Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Bandung - Komunikasi WhatsApp Business Rumah Sakit Ternyata Menentukan Keputusan Pasien, Ini Temuannya. Penelitian yang dilakukan oleh Iman Sulaeman dari Telkom University, dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa pentingnya interaktivitas, keaslian komunikasi, serta tingkat visibilitas dalam membentuk kepercayaan dan minat pasien.
Penelitian yang dilakukan oleh Iman Sulaeman dari Telkom University menyoroti bahwa efektivitas komunikasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan kanal tersebut, melainkan oleh kualitas interaksi yang terjadi di dalamnya.
Latar Belakang: Komunikasi Digital di Dunia Kesehatan
Berbeda dengan sektor lain, komunikasi dalam layanan kesehatan melibatkan tingkat ketidakpastian dan risiko emosional yang tinggi. Pasien tidak hanya mencari informasi, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang terlalu mekanis atau sekadar informatif tidak cukup. Peneliti menyoroti bahwa banyak rumah sakit masih fokus pada kecepatan respons, tanpa memperhatikan aspek empati dan keaslian pesan. Padahal, faktor-faktor tersebut justru berperan besar dalam membentuk persepsi pasien terhadap kualitas layanan.
Metodologi: Survei 480 Pasien Edelweiss Hospital
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 480 responden yang pernah berinteraksi dengan Edelweiss Hospital melalui WhatsApp Business. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan metode SEM–PLS (Structural Equation Modeling – Partial Least Squares). Responden mayoritas berasal dari wilayah Bandung Timur dan berada dalam rentang usia produktif (30–44 tahun). Sebagian besar telah menggunakan layanan rumah sakit lebih dari tiga kali, sehingga penilaian mereka didasarkan pada pengalaman berulang.
Temuan Utama: Interaktivitas dan Kepercayaan Jadi Kunci
Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin penting:
Penelitian yang dilakukan oleh Iman Sulaeman dari Telkom University menyoroti bahwa efektivitas komunikasi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan kanal tersebut, melainkan oleh kualitas interaksi yang terjadi di dalamnya.
Latar Belakang: Komunikasi Digital di Dunia Kesehatan
Berbeda dengan sektor lain, komunikasi dalam layanan kesehatan melibatkan tingkat ketidakpastian dan risiko emosional yang tinggi. Pasien tidak hanya mencari informasi, tetapi juga rasa aman dan kepercayaan. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang terlalu mekanis atau sekadar informatif tidak cukup. Peneliti menyoroti bahwa banyak rumah sakit masih fokus pada kecepatan respons, tanpa memperhatikan aspek empati dan keaslian pesan. Padahal, faktor-faktor tersebut justru berperan besar dalam membentuk persepsi pasien terhadap kualitas layanan.
Metodologi: Survei 480 Pasien Edelweiss Hospital
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 480 responden yang pernah berinteraksi dengan Edelweiss Hospital melalui WhatsApp Business. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan metode SEM–PLS (Structural Equation Modeling – Partial Least Squares). Responden mayoritas berasal dari wilayah Bandung Timur dan berada dalam rentang usia produktif (30–44 tahun). Sebagian besar telah menggunakan layanan rumah sakit lebih dari tiga kali, sehingga penilaian mereka didasarkan pada pengalaman berulang.
Temuan Utama: Interaktivitas dan Kepercayaan Jadi Kunci
Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin penting:
- Interaktivitas adalah faktor terkuat dalam meningkatkan nilai yang dirasakan pasien. Respons cepat, kemampuan menjawab pertanyaan lanjutan, dan komunikasi dua arah membuat pasien merasa lebih terbantu dan efisien.
- Keaslian komunikasi menjadi penentu utama kepercayaan pasien. Pesan yang terasa manusiawi, sopan, dan empatik meningkatkan keyakinan pasien terhadap kompetensi dan niat baik rumah sakit.
- Visibilitas memiliki efek ganda. Positif: memudahkan pasien menemukan layanan dan meningkatkan nilai yang dirasakan. Negatif: jika terlalu sering atau bersifat promosi, justru menurunkan kepercayaan.
- Kepercayaan adalah faktor paling kuat yang memengaruhi niat pasien menggunakan layanan. Disusul oleh nilai yang dirasakan.
Secara statistik, kepercayaan memiliki pengaruh terbesar terhadap keputusan pasien, dengan nilai koefisien tertinggi dibanding variabel lain.
Implikasi Praktis untuk Rumah Sakit
Temuan ini memberikan sejumlah rekomendasi konkret bagi pengelola rumah sakit:
Implikasi Praktis untuk Rumah Sakit
Temuan ini memberikan sejumlah rekomendasi konkret bagi pengelola rumah sakit:
- Prioritaskan komunikasi dua arah. Berikan ruang bagi pasien untuk bertanya dan mendapatkan jawaban yang jelas.
- Latih admin dengan pendekatan empati. Bukan hanya cepat, tetapi juga mampu memahami kebutuhan pasien.
- Gunakan bahasa yang personal dan tidak kaku. Hindari balasan yang terlalu template atau robotik.
- Kelola pesan promosi dengan hati-hati. Terlalu banyak broadcast dapat menurunkan kepercayaan.
- Jadikan WhatsApp sebagai layanan frontline. Bukan sekadar kanal tambahan, tetapi bagian inti dari pelayanan.
Profil Penulis
Iman Sulaeman adalah peneliti dari Telkom University yang fokus pada bidang komunikasi digital, pemasaran layanan, dan perilaku konsumen di era teknologi.
Sumber Penelitian
Sulaeman, I. (2026). Communication Dynamics on WhatsApp Business and Their Impact on Patient Purchase Intention: An SEM–PLS Study (Case Study from Edelweiss Hospital Bandung – Indonesia). Asian Journal of Management Analytics (AJMA), Vol. 5 No. 1, hlm. 217–230.

0 Komentar