Jakarta – Tim pengabdian masyarakat dari Sally Septania Napitupulu, Sudarno P. Tampubolon, Irene Vista Simanjuntak, dan Antonius D. Tyas Prasetyo dari Universitas Kristen Indonesia melakukan pendampingan redesain dan pengawasan pembangunan lobby Sekolah Pilar Indonesia berbasis prinsip desain berkelanjutan. Program ini bertujuan meningkatkan kenyamanan termal, kualitas udara, fungsi ruang, serta estetika area lobby sebagai wajah utama sekolah.
Lobby sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pertama yang dilihat siswa, orang tua, dan tamu. Karena itu, kualitas desain interior lobby tidak hanya memengaruhi kenyamanan pengguna, tetapi juga membentuk citra institusi pendidikan secara keseluruhan. Berdasarkan observasi awal tim pengabdian masyarakat Universitas Kristen Indonesia, kondisi lobby sebelumnya masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk pencahayaan yang kurang optimal, tata ruang yang tidak terstruktur, serta kualitas udara yang dipengaruhi kedekatan area parkir dan antar jemput.
Selain itu, penggunaan material plafon tertentu turut meningkatkan potensi debu di dalam ruangan sehingga berdampak pada kenyamanan pengguna. Keterbatasan pemahaman manajemen proyek konstruksi dan keterbatasan anggaran juga menjadi tantangan utama dalam proses renovasi fasilitas sekolah.
Melalui program pendampingan ini, tim Universitas Kristen Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi eksisting lobby, termasuk analisis ventilasi alami dan mekanis, pencahayaan ruang, serta perilaku termal bangunan. Pendekatan tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan desain interior baru yang lebih sehat, fungsional, dan efisien secara energi.
Konsep redesain mengacu pada prinsip desain sekolah modern berkelanjutan dengan menekankan optimalisasi bukaan bangunan, peningkatan sirkulasi udara silang, serta penggunaan material ramah lingkungan beremisi rendah. Strategi ini bertujuan meningkatkan kualitas udara dalam ruang sekaligus mendukung kesehatan pengguna dalam jangka panjang.
Hasil analisis menunjukkan bahwa desain baru lobby mengutamakan pembagian zona ruang yang lebih jelas, seperti area resepsionis, ruang tunggu, area diskusi, dan area display informasi sekolah. Penggunaan warna terang juga direkomendasikan untuk meningkatkan reflektansi cahaya alami sehingga ruang terasa lebih terang dan nyaman. Selain itu, pemilihan material interior difokuskan pada bahan yang lebih higienis, mudah dirawat, dan tahan debu dibandingkan material sebelumnya.
Perbaikan juga dilakukan pada aspek sirkulasi udara melalui penambahan zona penyangga untuk mengurangi pengaruh polusi dari area parkir di sekitar lobby. Penataan ulang kapasitas ruang memungkinkan lobby berfungsi lebih optimal saat kegiatan sekolah berlangsung, termasuk saat menerima tamu dalam jumlah besar.
Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi desain, tetapi juga memberikan pendampingan teknis mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan. Tim Universitas Kristen Indonesia membantu sekolah dalam pemilihan material, penyusunan anggaran biaya, serta pengawasan pekerjaan konstruksi agar sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah dirancang.
Tahapan renovasi meliputi pembongkaran elemen interior lama, pemasangan dinding baru pada area resepsionis, instalasi sistem pencahayaan, pemasangan plafon baru, serta perbaikan sistem elektrikal. Berdasarkan dokumentasi kegiatan pada halaman 10–14 artikel, pekerjaan juga mencakup pemasangan lantai vinyl, meja resepsionis baru, serta finishing cat interior untuk menghasilkan tampilan ruang yang lebih rapi dan modern.
Setelah proses renovasi selesai, kualitas lobby meningkat secara signifikan dari sisi pencahayaan, kenyamanan visual, sirkulasi udara, dan efisiensi tata ruang. Lingkungan lobby yang lebih terang, bersih, dan terstruktur mendukung aktivitas pelayanan sekolah serta meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Program ini juga memberikan dampak jangka panjang bagi pihak sekolah melalui peningkatan kapasitas manajemen proyek interior. Pihak sekolah memperoleh pemahaman baru mengenai tahapan pembangunan yang sistematis, pemilihan material yang tepat, serta pengelolaan anggaran yang efisien sehingga mampu merencanakan pengembangan fasilitas lainnya secara mandiri di masa depan.
Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu antara desain interior dan manajemen proyek dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan meskipun dengan keterbatasan sumber daya. Lobby yang representatif tidak hanya memperkuat citra sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan nyaman bagi seluruh pengguna.
0 Komentar