Kepemilikan Institusional Dinilai Paling Efektif Menekan Penghindaran Pajak Perusahaan Industri

Ilustrasi by AI

Mekanisme tata kelola perusahaan (corporate governance) terbukti berpengaruh terhadap kebijakan pajak perusahaan industri di Indonesia, namun kepemilikan institusional dinilai menjadi faktor paling efektif dalam meningkatkan kepatuhan pajak perusahaan. Temuan itu diungkap dalam penelitian Salsa Vonni Indrayani, Wiralestari, Ilham Wahyudi, dan Enggar Diah Puspa Arum dari Universitas Jambi yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Management Analytics (IJMA). Penelitian ini menganalisis pengaruh komite audit, komisaris independen, dan kepemilikan institusional terhadap Effective Tax Rate (ETR) perusahaan industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024.

Penelitian menjelaskan bahwa pajak merupakan sumber utama penerimaan negara, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Namun bagi perusahaan, pajak sering dipandang sebagai beban yang dapat mengurangi laba bersih sehingga mendorong manajemen melakukan strategi efisiensi pajak atau tax avoidance. Salah satu indikator yang umum digunakan untuk mengukur tingkat kepatuhan pajak perusahaan adalah Effective Tax Rate (ETR), yaitu rasio beban pajak terhadap laba sebelum pajak.

Menurut penelitian, perusahaan sektor industri memiliki karakteristik yang membuat praktik pengelolaan pajak lebih kompleks dibanding sektor lain. Perusahaan industri umumnya memiliki intensitas aset tinggi, biaya operasional besar, dan aktivitas produksi yang luas sehingga memiliki lebih banyak peluang melakukan perencanaan pajak. Sektor ini juga menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan pajak nasional sehingga perilaku perpajakannya dinilai penting untuk diteliti.

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus terhadap perusahaan sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama 2020–2024. Dari total 65 perusahaan sektor industri, peneliti menggunakan metode purposive sampling dan memperoleh 13 perusahaan sebagai sampel akhir dengan total 65 observasi penelitian.

Penelitian menguji tiga mekanisme utama corporate governance, yaitu:

  • komite audit,
  • komisaris independen,
  • dan kepemilikan institusional.

Analisis dilakukan menggunakan regresi data panel dengan perangkat lunak EViews 12. Setelah melalui uji Chow dan Hausman, penelitian menetapkan Fixed Effect Model (FEM) sebagai model analisis paling sesuai untuk menjelaskan hubungan antarvariabel penelitian.

Hasil analisis statistik menunjukkan rata-rata Effective Tax Rate perusahaan industri berada pada angka 24,48 persen. Artinya, secara rata-rata perusahaan sampel membayar pajak sekitar seperempat dari laba sebelum pajak mereka. Penelitian juga menemukan tingkat kepemilikan institusional rata-rata mencapai 45,51 persen, sementara proporsi komisaris independen berada pada angka 37,44 persen.

Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Effective Tax Rate. Koefisien regresi sebesar 1,3057 dengan nilai probabilitas 0,000 menunjukkan bahwa semakin besar kepemilikan saham oleh institusi, semakin tinggi tingkat kepatuhan pajak perusahaan.

Peneliti menjelaskan bahwa investor institusional seperti bank, perusahaan investasi, dan lembaga keuangan memiliki kemampuan pengawasan yang lebih kuat terhadap manajemen perusahaan. Kehadiran pemegang saham institusional dinilai mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan terhadap kebijakan pajak perusahaan sehingga praktik penghindaran pajak menjadi lebih terbatas.

Sebaliknya, penelitian menemukan bahwa komite audit dan komisaris independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Effective Tax Rate. Komite audit memperoleh nilai probabilitas 0,238, sedangkan komisaris independen memiliki probabilitas 0,262 atau berada di atas tingkat signifikansi statistik 0,05.

Menurut penelitian, kondisi tersebut menunjukkan bahwa fungsi pengawasan internal perusahaan belum berjalan optimal dalam mengendalikan kebijakan perpajakan perusahaan. Keterbatasan kompetensi anggota komite audit, minimnya independensi pengawasan, atau dominasi manajemen dalam pengambilan keputusan diduga menjadi penyebab lemahnya pengaruh kedua mekanisme tersebut terhadap kebijakan pajak perusahaan.

Meski secara parsial hanya kepemilikan institusional yang berpengaruh signifikan, penelitian menemukan bahwa seluruh mekanisme corporate governance secara simultan tetap memiliki pengaruh terhadap Effective Tax Rate. Hasil uji F menunjukkan nilai probabilitas sebesar 0,000353 atau lebih kecil dari 0,05 sehingga model dinilai signifikan secara keseluruhan.

Penelitian juga mencatat nilai R-Squared sebesar 0,523 yang menunjukkan bahwa sekitar 52,3 persen variasi Effective Tax Rate dapat dijelaskan oleh variabel tata kelola perusahaan yang diteliti. Sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian.

Menurut para peneliti, temuan ini memperkuat teori agensi (Agency Theory) yang menyebut bahwa konflik kepentingan antara manajemen dan pemegang saham dapat dikurangi melalui sistem pengawasan eksternal yang kuat. Dalam konteks ini, kepemilikan institusional dinilai lebih efektif dibanding mekanisme pengawasan internal perusahaan dalam menekan perilaku oportunistik manajemen terkait kebijakan pajak.

Penelitian merekomendasikan perusahaan untuk memperkuat sistem tata kelola perusahaan secara terintegrasi, baik melalui pengawasan internal maupun eksternal. Selain itu, regulator pasar modal dan pemerintah juga dinilai perlu meningkatkan kualitas implementasi corporate governance agar kepatuhan pajak perusahaan dapat meningkat dan praktik penghindaran pajak dapat ditekan.

Temuan ini dinilai penting bagi regulator, investor, dan perusahaan karena menunjukkan bahwa tata kelola perusahaan yang efektif tidak hanya memengaruhi kinerja bisnis, tetapi juga berdampak langsung pada kepatuhan perpajakan dan penerimaan negara.

Profil Penulis

  • Salsa Vonni Indrayani -  Universitas Jambi 
  • Wiralestari, Ilham Wahyudi -  Universitas Jambi 
  •  Enggar Diah Puspa Arum -  Universitas Jambi 

Sumber Penelitian

Indrayani, S.V., Wiralestari, Wahyudi, I., & Arum, E.D.P. (2026). The Effect of Corporate Governance Mechanisms on Effective Tax Rate: An Empirical Study of Industrial Sector Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2020–2024 Period. International Journal of Management Analytics (IJMA), Vol. 4 No. 2, 289–304. 

DOI: https://doi.org/10.59890/ijma.v4i2.387

URL: https://dmimultitechpublisher.my.id/index.php/ijma

Posting Komentar

0 Komentar