Pengembangan E-LKPD Liveworksheets Berbasis POE pada Inflasi dan Deflasi untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa


Ilustrasi by AI 

Lembar Kerja Digital Interaktif Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Ekonomi

Kemampuan berpikir kritis siswa pada materi inflasi dan deflasi dapat ditingkatkan melalui lembar kerja digital interaktif. Temuan ini dilaporkan oleh Asimatul Konita dan Retno Mustika Dewi dari State University of Surabaya dalam artikel yang terbit di International Journal of Integrative Sciences (IJIS) tahun 2026. Penelitian tersebut mengembangkan E-LKPD berbasis Liveworksheets yang dipadukan dengan model pembelajaran Predict–Observe–Explain (POE) untuk membantu siswa tidak hanya menghafal konsep ekonomi, tetapi juga menganalisis dan menjelaskan fenomena ekonomi nyata.

Di tengah tuntutan pendidikan abad ke-21, kemampuan berpikir kritis semakin dianggap sebagai keterampilan utama yang dibutuhkan siswa untuk menghadapi perubahan ekonomi, sosial, dan teknologi. Dalam pembelajaran ekonomi, kemampuan ini penting karena siswa dituntut memahami data, membaca grafik, menafsirkan fenomena ekonomi, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.

Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih sering mengandalkan lembar kerja cetak yang cenderung menekankan hafalan definisi dan latihan berpikir tingkat rendah. Berdasarkan observasi di SMA Negeri 4 Sidoarjo, siswa mengalami kesulitan menghubungkan konsep inflasi dan deflasi dengan kondisi ekonomi yang mereka temui sehari-hari. Materi yang abstrak ditambah media pembelajaran yang kurang interaktif membuat partisipasi dan kemampuan analitis siswa belum berkembang optimal.

Dari Lembar Kerja Cetak ke Pembelajaran Digital Interaktif

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim peneliti mengembangkan E-LKPD (Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik) berbasis platform Liveworksheets yang dipadukan dengan model Predict–Observe–Explain (POE).

Model ini mengajak siswa belajar melalui tiga tahap:

  • Predict (Memprediksi): siswa membuat dugaan awal terhadap suatu fenomena ekonomi.
  • Observe (Mengamati): siswa mengamati data, grafik, dan fakta yang tersedia.
  • Explain (Menjelaskan): siswa menjelaskan hasil pengamatan dan membandingkannya dengan prediksi awal.

Pengembangan media dilakukan menggunakan pendekatan ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian melibatkan 36 siswa kelas XI-L SMA Negeri 4 Sidoarjo dengan metode pretest–posttest untuk mengukur perubahan kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah penggunaan media.

Media pembelajaran dirancang menggunakan Canva, dipadukan dengan video yang dibuat melalui CapCut, lalu diintegrasikan ke Liveworksheets agar siswa dapat mengakses materi melalui ponsel dan mengerjakan aktivitas interaktif seperti drag-and-drop, pencocokan jawaban, soal esai, dan analisis data ekonomi.

Hasil: Lebih Banyak Siswa Mencapai Ketuntasan

Setelah diterapkan dalam pembelajaran, hasil yang diperoleh menunjukkan peningkatan yang cukup kuat.

Beberapa temuan utama penelitian meliputi:

  • Validasi ahli media: 77% (kategori layak)
  • Validasi ahli materi: 93% (kategori sangat layak)
  • Respons siswa: 86% (kategori sangat layak)
  • Rata-rata skor N-Gain: 0,5384 (kategori peningkatan sedang)

Perubahan juga terlihat dari hasil belajar siswa.

Sebelum penggunaan E-LKPD:

  • Hanya 3 siswa yang mencapai standar ketuntasan.

Setelah pembelajaran berbasis POE:

  • 31 siswa berhasil mencapai standar ketuntasan belajar.

Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon memperlihatkan bahwa 34 siswa mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis, satu siswa mengalami penurunan, dan satu siswa tidak mengalami perubahan. Nilai signifikansi menunjukkan perbedaan hasil yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi.

Belajar Inflasi Melalui Data dan Fenomena Nyata

Salah satu aspek menarik dari penelitian ini adalah cara materi inflasi diajarkan.

Pada tahap prediksi, siswa diminta mengamati tren kenaikan harga beras tahun 2025 melalui video dan grafik interaktif lalu memperkirakan penyebab serta dampaknya.

Pada tahap observasi, siswa menganalisis data dari Badan Pusat Statistik (BPS), membaca grafik ekonomi, dan membandingkan prediksi mereka dengan kondisi nyata.

Selanjutnya pada tahap penjelasan, siswa menyusun argumen dan menyampaikan kesimpulan secara tertulis maupun lisan berdasarkan bukti yang ditemukan.

Menurut Asimatul Konita dan Retno Mustika Dewi dari Universitas Negeri Surabaya, pendekatan ini membuat siswa lebih aktif membangun pemahaman sendiri, bukan sekadar menerima informasi dari guru. Integrasi media digital dengan tahapan berpikir sistematis membantu siswa mengembangkan kemampuan analisis, evaluasi, dan penarikan kesimpulan dalam konteks ekonomi nyata.

Implikasi untuk Pendidikan Indonesia

Hasil penelitian ini memperkuat gagasan bahwa transformasi digital pendidikan tidak cukup hanya menyediakan perangkat atau akses internet.

Yang menentukan adalah bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang mendorong siswa berpikir lebih dalam.

Bagi guru, E-LKPD berbasis POE menawarkan model pembelajaran ekonomi yang lebih kontekstual dan interaktif.

Bagi sekolah, hasil ini menunjukkan pentingnya dukungan infrastruktur teknologi dan pelatihan guru.

Sementara bagi pembuat kebijakan, penelitian ini memberikan sinyal bahwa penguatan keterampilan abad ke-21 perlu didukung desain pembelajaran yang terstruktur, bukan sekadar digitalisasi materi.

Profil Penulis

Asimatul Konita — Peneliti bidang Pendidikan Ekonomi dari State University of Surabaya dengan fokus pada media pembelajaran digital, pengembangan E-LKPD, dan peningkatan keterampilan berpikir kritis.

Retno Mustika Dewi — Akademisi dan dosen di State University of Surabaya yang meneliti pendidikan ekonomi, inovasi pembelajaran, dan desain media pendidikan.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Development of POE-Based Liveworksheets E-LKPD on Inflation and Deflation to Improve Students’ Critical Thinking Skills
Jurnal: International Journal of Integrative Sciences (IJIS), Vol. 5 No. 2
Tahun Publikasi: 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijis.v5i5.33
URLhttps://journalijis.my.id/index.php/ijis/index

Posting Komentar

0 Komentar