Sikap Kewirausahaan Jadi Penghubung Pelatihan dan Niat Berwirausaha di Ogan Ilir

Ilustrasi By Ai

Sikap kewirausahaan menjadi faktor penentu yang menghubungkan pelatihan dengan niat berwirausaha, menurut studi tahun 2026 oleh Reynaldo Satrio Fischa, Fitriasuri, Dina Mellita, dan Septiani Fransisca dari Universitas Bina Darma Palembang. Penelitian ini dilakukan pada peserta program Competency Based Training (CBT) di Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Ogan Ilir, dan menyoroti pentingnya aspek psikologis dalam keberhasilan program kewirausahaan.

Permasalahan utama yang diangkat adalah masih tingginya angka pengangguran dan terbatasnya lapangan kerja, meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai program pelatihan dan bantuan modal. Banyak peserta pelatihan belum mampu mengubah keterampilan yang diperoleh menjadi usaha nyata.

Penelitian ini melibatkan 150 peserta pelatihan dengan metode survei kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis untuk melihat hubungan langsung maupun tidak langsung antara pelatihan, bantuan modal, sikap kewirausahaan, dan niat berwirausaha.

Temuan Utama

Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin penting:

  • Pelatihan berbasis kompetensi (CBT) meningkatkan sikap kewirausahaan secara signifikan
  • CBT tidak berpengaruh langsung terhadap niat berwirausaha
  • Bantuan modal berpengaruh langsung terhadap niat berwirausaha
  • Bantuan modal tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap kewirausahaan
  • Sikap kewirausahaan berpengaruh kuat terhadap niat berwirausaha
  • Sikap kewirausahaan menjadi mediator penuh antara CBT dan niat berwirausaha
  • Tidak ditemukan efek mediasi antara bantuan modal dan niat berwirausaha

Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan baru efektif jika mampu membentuk pola pikir kewirausahaan.

Mindset Lebih Penting dari Sekadar Keterampilan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan teknis saja tidak cukup untuk mendorong seseorang memulai usaha. Banyak peserta memiliki kemampuan, tetapi belum memiliki kepercayaan diri, keberanian mengambil risiko, dan motivasi untuk berwirausaha.

Reynaldo Satrio Fischa dari Universitas Bina Darma menekankan bahwa sikap kewirausahaan menjadi jembatan utama antara pembelajaran dan tindakan nyata. Tanpa perubahan mindset, pelatihan hanya berhenti pada peningkatan pengetahuan.

Di sisi lain, bantuan modal memiliki peran berbeda. Dukungan finansial mampu langsung meningkatkan niat berwirausaha karena mengurangi hambatan ekonomi, namun tidak membentuk kesiapan mental.

Dampak bagi Kebijakan dan Dunia Usaha

Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemerintah dan lembaga pelatihan:

  • Program pelatihan perlu menekankan pengembangan mindset kewirausahaan
  • Bantuan modal harus disertai pendampingan dan mentoring
  • Perlu pendekatan bertahap: membangun sikap terlebih dahulu, lalu memberikan modal
  • Evaluasi program sebaiknya mengukur perubahan perilaku, bukan hanya keterampilan

Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan efektivitas program dan mendorong lahirnya wirausaha baru secara berkelanjutan.

Profil Penulis

  • Reynaldo Satrio Fischa –  Universitas Bina Darma
  • Fitriasuri – Universitas Bina Darma
  • Dina Mellita – Universitas Bina Darma
  • Septiani Fransisca  –  Universitas Bina Darma

Sumber

Fischa, R. S., Fitriasuri, Mellita, D., & Fransisca, S. (2026). Competency Based Training, Capital Assistance, and Entrepreneurial Intention: The Mediating Role of Entrepreneurial Attitude. International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE), Vol. 5 No. 2, 725–744.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.17

URL: https://journalijbae.my.id/index.php/ijbae

Posting Komentar

0 Komentar