Kemampuan guru dalam meyakini kapasitas dirinya ternyata berpengaruh besar terhadap keterlibatan siswa dalam belajar. Temuan ini dipublikasikan oleh Mariano Dos Santos dari Instituto Católico para Formação de Professores melalui penelitian meta-analisis yang terbit pada 2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS). Studi tersebut menegaskan bahwa semakin tinggi self-efficacy atau keyakinan guru terhadap kemampuan mengajarnya, semakin tinggi pula keterlibatan emosional, kognitif, dan perilaku siswa di kelas.
Penelitian ini menjadi penting di tengah perubahan sistem pendidikan global pascapandemi COVID-19 dan meningkatnya penggunaan pembelajaran digital maupun hybrid. Dalam kondisi tersebut, guru tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu membangun suasana belajar yang aktif, suportif, dan adaptif bagi siswa.
Mariano Dos Santos melakukan sintesis terhadap 20 penelitian internasional yang dipublikasikan sepanjang 2014–2024. Seluruh data dikumpulkan dari basis data Scopus dan dianalisis menggunakan pendekatan meta-analisis untuk melihat kekuatan hubungan antara efikasi guru dan keterlibatan siswa dalam berbagai konteks pendidikan dasar dan menengah.
Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif yang signifikan dengan nilai efek rata-rata sebesar 0,48. Artinya, guru yang percaya diri terhadap kemampuan mengelola kelas, memotivasi siswa, dan menyampaikan pembelajaran cenderung mampu meningkatkan partisipasi siswa secara nyata dalam proses belajar.
Beberapa temuan utama penelitian meliputi:
- Guru dengan self-efficacy tinggi lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung siswa.
- Strategi pembelajaran adaptif dan interaktif meningkatkan keterlibatan siswa secara emosional maupun akademik.
- Efikasi guru tetap menjadi faktor penting dalam pembelajaran daring dan hybrid.
- Analisis publikasi menunjukkan hasil penelitian sangat kuat dan tidak dipengaruhi bias publikasi.
Dalam analisis forest plot yang ditampilkan pada halaman hasil penelitian, skala Learning Engagement Scale menunjukkan pengaruh paling tinggi terhadap keterlibatan siswa, diikuti Teacher Self-Efficacy Scale. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kualitas interaksi guru menjadi faktor sentral dalam keberhasilan pembelajaran modern.
Mariano Dos Santos menjelaskan bahwa guru dengan tingkat efikasi tinggi cenderung lebih reflektif, inovatif, dan berani mengambil pendekatan pedagogis baru untuk membantu siswa belajar lebih efektif. Guru seperti ini juga dinilai lebih mampu memberikan dukungan emosional kepada siswa, terutama dalam pembelajaran berbasis teknologi.
Penelitian juga menemukan adanya variasi hasil antarwilayah dan tingkat pendidikan. Faktor seperti pengalaman mengajar, budaya sekolah, instrumen pengukuran, serta dukungan institusi memengaruhi kekuatan hubungan antara efikasi guru dan keterlibatan siswa.
Implikasi penelitian ini dinilai luas bagi dunia pendidikan. Sekolah dan pemerintah didorong untuk memperkuat pelatihan profesional guru yang berfokus pada peningkatan kepercayaan diri mengajar, kemampuan manajemen kelas, serta penguasaan teknologi pembelajaran digital. Penelitian ini juga merekomendasikan program mentoring, komunitas belajar kolaboratif, dan pelatihan reflektif sebagai strategi meningkatkan kualitas guru secara berkelanjutan.
Dalam konteks kebijakan publik, hasil studi ini dapat menjadi dasar pengembangan evaluasi kinerja guru yang tidak hanya menilai capaian akademik siswa, tetapi juga memperhatikan aspek non-kognitif seperti efikasi diri guru dan kemampuan membangun keterlibatan siswa di kelas.
Profil Penulis
- Mariano Dos Santos - Instituto Católico para Formação de Professores.
Sumber Penelitian
Dos Santos, Mariano. “Exploring the Impact of Teachers’ Self-Efficacy on Student Engagement: A Meta-Analytic Synthesis.” International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4, No. 4, 2026.

0 Komentar