Kinerja penyuluh pertanian di Desa Simpanggambir, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, dinilai memuaskan oleh petani. Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Muksin, Anugrah Sri Widiasyih, dan Deasy Arryannur Siregar dari Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan pada 2025 dan dipublikasikan dalam International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS) tahun 2026. Hasil studi ini penting karena menunjukkan bagaimana kualitas layanan penyuluhan berdampak langsung pada produktivitas dan kesejahteraan petani. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah pedesaan di Indonesia, termasuk di Mandailing Natal. Penyuluh pertanian berperan sebagai penghubung antara inovasi teknologi dan praktik di lapangan. Namun, berbagai kendala seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya partisipasi petani, dan kualitas sumber daya manusia masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan penyuluhan. Penelitian ini berfokus pada tingkat kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh di Desa Simpanggambir, sebuah desa dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani padi, jagung, kelapa sawit, dan karet. Keberhasilan penyuluhan di wilayah ini menjadi indikator penting dalam mendorong peningkatan hasil pertanian.
Metode Penelitian Sederhana dan Terukur
Penilaian kepuasan dilakukan menggunakan skala Likert yang mengukur lima dimensi utama kualitas layanan, yaitu:
· Keandalan (reliability)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tingkat kepuasan petani berada dalam kategori “baik”. Dari lima dimensi yang diukur, daya tanggap penyuluh menjadi aspek paling menonjol.
Berikut ringkasan hasil utama:
· Responsiveness (daya tanggap): skor 4,23 (sangat memuaskan)
Penyuluh dinilai cepat membantu dan merespons masalah petani.
· Reliability (keandalan): skor 3,83 (memuaskan)
· Assurance (jaminan): skor 3,77 (memuaskan)
· Tangibles (bukti fisik): skor 3,77 (memuaskan)
· Empathy (empati): skor 3,66 (memuaskan, terendah)
· Kehadiran penyuluh yang belum konsisten dalam kegiatan petani
Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas penyuluhan dapat menjadi strategi efektif dalam:
· Mendorong modernisasi pertanian
Anugrah Sri Widiasyih, S.P., M.Si. – Akademisi dan peneliti pertanian, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan, fokus pada penyuluhan dan pemberdayaan petani
Deasy Arryannur Siregar, S.P., M.Si. – Dosen dan peneliti di bidang agribisnis dan pembangunan pertanian, Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan
Muksin, Widiasyih,
A. S., & Siregar, D. A. (2026). Analysis of Farmer Satisfaction with the
Performance of Agricultural Extension in Simpanggambir Village, Linggabayu
District, Mandailing Natal Regency. International Journal of Advanced
Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4 No. 3, 343–352.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijatss.v4i3.205
https://aprmultitechpublisher.my.id/index.php/ijatss
0 Komentar