Premoaction Bag Tingkatkan Keterampilan Motorik Anak Prasekolah Secara Signifikan

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Tanjung Karang - Penelitian yang dilakukan oleh Ni Putu Ayu Melianita Saraswati dan Aprina dari Departemen Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang pada 2026 menunjukkan bahwa penggunaan Premoaction Bag efektif meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia 2–6 tahun. Studi yang dipublikasikan di Formosa Journal of Science and Technology ini menyoroti pentingnya alat pembelajaran interaktif dalam mendukung perkembangan anak usia dini.

Masa prasekolah dikenal sebagai fase krusial dalam perkembangan anak, terutama dalam kemampuan motorik. Keterampilan motorik halus seperti menulis, menggambar, mengancingkan baju, dan mengikat tali sepatu menjadi fondasi penting bagi kesiapan akademik dan aktivitas sehari-hari. Namun, tidak semua anak mendapatkan stimulasi yang optimal, sehingga dibutuhkan metode pembelajaran yang terstruktur dan menarik.

Di sinilah Premoaction Bag hadir sebagai inovasi. Alat ini berupa paket aktivitas edukatif yang dirancang khusus untuk melatih koordinasi tangan dan mata, ketangkasan, serta kontrol otot halus anak melalui berbagai permainan interaktif.

Metode Penelitian: Kombinasi Data Kuantitatif dan Kualitatif

Penelitian ini melibatkan 100 anak prasekolah di Lampung yang dibagi menjadi dua kelompok: 50 anak menggunakan Premoaction Bag (kelompok eksperimen), dan 50 anak lainnya menjalani aktivitas belajar biasa (kelompok kontrol) .

Selama 12 minggu, kelompok eksperimen mengikuti sesi harian selama 30 menit menggunakan alat tersebut, dipandu oleh tenaga pendidik terlatih. Sementara itu, kelompok kontrol tidak mendapatkan intervensi tambahan.

Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tes standar perkembangan motorik. Selain itu, peneliti juga mengumpulkan data dari wawancara dan kuesioner kepada guru dan orang tua untuk memahami pengalaman penggunaan alat ini secara lebih mendalam .

Aktivitas Interaktif yang Menarik Perhatian Anak

Premoaction Bag berisi beragam aktivitas yang dirancang sesuai tahap perkembangan anak, antara lain:

  • Mencocokkan bentuk dan puzzle untuk melatih koordinasi tangan-mata
  • Mengancingkan baju dan mengikat tali sepatu untuk melatih kemandirian
  • Mengenal warna, angka, dan bagian tubuh untuk mengembangkan kognitif
  • Permainan menghitung dan menyortir objek untuk meningkatkan numerasi
  • Aktivitas motorik kasar seperti permainan papan interaktif

Kombinasi aktivitas ini tidak hanya meningkatkan motorik halus, tetapi juga kemampuan kognitif, bahasa, dan pemecahan masalah anak.

Hasil Penelitian: Peningkatan Signifikan pada Kelompok Intervensi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang menggunakan Premoaction Bag mengalami peningkatan signifikan dalam berbagai aspek keterampilan motorik dibandingkan kelompok kontrol .

Beberapa peningkatan utama meliputi:

  • Koordinasi tangan dan mata yang lebih baik
  • Ketangkasan dalam melakukan tugas-tugas detail
  • Kemampuan memecahkan masalah sederhana
  • Peningkatan keterampilan motorik kasar

Menurut Saraswati dan Aprina, aktivitas yang terstruktur dan interaktif membuat anak lebih fokus dan terlibat, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif. Mereka juga menekankan bahwa stimulasi yang konsisten sangat penting dalam membentuk kemampuan dasar anak.

Implikasi: Solusi Praktis untuk Pendidikan Anak Usia Dini

Temuan ini memberikan dampak penting bagi dunia pendidikan dan pengasuhan anak. Premoaction Bag dapat menjadi alternatif alat bantu pembelajaran yang praktis dan mudah diterapkan di sekolah maupun di rumah.

“Lingkungan belajar yang kaya stimulasi dan aktivitas terarah terbukti mampu mempercepat perkembangan motorik anak,” tulis Saraswati dari Politeknik Kesehatan Tanjung Karang .

Selain itu, pendekatan ini sejalan dengan teori pembelajaran modern yang menekankan pentingnya interaksi, observasi, dan praktik langsung dalam proses belajar anak. Dengan kata lain, anak tidak hanya belajar dari instruksi, tetapi juga dari pengalaman dan pengulangan aktivitas.

Bagi orang tua, penggunaan alat seperti ini dapat membantu memantau perkembangan anak secara lebih sistematis. Sementara bagi pendidik, Premoaction Bag dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Keterbatasan dan Rekomendasi Penelitian Lanjutan

Meski hasilnya menjanjikan, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Jumlah sampel yang relatif kecil dan lokasi penelitian yang terbatas di Lampung membuat hasilnya belum sepenuhnya dapat digeneralisasi.

Penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan lebih banyak peserta dari berbagai wilayah serta mengamati dampak jangka panjang penggunaan Premoaction Bag. Selain itu, analisis lebih mendalam terhadap komponen aktivitas yang paling efektif juga diperlukan untuk menyempurnakan alat ini.

Profil Penulis

Ni Putu Ayu Melianita Saraswati, adalah mahasiswa di Departemen Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang dengan fokus pada kesehatan anak dan perkembangan usia dini.

Dr. Aprina, S.Kp., M.Kes adalah dosen di Departemen Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang dengan fokus pada kesehatan anak dan perkembangan usia dini.

Sumber Penelitian

Saraswati, & Aprina. (2026). Monitoring Children's Grow and Development Using Preschool Motoric Activity Stimulation Bag (PREMOACTION Bag). Formosa Journal of Science and Technology, Vol. 5 No. 3, hlm. 861–872.

Posting Komentar

0 Komentar