Kualitas Pelaporan Keberlanjutan oleh Perusahaan-Perusahaan Sektor Infrastruktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk Periode 2020–2024


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jambi - Kualitas Laporan Keberlanjutan Perusahaan Infrastruktur RI Meningkat, Tapi Masih Belum Merata. Penelitian yang dilakukan oleh Muhardi Achmad bersama Mukhzarudfa, Wiwik Tiswiyanti, dan Ratih Kusumastuti dari Universitas Jambi dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa sektor infrastruktur memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan masyarakat, sekaligus berperan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Penelitian yang dilakukan oleh Muhardi Achmad bersama Mukhzarudfa, Wiwik Tiswiyanti, dan Ratih Kusumastuti dari Universitas Jambi menyoroti bahwa bagaimana perusahaan mulai beradaptasi dengan tuntutan transparansi global, terutama setelah penerapan GRI Standards 2021 yang mulai efektif pada 2023.

Transparansi Jadi Kebutuhan, Bukan Sekadar Formalitas
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan tidak lagi hanya berfokus pada keuntungan finansial. Mereka juga dituntut untuk memperhatikan dampak sosial dan lingkungan dari operasionalnya. Laporan keberlanjutan menjadi alat utama untuk menunjukkan komitmen tersebut kepada investor, regulator, dan masyarakat luas. Namun, kualitas laporan tidak selalu sejalan dengan keberadaannya. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam terkait dampak ESG terhadap nilai perusahaan. Hal ini membuat fokus bergeser: bukan sekadar apakah perusahaan melaporkan ESG, tetapi seberapa baik kualitas informasi yang disampaikan.

Metode: Analisis 30 Laporan dari 6 Perusahaan Besar
Tim peneliti menganalisis 30 laporan keberlanjutan dari enam perusahaan infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, yaitu Adhi Karya (ADHI), Bali Towerindo Sentra (BALI), Jasa Marga (JSMR), PP Persero (PTPP), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), dan Waskita Karya (WSKT). Penilaian dilakukan menggunakan standar GRI 2021 dengan metode sederhana: setiap indikator yang diungkap diberi skor 1, dan yang tidak diungkap diberi skor 0. Pendekatan ini menghasilkan indeks kepatuhan ESG yang menggambarkan kualitas laporan secara kuantitatif.

Hasil Utama: Naik Signifikan, Tapi Masih Kategori Risiko Menengah
Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan yang konsisten:
  • Rata-rata skor ESG naik dari 39,35% pada 2020 menjadi 67,44% pada 2024.
  • Rata-rata keseluruhan selama lima tahun mencapai 54,31%.
  • Kategori ini masih tergolong risiko menengah dalam standar ESG.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa regulasi dan standar baru berhasil mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas pelaporan. Namun, tingkat kepatuhan yang belum mencapai 75% menandakan masih adanya celah dalam transparansi.

Dampak: Penting untuk Investor, Regulator, dan Publik
Temuan ini memiliki implikasi luas. Bagi investor, kualitas laporan ESG menjadi indikator penting dalam menilai transparansi dan risiko perusahaan. Bagi regulator, hasil ini bisa menjadi dasar evaluasi efektivitas kebijakan seperti POJK No. 51/2017. Sementara itu, bagi perusahaan, peningkatan kualitas laporan bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga strategi untuk membangun kepercayaan publik dan daya saing jangka panjang. Penulis menegaskan bahwa “peningkatan kualitas pelaporan menunjukkan adanya transisi positif menuju praktik bisnis berkelanjutan, meski masih perlu penguatan terutama pada aspek sosial.”

Profil Penulis
Muhardi Achmad – Peneliti bidang akuntansi dan pelaporan keberlanjutan, Universitas Jambi.
Mukhzarudfa – Akademisi di bidang akuntansi dan governance, Universitas Jambi.
Wiwik Tiswiyanti – Dosen dan peneliti akuntansi keberlanjutan, Universitas Jambi.
Ratih Kusumastuti – Akademisi dengan fokus pada ESG dan pelaporan perusahaan, Universitas Jambi.

Sumber Penelitian
Achmad, M., Mukhzarudfa, Tiswiyanti, W., & Kusumastuti, R. (2026)
. The Quality of Sustainability Reporting by Infrastructure Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020–2024 Period. Asian Journal of Management Analytics, Vol. 5(2), 323–336.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i2.16458
URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar