Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak terbukti memberikan dampak besar terhadap prestasi akademik siswa sekolah dasar di Filipina. Penelitian terbaru yang dilakukan Milanie C. Vega dan Celso C. Dumalig menemukan bahwa dukungan orang tua tidak hanya meningkatkan nilai akademik siswa, tetapi juga memperkuat motivasi belajar, disiplin, kebiasaan belajar, dan perilaku siswa di sekolah.
Penelitian tersebut dilakukan di Eulogio Rodriguez Jr Elementary School, Rodriguez, Rizal, Filipina, dan dipublikasikan dalam International Journal of Applied Educational Research (IJAER) tahun 2026. Studi ini menjadi penting karena banyak sekolah di negara berkembang masih menghadapi tantangan rendahnya keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak akibat tekanan ekonomi, keterbatasan waktu, dan lemahnya komunikasi antara rumah dan sekolah.
Milanie C. Vega dari Palayan Region High School bersama Celso C. Dumalig dari Pangal Sur High School dan Northeastern College Inc. meneliti bagaimana keterlibatan orang tua memengaruhi pencapaian akademik siswa sekolah dasar dalam konteks masyarakat Filipina yang memiliki hubungan keluarga kuat namun juga menghadapi tantangan sosial ekonomi.
Menurut penelitian, keterlibatan orang tua telah lama dianggap sebagai salah satu faktor paling penting dalam keberhasilan pendidikan anak. Berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh dukungan akademik dari keluarga cenderung memiliki nilai lebih tinggi, motivasi belajar lebih kuat, dan perilaku lebih positif di sekolah.
Namun, penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan orang tua tidak selalu mudah dilakukan. Banyak keluarga di Filipina menghadapi keterbatasan ekonomi yang memaksa orang tua bekerja dalam jam panjang sehingga sulit menghadiri kegiatan sekolah atau mendampingi anak belajar secara rutin. Selain itu, sebagian orang tua juga memiliki tingkat pendidikan terbatas sehingga merasa kurang percaya diri membantu tugas akademik anak mereka.
Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi kualitatif untuk memahami pengalaman nyata guru dan tenaga sekolah terkait keterlibatan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipatif, dan analisis tematik terhadap pengalaman para responden di lingkungan sekolah dasar tersebut.
Tim peneliti menemukan bahwa keterlibatan orang tua muncul dalam beberapa bentuk utama. Bentuk paling umum adalah dukungan pembelajaran di rumah, seperti membantu pekerjaan rumah, mengawasi jadwal belajar, mengingatkan anak menyelesaikan tugas sekolah, dan memberikan motivasi belajar. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan berbasis rumah menjadi bentuk keterlibatan paling dominan dibanding keterlibatan langsung di sekolah.
Selain itu, sebagian orang tua juga terlibat dalam kegiatan sekolah seperti menghadiri rapat orang tua dan guru, mengikuti program sekolah, serta berkomunikasi dengan guru mengenai perkembangan akademik anak. Namun tingkat partisipasi sekolah masih tidak konsisten karena banyak orang tua harus menyesuaikan dengan pekerjaan dan kondisi ekonomi keluarga.
Penelitian menemukan bahwa komunikasi antara guru dan orang tua sebagian besar masih bersifat reaktif, artinya interaksi biasanya terjadi ketika muncul masalah akademik atau perilaku siswa. Menurut peneliti, komunikasi yang lebih terstruktur dan rutin dapat membantu memperkuat kolaborasi rumah dan sekolah dalam mendukung perkembangan siswa.
Hasil penelitian menunjukkan empat dampak utama keterlibatan orang tua terhadap pencapaian akademik siswa.
Pertama, siswa dengan dukungan orang tua aktif cenderung memperoleh nilai akademik lebih baik dibanding siswa yang minim pengawasan keluarga. Guru dan tenaga sekolah mengamati bahwa keterlibatan keluarga membantu siswa lebih fokus terhadap tugas sekolah dan meningkatkan konsistensi belajar mereka.
