Capitão Poço, Brasil — Penelitian yang dilakukan oleh Marluce Reis Souza Santa-BrÃgida dari Universidade Federal Rural da Amazônia bersama tim peneliti lintas institusi Brasil menunjukkan bahwa sistem agroforestri yang dipadukan dengan teknologi irigasi IrrigaPote mampu meningkatkan kualitas tanah sekaligus memperkuat ketahanan pertanian keluarga di wilayah Amazon. Studi ini dilaksanakan sepanjang Agustus 2023 hingga Agustus 2024 di komunitas Cristo Rei, Pará, Brasil, dan menjadi dasar ilmiah penting bagi penerapan teknologi irigasi hemat air di kawasan tropis dengan kesuburan tanah rendah.
Wilayah Amazon dikenal memiliki tanah yang secara alami bersifat asam, miskin unsur hara, serta rentan terhadap pencucian nutrisi akibat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut selama ini menjadi tantangan utama bagi petani kecil dalam mempertahankan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Sistem agroforestri kemudian berkembang sebagai solusi karena mampu menggabungkan produksi pertanian dengan konservasi lingkungan.
Penelitian ini mengevaluasi kualitas tanah secara menyeluruh melalui analisis kimia, fisik, biologis, dan mineralogi pada sistem agroforestri berbasis tanaman lemon yang dikombinasikan dengan pohon lokal. Evaluasi dilakukan pada beberapa kedalaman tanah untuk memastikan kesiapan lahan dalam mendukung penerapan teknologi irigasi sosial IrrigaPote.
Hasil penelitian menunjukkan tanah di lokasi studi memiliki tingkat keasaman sedang dengan pH antara 5,26 hingga 5,30 serta kapasitas tukar kation rendah. Kandungan fosfor tersedia juga tergolong rendah, yaitu 1,43 mg per dm³ pada lapisan atas dan 0,72 mg per dm³ pada lapisan bawah tanah. Kondisi tersebut merupakan karakteristik umum tanah Amazon yang didominasi mineral kaolinit serta oksida besi dan aluminium.
Meski demikian, sistem agroforestri terbukti meningkatkan kandungan bahan organik tanah secara bertahap. Lapisan tanah bagian atas menunjukkan kandungan karbon organik sebesar 20,02 gram per kilogram dan bahan organik sebesar 34,5 gram per kilogram. Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan lapisan tanah yang lebih dalam, menunjukkan kontribusi penting serasah tanaman dan aktivitas akar dalam memperbaiki kesuburan tanah.
Dari sisi struktur tanah, penelitian menemukan dominasi fraksi pasir hingga 782,5 gram per kilogram pada lapisan permukaan. Tekstur seperti ini biasanya menyebabkan tanah mudah kehilangan air dan unsur hara. Namun keberadaan vegetasi permanen dalam sistem agroforestri mampu meningkatkan stabilitas agregat tanah serta memperbaiki kemampuan tanah menyimpan air.
Aktivitas biologis tanah juga menunjukkan hasil yang sangat kuat. Aktivitas enzim arilsulfatase tercatat pada nilai 97 dan termasuk kategori sangat tinggi. Aktivitas beta-glukosidase mencapai nilai 63 dan tergolong tinggi. Kedua indikator tersebut menunjukkan proses daur ulang unsur hara berlangsung aktif sehingga mendukung kesuburan tanah secara alami.
Indeks kualitas tanah biologis mencapai nilai 0,91 dan indeks penyimpanan unsur hara mencapai 0,96. Kedua nilai tersebut menunjukkan kemampuan tanah yang sangat baik dalam menjaga stabilitas nutrisi bagi tanaman. Temuan ini menegaskan bahwa sistem agroforestri mampu mempertahankan fungsi ekologis tanah meskipun berada pada lingkungan dengan keterbatasan mineral aktif.
Analisis mineralogi tanah menunjukkan dominasi mineral kuarsa, disertai kaolinit dan anatase. Komposisi ini mencerminkan tingkat pelapukan tanah yang tinggi dan kapasitas alami penyimpanan unsur hara yang rendah. Dalam kondisi tersebut, bahan organik tanah dan aktivitas mikroorganisme menjadi faktor utama penentu kesuburan lahan.
Teknologi IrrigaPote yang diuji dalam penelitian ini bekerja melalui sistem irigasi bawah permukaan yang melepaskan air secara perlahan langsung ke zona akar tanaman. Metode ini meningkatkan efisiensi penggunaan air karena mampu mengurangi kehilangan akibat penguapan dan aliran air ke lapisan tanah yang lebih dalam.
Kelembapan tanah yang lebih stabil terbukti mendukung aktivitas mikroorganisme serta memperkuat proses daur ulang unsur hara. Stabilitas tersebut juga membantu menjaga kandungan karbon organik tanah sehingga meningkatkan ketahanan sistem pertanian terhadap perubahan iklim.
Dalam kondisi iklim tropis yang semakin tidak menentu akibat perubahan pola hujan dan peningkatan suhu, teknologi IrrigaPote dinilai mampu menjadi solusi adaptif bagi pertanian keluarga. Sistem ini membantu mengurangi risiko kekeringan, menjaga stabilitas lingkungan perakaran tanaman, serta mempertahankan produktivitas lahan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi sistem agroforestri dan irigasi hemat air dapat mengompensasi keterbatasan kesuburan tanah tropis yang secara alami miskin mineral aktif. Pendekatan ini membuka peluang pengembangan pertanian berkelanjutan yang lebih tangguh terhadap tekanan lingkungan di kawasan Amazon dan wilayah tropis lainnya.
Penelitian ini dilakukan oleh Marluce Reis Souza Santa-BrÃgida dari Universidade Federal Rural da Amazônia, Lucietta Guerreiro Martorano dari Embrapa Amazônia Oriental, Carlos Augusto Cordeiro Costa dari Universidade Federal Rural da Amazônia, LetÃcia Moura da Silva dari Universidade Estadual de Campinas, Marcos Cesar Danhoni Neves dari Universidade Estadual de Maringá, Marcelo Moreira de Oliveira dari Universidade Federal do Pará, dan Flávia Cristina de Araújo Lucas dari Universidade do Estado do Pará.
0 Komentar