Medan — Sistem penghargaan terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai di Unit Pelaksana Teknis Operasional Pemeliharaan Jalan dan Drainase (UPT OPJD) Medan Kota. Temuan ini disampaikan oleh Moch Eka Indrawan K, Muhammad Kelana Putra Sembiring, Ahmad Fuadi Lubis, Ruth Damayanty Solin, Ahmad Zunaedi Nst, dan Supriadi dari Universitas Islam Sumatera Utara dalam penelitian yang dipublikasikan tahun 2026.
Penelitian ini penting karena UPT OPJD Medan Kota memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan dan sistem drainase perkotaan. Kinerja pegawai di unit tersebut secara langsung memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan kualitas layanan publik di wilayah Medan Kota.
Dalam praktiknya, masih terdapat keluhan masyarakat terkait keterlambatan penyelesaian pekerjaan dan kualitas pemeliharaan infrastruktur. Kondisi tersebut mendorong perlunya evaluasi faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai, salah satunya melalui sistem penghargaan yang adil dan transparan.
Penelitian dilakukan terhadap seluruh 38 pegawai UPT OPJD Medan Kota menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penghargaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai uji statistik menunjukkan t-hitung sebesar 3,546 dengan tingkat signifikansi 0,001. Artinya, semakin baik sistem penghargaan diterapkan, semakin meningkat pula kinerja pegawai dalam menjalankan tugasnya.
Penelitian juga menemukan bahwa sistem penghargaan mampu menjelaskan 25,9 persen variasi kinerja pegawai. Sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kepemimpinan, motivasi kerja, disiplin, budaya organisasi, dan lingkungan kerja.
Secara umum, pegawai menilai sistem penghargaan di UPT OPJD Medan Kota berada pada kategori cukup baik. Bentuk penghargaan yang dinilai paling berpengaruh antara lain pemberian bonus berbasis kinerja, pengakuan dari atasan, serta hubungan kerja yang harmonis di lingkungan organisasi.
Moch Eka Indrawan K dari Universitas Islam Sumatera Utara menjelaskan bahwa penghargaan tidak hanya berupa insentif finansial, tetapi juga mencakup pengakuan profesional, kesempatan pengembangan karier, serta lingkungan kerja yang mendukung.
Ketika pegawai merasa kontribusinya dihargai secara adil dan transparan, mereka cenderung meningkatkan produktivitas, kualitas pekerjaan, dan tanggung jawab terhadap tugas organisasi. Sebaliknya, sistem penghargaan yang tidak merata dapat menurunkan motivasi kerja dan memperlambat pencapaian target layanan publik.
Temuan ini memperkuat pentingnya reformasi manajemen sumber daya manusia di sektor pemerintah, khususnya pada unit teknis yang berperan langsung dalam pelayanan infrastruktur masyarakat. Sistem penghargaan yang efektif dinilai mampu meningkatkan loyalitas pegawai sekaligus memperkuat kinerja organisasi secara keseluruhan.
Bagi pemerintah daerah, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan penghargaan yang lebih transparan, proporsional, dan berbasis kinerja. Dengan demikian, kualitas pelayanan publik di sektor pemeliharaan jalan dan drainase dapat meningkat secara berkelanjutan.
0 Komentar