Gerakan Penghijauan Kampus melalui Pemanfaatan Lahan Menganggur untuk Agroforestri Mini


Ilustrasi by AI 
FORMOSA NEWS

Kampus Hijau dari Lahan Tidur: Mini Agroforestri STIP Yapi Bone Capai Tingkat Hidup Tanaman 93 Persen

Pemanfaatan lahan tidur di lingkungan kampus terbukti tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa. Temuan ini ditunjukkan dalam artikel yang ditulis oleh Hujemiati dan tim dari STIP Yapi Bone, STAI Al Ghazali Bone, serta Universitas Sipatokkong Mambo, yang dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Society Development (IJSD) tahun 2026. Program dilaksanakan selama Februari–April 2025 dan menunjukkan bahwa ruang kampus yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi area hijau edukatif dengan dampak ekologis, sosial, dan akademik yang nyata.

Program bertajuk “Campus Greening Movement through the Utilization of Idle Land for Mini Agroforestry” dilaksanakan di kawasan STIP Yapi Bone dengan pendekatan sederhana namun terukur: mengubah sekitar 400 meter persegi lahan kosong menjadi area mini agroforestri melalui penanaman pohon produktif dan keterlibatan langsung mahasiswa dalam seluruh proses pengelolaan.

Ketika Lahan Kosong Menjadi Laboratorium Hidup

Banyak kampus masih menyimpan area kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, ruang terbuka tersebut dapat menjadi media pembelajaran sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Berangkat dari kondisi tersebut, tim peneliti dan pelaksana program melihat peluang untuk mengintegrasikan konsep penghijauan dengan pendidikan berbasis praktik. Pilihan jatuh pada mini agroforestri, yaitu sistem penanaman yang menggabungkan fungsi ekologis dan nilai produktif melalui tanaman yang dapat dimanfaatkan hasilnya di masa depan.

Menurut penulis, program ini dirancang untuk memberi manfaat dalam tiga aspek utama:

  • Ekologis: meningkatkan tutupan hijau kampus dan kualitas udara.
  • Pendidikan: memberi pengalaman lapangan kepada mahasiswa mengenai praktik agroforestri sederhana.
  • Sosial-ekonomi: membuka peluang pemanfaatan hasil tanaman produktif sebagai sumber daya tambahan kampus.

Melibatkan Mahasiswa Sejak Persiapan Hingga Pemantauan

Kegiatan berlangsung selama tiga bulan dengan melibatkan 40 mahasiswa, 5 dosen, dan 3 staf kampus sebagai pelaksana utama.

Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok kerja:

  1. Kelompok persiapan dan penanaman.
  2. Kelompok perawatan dan pemantauan.

Tahapan pelaksanaan meliputi pembersihan lahan, pengolahan tanah, pembuatan lubang tanam, penanaman pohon, pendampingan teknis dari dosen, hingga pencatatan pertumbuhan tanaman secara berkala. Mahasiswa juga dilatih melakukan penyiraman, pemupukan, serta dokumentasi perkembangan tanaman secara sistematis.

Sebanyak 50 pohon produktif ditanam dengan komposisi:

  • Mangga: 20 pohon
  • Jambu: 15 pohon
  • Salam: 10 pohon
  • Sirsak: 5 pohon

Tingkat Keberhasilan Tinggi dan Partisipasi Mahasiswa Aktif

Hasil program menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Dari seluruh tanaman yang ditanam, rata-rata tingkat hidup mencapai 93 persen.

Rinciannya meliputi:

  • Mangga: 95 persen bertahan hidup dengan pertumbuhan cepat dan tunas baru mulai muncul.
  • Jambu: 92 persen dengan sebagian tanaman mulai berbunga dan menghasilkan buah kecil.
  • Salam: 94 persen dengan pertumbuhan daun yang baik.
  • Sirsak: 90 persen dan memerlukan perawatan lebih intensif.

Selain keberhasilan tanaman, tingkat keterlibatan mahasiswa juga tinggi. Kehadiran peserta mencapai 90 persen, menunjukkan bahwa aktivitas penghijauan tidak dipandang sebagai kegiatan tambahan semata, tetapi menjadi bagian dari pengalaman belajar langsung di lapangan.

Tim penulis mencatat bahwa keterlibatan mahasiswa dalam pencatatan pertumbuhan tanaman ikut membangun kemampuan dasar riset dan meningkatkan kesadaran ekologis.

Dampak yang Lebih Luas dari Sekadar Penghijauan

Salah satu temuan penting dari program ini adalah bahwa keterbatasan lahan tidak selalu menjadi hambatan untuk menciptakan ruang hijau yang produktif.

Keberhasilan tingkat hidup tanaman menunjukkan bahwa pemilihan jenis tanaman telah sesuai dengan kondisi tanah dan iklim setempat. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa membangun rasa memiliki terhadap lingkungan kampus dan memperkuat budaya keberlanjutan.

Program juga membuka peluang lanjutan untuk kegiatan akademik lain, seperti:

  • penelitian pertumbuhan tanaman,
  • analisis kualitas tanah,
  • pengembangan pemanfaatan hasil agroforestri,
  • dan model pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.

Tantangan utama yang ditemukan adalah menjaga keberlanjutan perawatan, terutama saat musim kemarau. Untuk mengatasinya, tim merekomendasikan sistem jadwal perawatan bergilir yang melibatkan mahasiswa secara rutin.

Model yang Bisa Direplikasi Kampus Lain

Penulis menyimpulkan bahwa lahan kosong di lingkungan pendidikan dapat diubah menjadi aset ekologis dan pendidikan tanpa memerlukan area yang luas atau teknologi kompleks.

Model mini agroforestri yang diterapkan di STIP Yapi Bone menunjukkan bahwa penghijauan kampus dapat berjalan seiring dengan pembelajaran berbasis praktik dan pembangunan kesadaran lingkungan. Pendekatan ini dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di institusi pendidikan lain yang memiliki kondisi serupa.

Profil Singkat Penulis

Hujemiati – Penulis korespondensi dan akademisi dari STIP Yapi Bone, dengan fokus pada pengembangan lingkungan pendidikan dan pemberdayaan berbasis kampus.

Tim penulis terdiri dari:

  • Hujemiati – STIP Yapi Bone
  • Murni Djabar – STIP Yapi Bone
  • Andi Fentyrina – STAI Al Ghazali Bone
  • Muh. Tamrin – STAI Al Ghazali Bone
  • Fajrin – STAI Al Ghazali Bone
  • Mardi – STAI Al Ghazali Bone
  • Yusri L. – STAI Al Ghazali Bone
  • Jumardi – Universitas Sipatokkong Mambo

Sumber Penelitian

Hujemiati, Djabar, Fentyrina, Tamrin, Fajrin, Mardi, Yusri, & Jumardi. (2026). Campus Greening Movement through the Utilization of Idle Land for Mini Agroforestry. Indonesian Journal of Society Development (IJSD), Vol. 5 No. 2, hlm. 209–214.
DOIhttps://doi.org/10.55927/ijsd.v5i2.23
URL:  https://journalijsd.my.id/index.php/ijsd/index

Posting Komentar

0 Komentar