual yang dipengaruhi oleh persepsi kemudahan penggunaan teknologi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa norma sosial memiliki
peran lebih dominan dibanding persepsi kontrol teknologi dalam membentuk
perilaku finansial yang terkendali. Artinya, pengaruh lingkungan sosial masih
menjadi faktor utama dalam membangun disiplin keuangan di era digital. Menurut para peneliti, individu yang memiliki kepedulian
sosial, mempertimbangkan dampak keputusan terhadap orang lain, dan menghormati
norma sosial cenderung lebih mampu mengendalikan pengeluaran mereka.
Penting bagi Pendidikan dan Industri Fintech
Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan, industri fintech, dan pembuat kebijakan di Indonesia. Peneliti menilai bahwa program literasi keuangan tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan dasar mengenai uang dan transaksi digital. Pendidikan finansial juga perlu memperkuat pembentukan perilaku sosial, kontrol diri, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi keuangan. Peneliti juga merekomendasikan agar penyedia layanan dompet digital menghadirkan fitur yang membantu pengguna mengontrol pengeluaran, seperti batas transaksi, pengingat anggaran, laporan konsumsi otomatis, dan edukasi finansial dalam aplikasi. Kolaborasi antara lembaga pendidikan, perusahaan fintech, dan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga membentuk perilaku finansial yang sehat dan bertanggung jawab. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain seperti impulsive buying, pengaruh media sosial, gaya hidup digital, dan kemampuan self-regulation yang dapat memengaruhi hubungan antara penggunaan digital wallet dan kontrol diri finansial.
Profil Penulis
Penting bagi Pendidikan dan Industri Fintech
Temuan penelitian ini memiliki implikasi penting bagi dunia pendidikan, industri fintech, dan pembuat kebijakan di Indonesia. Peneliti menilai bahwa program literasi keuangan tidak cukup hanya mengajarkan pengetahuan dasar mengenai uang dan transaksi digital. Pendidikan finansial juga perlu memperkuat pembentukan perilaku sosial, kontrol diri, dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi keuangan. Peneliti juga merekomendasikan agar penyedia layanan dompet digital menghadirkan fitur yang membantu pengguna mengontrol pengeluaran, seperti batas transaksi, pengingat anggaran, laporan konsumsi otomatis, dan edukasi finansial dalam aplikasi. Kolaborasi antara lembaga pendidikan, perusahaan fintech, dan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang tidak hanya meningkatkan inklusi keuangan, tetapi juga membentuk perilaku finansial yang sehat dan bertanggung jawab. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain seperti impulsive buying, pengaruh media sosial, gaya hidup digital, dan kemampuan self-regulation yang dapat memengaruhi hubungan antara penggunaan digital wallet dan kontrol diri finansial.
Profil Penulis
Heni Subekti, dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang, merupakan peneliti di bidang perilaku keuangan dan literasi finansial
Infijarun Ni'am dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang, adalah akademisi yang meneliti literasi keuangan, perilaku ekonomi
generasi muda, dan pengaruh norma sosial terhadap keputusan finansial.
Wachidah Fauziyanti dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang, memiliki fokus penelitian pada financial technology,
transformasi pembayaran digital, dan pengembangan perilaku finansial
berkelanjutan.
Sumber Penelitian
Heni Subekti, Infijarun Ni'am, Wachidah Fauziyanti (2026). Beyond Digital Payments: The Role of Financial Literacy and Social Preferences in Shaping Financial Self-Control. Asian Journal of Management Analytics. Vol. 5, No. 2, Tahun 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i2.16474
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma
Sumber Penelitian
Heni Subekti, Infijarun Ni'am, Wachidah Fauziyanti (2026). Beyond Digital Payments: The Role of Financial Literacy and Social Preferences in Shaping Financial Self-Control. Asian Journal of Management Analytics. Vol. 5, No. 2, Tahun 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i2.16474
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

0 Komentar