Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta disiplin kerja terbukti mampu meningkatkan kinerja karyawan di PT Milion Limbah Ambon. Temuan itu diungkap dalam penelitian Felix Chandra dari Universitas Pattimura yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Management Analytics (IJMA). Penelitian ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang aman dan kepatuhan terhadap aturan operasional menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas perusahaan di sektor pengelolaan limbah yang memiliki risiko kerja tinggi.
Penelitian menjelaskan bahwa kinerja karyawan menjadi salah satu faktor utama penentu keberlanjutan organisasi di era industri modern. Pada perusahaan pengelolaan limbah seperti PT Milion Limbah Ambon, menjaga performa kerja secara konsisten menjadi tantangan besar karena karyawan bekerja di lingkungan yang berisiko tinggi terhadap paparan biologis, penggunaan alat berat, dan persoalan sanitasi.
Peneliti menemukan bahwa fluktuasi kinerja karyawan di perusahaan tersebut sangat dipengaruhi kondisi lingkungan kerja. Penumpukan limbah, sanitasi yang kurang optimal, dan kendala teknis alat berat sering mengganggu ritme kerja serta menurunkan produktivitas harian karyawan. Karena itu, peningkatan standar keselamatan kerja dan penguatan disiplin dinilai menjadi kebutuhan utama dalam menjaga efisiensi operasional perusahaan.
Dalam penelitian ini, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dipahami sebagai sistem perlindungan yang bertujuan menciptakan kondisi kerja aman secara fisik maupun psikologis melalui pelatihan, pengawasan, dan penyediaan fasilitas keselamatan. Di PT Milion Limbah Ambon, penerapan K3 mencakup penyediaan alat pelindung diri (APD), sistem peringatan bahaya, pencahayaan, sirkulasi udara, serta fasilitas sanitasi kerja.
Selain K3, disiplin kerja juga ditemukan menjadi faktor penting yang memengaruhi performa karyawan. Disiplin kerja mencakup kepatuhan terhadap jam kerja, penggunaan APD, dan pelaksanaan prosedur operasional standar (SOP) dalam pengelolaan limbah perusahaan.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan melibatkan karyawan PT Milion Limbah Ambon sebagai populasi penelitian. Dari total 149 karyawan, sebanyak 60 responden dipilih menggunakan rumus Slovin dan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik.
Hasil penelitian menunjukkan seluruh instrumen penelitian memenuhi standar validitas dan reliabilitas statistik. Variabel keselamatan dan kesehatan kerja memperoleh nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,945, disiplin kerja 0,955, dan kinerja karyawan 0,942 yang menunjukkan tingkat konsistensi instrumen sangat tinggi.
Penelitian juga memastikan model regresi memenuhi asumsi statistik yang diperlukan. Uji normalitas menghasilkan nilai signifikansi 0,200, sedangkan uji multikolinearitas menunjukkan nilai Tolerance di atas 0,10 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) di bawah 10, sehingga model dinilai layak digunakan dalam analisis regresi.
Salah satu temuan utama penelitian menunjukkan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja bersama disiplin kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Hasil uji F menunjukkan nilai F sebesar 41,490 dengan tingkat signifikansi 0,000, yang mengindikasikan hubungan kuat antara lingkungan kerja aman, disiplin kerja, dan peningkatan performa karyawan.
Analisis parsial juga menunjukkan bahwa masing-masing variabel memiliki pengaruh positif terhadap kinerja:
- keselamatan dan kesehatan kerja memiliki koefisien regresi sebesar 0,328 dengan signifikansi 0,002,
- sedangkan disiplin kerja memiliki pengaruh lebih besar dengan koefisien 0,364 dan signifikansi 0,001.
Penelitian menyimpulkan bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh sedikit lebih kuat dibanding aspek K3 dalam meningkatkan kinerja karyawan. Karyawan yang konsisten mematuhi prosedur kerja, hadir tepat waktu, dan mengikuti aturan perusahaan cenderung menghasilkan produktivitas dan kualitas kerja yang lebih tinggi.
Selain itu, lingkungan kerja yang aman juga terbukti berkontribusi besar terhadap kondisi fisik dan psikologis karyawan. Pencahayaan yang memadai, sirkulasi udara yang baik, dan peralatan kerja yang ergonomis membantu mengurangi kelelahan, meminimalkan risiko kecelakaan kerja, serta meningkatkan fokus dan ketelitian karyawan dalam bekerja.
Menurut Felix Chandra, keselamatan kerja dan disiplin kerja tidak dapat dipisahkan dalam sistem manajemen perusahaan. Kedua aspek tersebut harus diterapkan secara bersamaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang stabil, produktif, dan mampu meminimalkan kesalahan operasional.
Penelitian merekomendasikan PT Milion Limbah Ambon untuk melakukan evaluasi rutin terhadap kondisi lingkungan kerja, terutama sistem pencahayaan dan sirkulasi udara, sekaligus memperkuat pengawasan disiplin kerja melalui sistem penghargaan dan sanksi yang transparan. Peneliti juga menekankan pentingnya memastikan ketersediaan dan perawatan APD serta fasilitas teknis secara berkelanjutan untuk mengurangi risiko operasional jangka panjang.
Temuan ini dinilai relevan bagi berbagai industri berisiko tinggi yang ingin meningkatkan performa karyawan melalui integrasi sistem keselamatan kerja dan penguatan disiplin organisasi.
Profil Penulis
- Felix Chandra merupakan peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, Ambon. Bidang penelitiannya meliputi manajemen sumber daya manusia, kinerja karyawan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta perilaku organisasi di lingkungan industri.
Sumber Penelitian
Chandra, F. (2026). The Influence of Occupational Safety and Health and Work Discipline on Employee Performance at PT Milion Limbah Ambon. International Journal of Management Analytics (IJMA), Vol. 4 No. 2, 305–318.

0 Komentar