Kesiapan Militer dan Pentingnya Pelatihan Berkelanjutan dalam Menghadapi Ancaman Kontemporer

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Latihan Militer Berkelanjutan Jadi Kunci Hadapi Ancaman Modern Multidimensi. Penelitian yang dilakukan oleh Deni Susanto, Sri Murtiana, dan Haetami dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa latihan militer yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi faktor krusial dalam menjaga kesiapan tempur di tengah ancaman global yang semakin kompleks.

Penelitian yang dilakukan oleh 
Deni Susanto, Sri Murtiana, dan Haetami dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia menyoroti bahwa kesiapan militer tidak cukup hanya mengandalkan jumlah personel atau kecanggihan alutsista, tetapi juga pada kualitas latihan yang terus diperbarui.

Ancaman Modern Semakin Kompleks
Penelitian ini menggambarkan bahwa ancaman keamanan saat ini bersifat non-linear, asimetris, dan multidimensi. Serangan bisa terjadi tanpa kontak fisik langsung, seperti melalui peretasan sistem komunikasi, propaganda digital, atau manipulasi informasi publik. Dalam konteks ini, kemampuan militer harus mencakup berbagai domain sekaligus darat, laut, udara, siber, dan informasi. “Konflik modern tidak hanya terjadi di medan tempur, tetapi juga di ruang digital dan persepsi publik,” tulis para peneliti dari Universitas Pertahanan RI. Fenomena perang hibrida menjadi contoh nyata. Strategi ini menggabungkan operasi militer konvensional dengan taktik non-militer seperti tekanan ekonomi dan kampanye informasi, sehingga membuat respons menjadi lebih kompleks.

Latihan Berkelanjutan Bukan Sekadar Rutinitas
Studi ini menekankan bahwa latihan militer tidak boleh lagi dianggap sebagai kegiatan rutin administratif. Sebaliknya, latihan harus menjadi proses berkelanjutan yang mencakup siklus perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan perbaikan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur dari berbagai dokumen pertahanan, jurnal ilmiah, dan laporan strategi militer global. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami dinamika kesiapan militer secara menyeluruh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan berkelanjutan memberikan dampak signifikan pada tiga utama:
  • Individu: meningkatkan ketahanan fisik, kemampuan berpikir cepat, dan ketangguhan mental.
  • Kelompok: memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antar unit.
  • Institusi: meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan strategi dan teknologi.
Simulasi dan Teknologi Jadi Kunci
Latihan modern kini tidak lagi hanya berupa latihan fisik di lapangan. Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan simulasi berbasis skenario, termasuk:
  • Simulasi serangan siber.
  • Latihan perang kota (urban warfare).
  • Simulasi bencana dan bantuan kemanusiaan.
  • Latihan menghadapi disinformasi.
Selain itu, integrasi teknologi seperti sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) memungkinkan koordinasi real-time di medan operasi.

Dampak bagi Kebijakan dan Pertahanan Nasional
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi kebijakan pertahanan. Pemerintah dan institusi militer perlu:
  • Meningkatkan investasi pada teknologi pelatihan.
  • Mengintegrasikan ancaman siber dan informasi dalam kurikulum militer.
  • Mengembangkan sistem evaluasi berbasis data.
  • Membangun budaya pembelajaran berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, kesiapan militer dapat terus terjaga dan mampu menghadapi ancaman yang terus berkembang.

Profil Penulis
Deni Susanto
merupakan peneliti di Universitas Pertahanan Republik Indonesia dengan fokus pada studi pertahanan dan strategi militer modern.
Sri Murtiana adalah akademisi di Universitas Pertahanan RI yang meneliti kebijakan pertahanan dan pengembangan sumber daya manusia militer.
Haetami juga berasal dari Universitas Pertahanan RI dengan keahlian di bidang strategi militer dan transformasi organisasi pertahanan.

Sumber Penelitian
Susanto, D., Murtiana, S., & Haetami. (2026). Military Readiness and the Urgency of Continuous Training in Facing Contemporary Threats. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5(3), 965–978.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i3.38
URLhttps://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar