Upah Jadi Penentu Produktivitas Pengrajin Gerabah Banyumulek, Pendidikan Tidak Berpengaruh Signifikan

Ilustrasi by AI

Produktivitas tenaga kerja pada industri kerajinan gerabah di Desa Banyumulek, Lombok Barat, dipengaruhi oleh faktor ekonomi terutama upah. Temuan ini dilaporkan oleh Dwi Lestari, Himawan Sutanto, dan Irwan Suriadi dari Universitas Mataram dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2026. Studi tersebut penting karena industri gerabah Banyumulek merupakan salah satu pusat ekonomi kreatif daerah yang menopang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat.

Banyumulek dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah tradisional yang menghasilkan berbagai produk dekoratif dan kebutuhan rumah tangga. Industri ini menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak keluarga sekaligus mendukung sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Namun, produktivitas tenaga kerja di sektor kerajinan tradisional sering dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi yang belum sepenuhnya dipahami.

Penelitian yang dilakukan oleh tim Universitas Mataram mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan menganalisis empat faktor utama yang diduga memengaruhi produktivitas tenaga kerja: upah, tingkat pendidikan, usia, dan pengalaman kerja.

Metodologi Penelitian

Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap para pengrajin gerabah di Desa Banyumulek, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Beberapa poin metodologi utama penelitian:

  • Populasi penelitian: 200 pengrajin gerabah
  • Sampel penelitian: 67 responden, dihitung menggunakan rumus Slovin
  • Pengumpulan data: kuesioner kepada pengrajin serta data dari instansi pemerintah
  • Analisis data: regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh masing-masing faktor terhadap produktivitas tenaga kerja.

Pendekatan ini digunakan untuk melihat bagaimana karakteristik tenaga kerja dan kondisi ekonomi memengaruhi kemampuan pengrajin dalam menghasilkan produk.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan penting terkait produktivitas tenaga kerja di industri gerabah Banyumulek:

  1. Upah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja.
    Peningkatan upah mendorong motivasi dan efisiensi kerja para pengrajin.
  2. Tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas.
    Hal ini terjadi karena industri gerabah lebih mengandalkan keterampilan praktis yang diperoleh melalui pengalaman langsung.
  3. Usia pekerja tidak terbukti memengaruhi produktivitas secara signifikan.
    Produktivitas lebih dipengaruhi oleh ketelitian dan keterampilan dibanding faktor usia.
  4. Pengalaman kerja juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara statistik.
    Banyak pengrajin memiliki keterampilan yang relatif serupa karena proses produksi masih bersifat tradisional.

Secara keseluruhan, keempat variabel tersebut tetap memiliki pengaruh terhadap produktivitas jika dilihat secara bersamaan, meskipun tidak semuanya signifikan secara individu.

Implikasi bagi Industri Kerajinan dan Kebijakan

Temuan ini menunjukkan bahwa insentif ekonomi seperti upah memiliki peran penting dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja di sektor kerajinan tradisional.

Menurut para peneliti dari Universitas Mataram, peningkatan kesejahteraan pengrajin dapat mendorong motivasi kerja dan efisiensi produksi. Sementara itu, peningkatan keterampilan praktis melalui pelatihan dinilai lebih relevan dibanding hanya mengandalkan pendidikan formal.

Bagi pemerintah daerah, hasil penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi kebijakan:

  • menyediakan pelatihan keterampilan berbasis praktik bagi pengrajin
  • memberikan dukungan permodalan dan pemasaran produk
  • memperkuat ekosistem industri kreatif lokal agar produk gerabah mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Profil Penulis

  • Dwi Lestari –  Universitas Mataram.
  • Himawan Sutanto –  Universitas Mataram 
  • Irwan Suriadi –  Universitas Mataram 

Sumber Penelitian

Lestari, D., Sutanto, H., & Suriadi, I. (2026). “Analysis of Factors Affecting Workforce Productivity Work Industry Craft Pottery in Village Banyumulek, Kediri District, West Lombok Regency.”
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 2, 2026, pp. 687–700.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.10

URL: https://journalijbae.my.id/index.php/ijbae

Posting Komentar

0 Komentar