Ilustrasi by AI

Quezon City, Filipina — Penelitian yang dilakukan oleh John Lemer Bravo bersama Ruenna Jane Galvez, Saira Navarro, Michelle Colegio, dan Archeleigh Jatulan dari Polytechnic University of the Philippines pada 2026 menunjukkan bahwa permainan papan edukatif bernama JUMATHJI dinilai sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika, khususnya untuk membantu siswa memahami persamaan linear. Hasil ini menjadi penting di tengah tantangan rendahnya minat siswa terhadap matematika di berbagai sekolah.

Matematika selama ini dikenal sebagai mata pelajaran penting, tetapi juga sering dianggap sulit dan membosankan oleh siswa. Banyak guru berupaya mencari cara agar pembelajaran lebih menarik, salah satunya melalui pendekatan berbasis permainan. Dalam konteks ini, JUMATHJI dikembangkan sebagai permainan papan yang menggabungkan unsur hiburan dengan latihan pemecahan soal matematika.

Permainan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang interaktif sekaligus menantang. Melalui mekanisme permainan, siswa diajak untuk berpikir logis, memecahkan masalah, serta berinteraksi dengan teman sebaya. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah persepsi siswa bahwa matematika bukan sekadar hafalan rumus, melainkan aktivitas yang dapat dinikmati.

Penelitian dilakukan di tiga sekolah menengah negeri di Quezon City dengan melibatkan 36 guru matematika sebagai responden. Para guru diminta mengevaluasi JUMATHJI berdasarkan empat aspek utama, yaitu kesesuaian materi, kualitas media, kegunaan, serta daya tarik bagi siswa. Penilaian dilakukan menggunakan skala yang terstruktur untuk memastikan hasil yang objektif dan dapat diukur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa JUMATHJI memperoleh penilaian sangat tinggi di seluruh aspek. Dari sisi materi, permainan ini dianggap relevan, menarik, dan mampu mendukung tujuan pembelajaran matematika dengan baik. Nilai rata-rata untuk aspek ini mencapai 3,86 yang masuk kategori sangat layak.

Pada aspek kualitas, permainan dinilai memiliki aturan yang jelas, mudah dipahami, serta penyajian konsep yang baik. Guru menilai bahwa siswa dapat dengan cepat memahami cara bermain sekaligus memahami materi yang disampaikan melalui permainan tersebut. Rata-rata penilaian pada aspek ini mencapai 3,91, menunjukkan kualitas yang sangat baik.

Dari sisi kegunaan, JUMATHJI dinilai mampu membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis. Permainan ini juga dianggap efektif sebagai alat bantu pembelajaran yang dapat digunakan baik oleh guru maupun siswa secara mandiri. Nilai rata-rata pada aspek ini mencapai 3,83, yang tetap berada dalam kategori sangat layak.

Sementara itu, dari sisi daya tarik, JUMATHJI dinilai mampu meningkatkan minat belajar siswa. Permainan ini dianggap menarik, menantang, dan mampu membuat siswa lebih aktif dalam menyelesaikan soal matematika. Nilai rata-rata pada aspek ini mencapai 3,79, yang menunjukkan bahwa permainan ini disukai oleh pengguna.

Secara keseluruhan, JUMATHJI memperoleh nilai rata-rata 3,85 dan dikategorikan sangat layak sebagai media pembelajaran. Menariknya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat penerimaan terhadap permainan ini tidak dipengaruhi oleh faktor seperti usia, jenis kelamin, pengalaman mengajar, maupun tingkat pendidikan guru. Artinya, JUMATHJI dapat digunakan secara luas di berbagai kondisi sekolah.

Peneliti dari Polytechnic University of the Philippines menegaskan bahwa penggunaan permainan dalam pembelajaran matematika dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Mereka menyebut bahwa JUMATHJI tidak hanya membantu siswa memahami konsep persamaan linear, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan sikap positif terhadap matematika.

Implikasi dari penelitian ini cukup luas, terutama bagi dunia pendidikan. Sekolah dapat mulai mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis permainan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru juga didorong untuk lebih kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyenangkan.

Dalam konteks yang lebih luas, pendekatan seperti ini dapat membantu mengatasi masalah klasik dalam pendidikan matematika, yaitu rendahnya minat dan motivasi siswa. Dengan mengubah cara belajar menjadi lebih interaktif, siswa tidak hanya belajar lebih efektif, tetapi juga lebih menikmati prosesnya.

Profil Penulis
John Lemer Bravo – Polytechnic University of the Philippines
Ruenna Jane Galvez – Polytechnic University of the Philippines
Saira Navarro – Polytechnic University of the Philippines
Michelle Colegio – Polytechnic University of the Philippines
Archeleigh Jatulan – Polytechnic University of the Philippines

Sumber Penelitian
“Jumathji: Its Acceptability as an Interactive Learning Material for Enhancing Skills in Solving Linear Equation”
East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026