Penelitian tahun 2026 oleh Dadang Ismail Marzuki, Bangun,
dan Haposan Simatupang dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia
menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan Komponen Cadangan (Komcad) berbasis
kesiapan wilayah mampu memperkuat tugas pokok TNI, meski implementasinya belum
optimal. Temuan ini penting karena Indonesia menghadapi ancaman multidimensi
yang semakin kompleks dan membutuhkan sistem pertahanan yang adaptif dan
terintegrasi.
Perkembangan ancaman modern tidak lagi terbatas pada konflik
militer konvensional, tetapi juga mencakup terorisme, serangan siber, konflik
hibrida, hingga tekanan sosial-politik. Sebagai negara kepulauan dengan lebih
dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjaga
kedaulatan wilayah. Keterbatasan jumlah personel aktif TNI membuat peran Komcad
menjadi semakin strategis sebagai kekuatan pendukung dalam sistem pertahanan
semesta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
analisis strategis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman). Data
dikumpulkan melalui studi dokumen, literatur kebijakan pertahanan, serta
analisis konseptual. Diagram pada halaman 5 menunjukkan alur penelitian yang
sistematis, mulai dari identifikasi masalah hingga perumusan strategi berbasis
kesiapan wilayah sebagai variabel utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Komcad
memiliki dasar hukum yang kuat, namun secara operasional belum sepenuhnya
terintegrasi dalam sistem komando teritorial TNI. Sejumlah temuan utama
meliputi:
- Jumlah personel Komcad meningkat hingga lebih dari 47.000 orang
- Distribusi personel belum merata antar wilayah
- Pelatihan belum berkelanjutan dan belum terstandarisasi
- Integrasi dengan sistem komando TNI masih terbatas
Selain itu, kendala utama yang diidentifikasi antara lain
keterbatasan sumber daya, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, serta
infrastruktur dan kesiapan wilayah yang belum merata. Kondisi geografis
Indonesia sebagai negara kepulauan turut memperumit mobilisasi dan distribusi
kekuatan pertahanan.
Analisis SWOT yang ditampilkan pada halaman 9 menunjukkan
bahwa strategi agresif (SO) menjadi pendekatan utama, dengan memanfaatkan
kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal. Strategi yang
direkomendasikan antara lain:
- Digitalisasi sistem mobilisasi dan database Komcad
- Pengembangan pelatihan berbasis spesialisasi, termasuk bidang siber
- Peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor pendidikan
- Penguatan sistem peringatan dini berbasis masyarakat
- Modernisasi manajemen Komcad berbasis teknologi
Dadang Ismail Marzuki dari Universitas Pertahanan
menjelaskan bahwa penguatan Komcad tidak cukup hanya melalui penambahan jumlah
personel. Yang lebih penting adalah memastikan kesiapan operasional melalui
pelatihan berkelanjutan, integrasi sistem komando, serta dukungan logistik yang
memadai.
Dampak penelitian ini sangat relevan bagi kebijakan
pertahanan nasional. Penguatan Komcad berbasis kesiapan wilayah dapat
meningkatkan daya tangkal (deterrence) Indonesia terhadap berbagai ancaman,
baik militer maupun non-militer. Selain itu, keterlibatan masyarakat sipil
dalam sistem pertahanan juga memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh.
Dalam jangka panjang, strategi ini berpotensi mendorong
transformasi sistem pertahanan Indonesia menuju model yang lebih modern,
adaptif, dan berbasis teknologi. Namun, keberhasilan implementasi sangat
bergantung pada integrasi kebijakan, peningkatan anggaran, serta koordinasi
antara TNI, pemerintah daerah, dan sektor sipil.
Profil Penulis
- Dadang Ismail Marzuki - Universitas Pertahanan Republik
- Bangun – Universitas Pertahanan Republik
- Haposan Simatupang - Universitas Pertahanan Republik
Sumber Penelitian
Marzuki, D. I., Bangun, & Simatupang, H. (2026). Strategy for Empowering
the Reserve Component Based on Regional Preparedness to Strengthen the Core
Duties of the TNI in Supporting National Defence. Contemporary Journal of
Applied Sciences (CJAS), Vol. 4 No. 3, 249–264.
DOI: https://doi.org/10.55927/cjas.v4i3.143
URL: https://ntlformosapublisher.org/index.php/cjas

0 Komentar