Inkubasi Bisnis dan Literasi Keuangan Digital Tingkatkan Kemandirian UMKM di Takalar

Ilustrasi by AI

Program inkubasi kewirausahaan dan literasi keuangan digital yang dilaksanakan di Desa Sampulungan, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, berhasil meningkatkan kapasitas usaha dan kemandirian ekonomi pelaku UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Nisma Iriani, Abdul Rahman, Arjang, Lina Marlina, Andi Amrullah Djaya, Wahyudi Putera, dan Tapril dari Universitas Indonesia Timur serta STIE Pelita Buana, dan dipublikasikan pada 2026 di Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB). Program ini menyoroti pentingnya penguatan manajemen usaha dan penguasaan teknologi digital bagi UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.

Penelitian menjelaskan bahwa UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan akses modal, rendahnya kemampuan manajemen usaha, serta minimnya literasi keuangan dan digital. Perkembangan teknologi dan ekonomi digital sebenarnya membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi bisnis, tetapi banyak UMKM belum mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal.

Program pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu metode pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan potensi dan aset yang telah dimiliki masyarakat. Sebanyak 20 pelaku UMKM sektor pengolahan makanan di Desa Sampulungan dilibatkan sebagai peserta utama. Mayoritas peserta telah menjalankan usaha lebih dari satu tahun, tetapi belum memiliki sistem pencatatan keuangan digital maupun pengalaman mengikuti program inkubasi bisnis formal.

Kegiatan program dibagi ke dalam beberapa tahapan utama:

  • Observasi dan identifikasi masalah usaha
  • Inkubasi kewirausahaan dan penguatan strategi bisnis
  • Pelatihan literasi keuangan digital
  • Pendampingan dan evaluasi berkala

Pada tahap inkubasi kewirausahaan, peserta mendapatkan pendampingan mengenai pengembangan identitas visual produk, perbaikan kemasan, penyusunan Business Model Canvas (BMC), serta strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Sebelum pendampingan dilakukan, sekitar 85 persen pelaku usaha masih menjalankan bisnis tanpa target pasar yang jelas dan hanya mengandalkan penjualan di lingkungan sekitar.

Hasil pendampingan menunjukkan perubahan signifikan pada tampilan produk dan strategi pemasaran UMKM. Perbaikan logo dan kemasan membuat produk lebih menarik dan higienis sehingga mulai dipasarkan ke pusat oleh-oleh dan marketplace digital. Menurut peneliti, peningkatan identitas visual ini turut mendorong kenaikan omzet rata-rata hingga 25 persen dalam beberapa bulan pertama setelah program berlangsung.

Program juga menitikberatkan pada penguatan literasi keuangan digital. Sebelum pelatihan dilakukan, seluruh peserta masih melakukan pencatatan manual di buku tulis atau bahkan tidak memiliki pencatatan keuangan sama sekali. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui laba bersih dan arus kas bisnis mereka.

Melalui pelatihan penggunaan aplikasi keuangan digital seperti BukuWarung dan SI APIK, peserta diajarkan cara:

  • Memisahkan keuangan pribadi dan usaha
  • Mencatat transaksi harian secara digital
  • Mengelola piutang pelanggan dengan fitur pengingat otomatis
  • Menyusun laporan laba rugi bulanan melalui aplikasi

Evaluasi program menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan. Nilai rata-rata post-test meningkat dari 42,0 menjadi 88,5 setelah pelatihan berlangsung. Sekitar 80 persen peserta mulai menggunakan aplikasi pencatatan keuangan digital dan sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS dalam operasional usaha mereka.

Penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan pembayaran digital membantu UMKM membangun rekam jejak transaksi yang dapat mendukung akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) di masa depan. Selain itu, pelaku usaha menjadi lebih percaya diri dalam mengambil keputusan bisnis karena memiliki data keuangan yang lebih teratur dan transparan.

Menurut Wahyudi Putera dan tim peneliti, salah satu faktor utama keberhasilan program adalah metode pendampingan personal atau one-on-one mentoring. Pendekatan ini membantu peserta yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan teknologi, terutama pelaku usaha lanjut usia. Dalam beberapa kasus, tim juga melibatkan anggota keluarga yang lebih muda untuk membantu proses pencatatan digital agar usaha dapat berjalan lebih berkelanjutan.

Secara ekonomi, program ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pelaku UMKM. Peneliti mencatat adanya kenaikan omzet rata-rata sebesar 20–30 persen dalam tiga bulan pertama setelah inkubasi bisnis dilakukan. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi antara penguatan mental kewirausahaan dan pemanfaatan teknologi digital mampu membantu UMKM menjadi lebih mandiri dan kompetitif.

Dokumentasi kegiatan pada halaman 8 memperlihatkan pelaksanaan pelatihan dan pendampingan di Aula Desa Sampulungan bersama tim pengabdian masyarakat Universitas Indonesia Timur dan pemerintah desa setempat. Foto-foto tersebut menunjukkan keterlibatan aktif peserta selama proses pelatihan dan diskusi program berlangsung.

Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi inkubasi kewirausahaan dan literasi keuangan digital dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kemandirian ekonomi UMKM di era digital. Peneliti juga merekomendasikan keterlibatan pemerintah daerah dan komunitas UMKM dalam mendukung keberlanjutan penggunaan aplikasi digital serta pengembangan pelatihan lanjutan mengenai sertifikasi halal, izin BPOM, dan legalitas usaha.

Profil Penulis

  • Nisma Iriani – Program Magister Studi Profesional Manajemen, Universitas Indonesia Timur; bidang keahlian pemberdayaan UMKM dan literasi keuangan digital.
  • Abdul Rahman – Universitas Indonesia Timur.
  • Arjang – Universitas Indonesia Timur.
  • Lina Marlina – Universitas Indonesia Timur.
  • Andi Amrullah Djaya – Universitas Indonesia Timur.
  • Wahyudi Putera – Program Akuntansi, STIE Pelita Buana dan Politeknik Negeri Ujung Pandang.
  • Tapril – Universitas Indonesia Timur.

Sumber Penelitian

Iriani, N., Rahman, A., Arjang, Marlina, L., Djaya, A. A., Putera, W., & Tapril. (2026). Empowering SMEs Through Entrepreneurship Incubation and Digital Financial Literacy to Enhance Economic Self-Reliance. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 4, April 2026, hlm. 289–298.

DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i4.21

URL: https://journaljpmb.my.id/index.php/jpmb

Posting Komentar

0 Komentar