Kepuasan Petani terhadap Penyuluh Pertanian di Mandailing Natal Tergolong Baik, Ini Temuan Peneliti


Kinerja penyuluh pertanian di Desa Simpanggambir, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dinilai memuaskan oleh petani. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Muksin, Anugrah Sri Widiasyih, dan Deasy Arryannur Siregar dari Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan pada 2025 dan dipublikasikan dalam International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS) tahun 2026. Hasil studi ini penting karena menunjukkan bagaimana kualitas layanan penyuluhan berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan petani.  Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah pedesaan di Indonesia, termasuk di Mandailing Natal. Penyuluh pertanian berperan sebagai penghubung antara inovasi teknologi dan praktik di lapangan. Namun, berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya partisipasi petani, dan kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan penyuluhan.  Penelitian ini berfokus pada tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh di Desa Simpanggambir, sebuah desa dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani padi, jagung, kelapa sawit, dan karet. Keberhasilan penyuluhan di wilayah ini menjadi indikator penting dalam mendorong peningkatan hasil pertanian.

Metode Penelitian Sederhana dan Terukur

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 31 petani dipilih sebagai responden dari total 108 anggota kelompok tani menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan kuesioner terstruktur.
Penilaian kepuasan dilakukan menggunakan skala Likert yang mengukur lima dimensi utama kualitas layanan, yaitu:
·         Keandalan (reliability)
·         Daya tanggap (responsiveness)
·         Empati (empathy)
·         Jaminan (assurance)
·         Bukti fisik (tangibles) 
Temuan Utama: Respons Cepat Jadi Kekuatan Utama
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tingkat kepuasan petani berada dalam kategori “baik”. Dari lima dimensi yang diukur, daya tanggap penyuluh menjadi aspek paling menonjol.
Berikut ringkasan hasil utama:
·   Responsiveness (daya tanggap): skor 4,23 (sangat memuaskan)
Penyuluh dinilai cepat membantu dan merespons masalah petani.
·   Reliability (keandalan): skor 3,83 (memuaskan)
    Penyuluh cukup dipercaya, terutama dalam membangun kemitraan.
·   Assurance (jaminan): skor 3,77 (memuaskan)
    Petani percaya pada kemampuan penyuluh dalam memberi solusi.
·   Tangibles (bukti fisik): skor 3,77 (memuaskan)
    Kehadiran dan kinerja penyuluh terlihat, meski fasilitas terbatas.
·   Empathy (empati): skor 3,66 (memuaskan, terendah)
    Interaksi sosial dan kedekatan emosional masih perlu ditingkatkan. 
 Menurut Anugrah Sri Widiasyih dari Universitas Graha Nusantara, tingginya skor pada aspek daya tanggap menunjukkan bahwa penyuluh sudah mampu menjadi problem solver bagi petani di lapangan. Namun, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan interaksi sosial agar hubungan dengan petani tidak hanya bersifat formal.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski hasilnya positif, penelitian ini mengungkap sejumlah kendala yang masih menghambat efektivitas penyuluhan, antara lain:
·         Kehadiran penyuluh yang belum konsisten dalam kegiatan petani
·         Keterlibatan sosial penyuluh yang masih rendah
·         Keterbatasan alat bantu dan media penyuluhan
·         Kualitas komunikasi dalam penyampaian materi yang belum optimal 
Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada pendekatan sosial dan dukungan fasilitas.
Dampak bagi Pertanian dan Kebijakan Publik
Kepuasan petani terhadap penyuluhan memiliki dampak langsung terhadap adopsi teknologi pertanian. Semakin puas petani, semakin besar kemungkinan mereka menerapkan inovasi yang diberikan, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan pendapatan.
Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas penyuluhan dapat menjadi strategi efektif dalam:
·         Mendorong modernisasi pertanian
·         Meningkatkan kesejahteraan petani
·         Memperkuat ketahanan pangan daerah
Selain itu, hasil studi ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian dalam merancang kebijakan peningkatan kapasitas penyuluh, termasuk pelatihan komunikasi dan penyediaan fasilitas yang memadai.
Profil Penulis
·         Muksin – Peneliti bidang sosial ekonomi pertanian, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
Anugrah Sri Widiasyih, S.P., M.Si. – Akademisi dan peneliti pertanian, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, fokus pada penyuluhan dan pemberdayaan petani
Deasy Arryannur Siregar, S.P., M.Si. – Dosen dan peneliti di bidang agribisnis dan pembangunan pertanian, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan

 Sumber Penelitian

Muksin, Widiasyih, A. S., & Siregar, D. A. (2026). Analysis of Farmer Satisfaction with the Performance of Agricultural Extension in Simpanggambir Village, Linggabayu District, Mandailing Natal Regency. International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4 No. 3, 343–352.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i3.205

https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss


Posting Komentar

0 Komentar