Kedua, keterlibatan orang tua meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa. Anak-anak yang merasa diperhatikan oleh keluarga menunjukkan semangat lebih tinggi dalam mengikuti pelajaran dan berpartisipasi dalam aktivitas kelas. Penelitian menegaskan bahwa dorongan emosional dari orang tua menjadi faktor penting dalam membangun motivasi intrinsik siswa.
Ketiga, siswa dengan keterlibatan orang tua lebih baik juga menunjukkan perilaku dan disiplin yang lebih positif di sekolah. Guru menggambarkan siswa tersebut lebih bertanggung jawab, lebih kooperatif, dan lebih mudah diarahkan selama proses pembelajaran berlangsung.
Keempat, keterlibatan orang tua membantu membentuk kebiasaan belajar yang lebih baik. Pengawasan rutin di rumah membuat siswa lebih konsisten menyelesaikan tugas, mempersiapkan pelajaran, dan membangun disiplin belajar sehari-hari.
Meski demikian, penelitian juga menemukan sejumlah hambatan besar yang membatasi keterlibatan orang tua.
Hambatan paling dominan adalah keterbatasan waktu akibat pekerjaan. Banyak orang tua bekerja sebagai pedagang, buruh, atau pekerja sektor informal dengan jam kerja panjang sehingga sulit hadir dalam kegiatan sekolah.
Selain itu, masalah ekonomi menjadi faktor penting lainnya. Banyak keluarga harus memprioritaskan kebutuhan dasar rumah tangga dibanding aktivitas pendidikan tambahan seperti menghadiri seminar sekolah atau menyediakan fasilitas belajar yang memadai di rumah.
Penelitian juga mengungkap bahwa rendahnya tingkat pendidikan sebagian orang tua memengaruhi rasa percaya diri mereka dalam membantu pembelajaran anak. Beberapa orang tua merasa tidak cukup memahami materi pelajaran sehingga cenderung menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan kepada sekolah.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, peneliti menyusun rencana aksi yang mencakup penguatan komunikasi sekolah-rumah, seminar parenting, jadwal pertemuan fleksibel bagi orang tua bekerja, grup komunikasi digital, serta program pendampingan belajar berbasis keluarga.
Program yang diusulkan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas lokal untuk mengurangi hambatan ekonomi yang menghambat partisipasi orang tua dalam pendidikan anak. Penelitian merekomendasikan agar sekolah mengembangkan sistem komunikasi yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh semua keluarga.
Menurut Vega dan Dumalig, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengajaran di sekolah, tetapi juga oleh kualitas dukungan keluarga di rumah. Mereka menekankan bahwa hubungan kolaboratif antara guru dan orang tua menjadi fondasi penting dalam menciptakan perkembangan akademik dan emosional siswa secara menyeluruh.
Penelitian ini memperkuat pandangan global bahwa pendidikan berkualitas membutuhkan keterlibatan aktif keluarga. Di tengah meningkatnya tantangan pendidikan modern, kolaborasi rumah dan sekolah menjadi salah satu strategi paling efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa, terutama di komunitas dengan keterbatasan ekonomi.
Profil Penulis
Milanie C. Vega merupakan peneliti dan pendidik dari Palayan Region High School, Department of Education, Alicia, Isabela, Filipina. Penelitian ini dilakukan bersama Celso C. Dumalig dari Pangal Sur High School dan Graduate School, Northeastern College Inc., Santiago City, Filipina. Keduanya memiliki fokus penelitian pada keterlibatan orang tua, pengembangan pendidikan dasar, dan kolaborasi sekolah-rumah dalam meningkatkan prestasi akademik siswa.
Sumber Penelitian
Milanie C. Vega & Celso C. Dumalig. “Parental Involvement and Its Effect on Learners’ Academic Achievement at Eulogio Rodriguez JR Elementary School.” International Journal of Applied Educational Research (IJAER), Vol. 4 No. 2, 2026, halaman 99–110. DOI: https://doi.org/10.59890/ijaer.v4i2.243

0 Komentar