Kepemimpinan transformasional terbukti mampu meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan di PT Iradat Aman Globalindo. Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh Rindita Agustina dan Edison C. Sembiring dari Universitas Sahid. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS) edisi April 2026.
Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di PT Iradat Aman Globalindo. Peneliti menyoroti adanya kesenjangan antara kebijakan manajemen sumber daya manusia yang dirancang perusahaan dengan kondisi nyata yang dialami karyawan di lapangan.
Menurut penelitian, banyak perusahaan di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan keterlibatan dan mempertahankan karyawan berkinerja tinggi. Sekitar 70 persen karyawan di Indonesia disebut merasa tidak terlibat penuh dalam pekerjaannya, sementara hanya 25 persen yang merasa memiliki kesempatan pengembangan karier yang setara.
Peneliti menjelaskan bahwa PT Iradat Aman Globalindo juga menghadapi persoalan ketidakpuasan kerja, tingginya tingkat turnover, serta perbedaan gaya kepemimpinan antar generasi. Perbedaan pendekatan antara generasi Baby Boomers, Generasi X, Milenial, dan Generasi Z dinilai memunculkan kesenjangan komunikasi dan perbedaan ekspektasi di lingkungan kerja.
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan melibatkan 150 karyawan yang telah bekerja minimal satu tahun di perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk melihat hubungan antara kepemimpinan transformasional, budaya organisasi, motivasi kerja, dan kinerja karyawan.
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama:
- Kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai statistik 2,274 dan p-value 0,023.
- Motivasi kerja juga memberikan pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai statistik 2,288 dan p-value 0,023.
- Budaya organisasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.
- Kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh lebih besar terhadap motivasi kerja dibandingkan budaya organisasi.
- Motivasi kerja tidak berfungsi efektif sebagai variabel penghubung antara kepemimpinan dan kinerja karyawan.
Peneliti menemukan bahwa karyawan bekerja lebih baik ketika pemimpin mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan dukungan terhadap pengembangan diri. Karakter kepemimpinan seperti komunikasi yang jelas, keterlibatan emosional, perhatian individual, dan dorongan intelektual dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan komitmen dan produktivitas kerja.
Penelitian juga menunjukkan bahwa pemimpin transformasional mendorong karyawan untuk berpikir kreatif, menyelesaikan masalah secara mandiri, dan lebih aktif berkontribusi terhadap tujuan organisasi. Karyawan yang merasa dihargai dan didukung oleh pemimpin cenderung memiliki loyalitas, motivasi, dan performa kerja yang lebih tinggi.
Sementara itu, budaya organisasi dinilai belum memberikan dampak besar karena nilai-nilai perusahaan belum sepenuhnya terintegrasi dalam aktivitas kerja sehari-hari. Peneliti mencatat bahwa penerapan budaya organisasi yang tidak konsisten dapat melemahkan motivasi kerja dan mengurangi efektivitas lingkungan kerja.
Penelitian ini juga menegaskan pentingnya motivasi kerja dalam meningkatkan produktivitas karyawan. Karyawan yang memperoleh penghargaan, kesempatan pengembangan karier, dan sistem penghargaan yang adil cenderung lebih termotivasi untuk mendukung keberhasilan perusahaan.
Menurut Rindita Agustina dan Edison C. Sembiring, perusahaan perlu memperkuat program pengembangan kepemimpinan yang berfokus pada kemampuan komunikasi, empati, dan dukungan terhadap karyawan. Peneliti juga merekomendasikan peningkatan sistem penghargaan, jalur karier yang lebih jelas, serta pelibatan karyawan dalam pengambilan keputusan guna meningkatkan motivasi dan menekan tingkat turnover.
Hasil penelitian ini dinilai penting bagi perusahaan yang menghadapi tantangan sumber daya manusia di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Studi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dapat menjadi faktor yang lebih menentukan terhadap peningkatan kinerja karyawan dibandingkan budaya organisasi semata.
Profil Penulis
- Rindita Agustina - Universitas Sahid, Jakarta.
- Edison C. Sembiring - Universitas Sahid , Jakarta.
Sumber Penelitian
Agustina, Rindita & Sembiring, Edison C. The Influence of Transformational Leadership, Organizational Culture on Employee Performance at PT. Iradat Aman Globalindo with Work Motivation as an Intervening Variable. Contemporary Journal of Applied Sciences (CJAS), Vol. 4 No. 5, April 2026, halaman 337–356.

0 Komentar