Pertumbuhan Penjualan Picu Praktik Manajemen Laba di Perusahaan Makanan dan Minuman BEI

Ilustrasi by AI

Malang – Penelitian yang dilakukan oleh Riezsa Putri Yunistya Sari, Setia Budi Kurniawan, Adi Suprayitno, dan Rofikul Amin dari Universitas Merdeka Malang menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan berperan signifikan dalam mendorong praktik manajemen laba pada perusahaan sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan penjualan tidak selalu sepenuhnya mencerminkan kondisi kinerja perusahaan yang sebenarnya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR) tahun 2026 tersebut menguji pengaruh beban pajak tangguhan, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan terhadap praktik manajemen laba. Dari ketiga faktor yang dianalisis, hanya pertumbuhan penjualan yang terbukti berpengaruh secara nyata terhadap kecenderungan perusahaan mengatur laporan laba.

Laporan keuangan menjadi dasar utama pengambilan keputusan ekonomi bagi investor, kreditor, dan regulator. Namun dalam praktiknya, fleksibilitas dalam kebijakan akuntansi memberi ruang bagi manajemen untuk menyesuaikan angka laba agar terlihat stabil atau meningkat. Kondisi ini berkaitan dengan adanya perbedaan kepentingan antara pemilik perusahaan dan pengelola, yang dalam teori keagenan dikenal sebagai salah satu penyebab munculnya praktik manajemen laba.

Fenomena tersebut bukan hal baru di sektor makanan dan minuman. Kasus manipulasi laporan keuangan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk yang menimbulkan kerugian lebih dari Rp5 triliun menunjukkan bahwa praktik pengaturan laba masih menjadi persoalan serius dalam industri ini. Pada periode 2020–2024, tekanan ekonomi global serta dampak pandemi turut memperbesar dorongan perusahaan untuk menjaga citra kinerja di mata investor.

Penelitian Universitas Merdeka Malang menggunakan data laporan keuangan tahunan dari 18 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama lima tahun pengamatan. Analisis dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda untuk melihat hubungan antara beban pajak tangguhan, pertumbuhan penjualan, dan ukuran perusahaan terhadap praktik manajemen laba.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap praktik manajemen laba. Artinya, semakin tinggi pertumbuhan penjualan suatu perusahaan, semakin besar kecenderungan manajemen melakukan pengaturan laba untuk mempertahankan citra kinerja yang stabil di mata investor dan kreditor. Dalam kondisi persaingan industri yang ketat, stabilitas kinerja menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar.

Sebaliknya, beban pajak tangguhan tidak terbukti memengaruhi praktik manajemen laba. Perbedaan waktu pengakuan antara laba akuntansi dan laba fiskal ternyata tidak menjadi pertimbangan utama dalam strategi pelaporan laba perusahaan. Ukuran perusahaan juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba karena perusahaan besar cenderung berada di bawah pengawasan publik dan regulator yang lebih ketat sehingga lebih berhati-hati dalam menyusun laporan keuangan.

Secara keseluruhan, ketiga variabel dalam penelitian mampu menjelaskan sekitar 20,3 persen variasi praktik manajemen laba, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik pengelolaan laba masih dipengaruhi banyak aspek lain seperti tata kelola perusahaan, struktur pendanaan, maupun kebijakan manajemen internal.

Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi investor dan analis pasar modal dalam membaca laporan keuangan perusahaan sektor makanan dan minuman. Pertumbuhan penjualan yang tinggi perlu dianalisis secara lebih kritis karena dapat menjadi indikator adanya tekanan bagi manajemen untuk mempertahankan citra kinerja perusahaan melalui pengaturan laba. Bagi regulator, temuan ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan terhadap perusahaan dengan tren pertumbuhan penjualan tinggi agar transparansi laporan keuangan tetap terjaga.

Setia Budi Kurniawan dari Universitas Merdeka Malang menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan sering dipandang sebagai indikator keberhasilan perusahaan, namun pada saat yang sama dapat menjadi faktor yang mendorong manajemen menyesuaikan laporan laba agar tetap terlihat konsisten di mata pemangku kepentingan.

Temuan penelitian ini juga membuka peluang pengembangan riset lanjutan dengan memasukkan variabel lain seperti tata kelola perusahaan, leverage, dan periode pengamatan yang lebih panjang agar gambaran praktik manajemen laba di pasar modal Indonesia semakin komprehensif.

Profil Penulis
Riezsa Putri Yunistya Sari – Universitas Merdeka Malang
Setia Budi Kurniawan – Universitas Merdeka Malang
Adi Suprayitno – Universitas Merdeka Malang
Rofikul Amin – Universitas Merdeka Malang

Sumber Penelitian
Judul: The Effect of Deferred Tax Expenses, Sales Growth and Company Size on Profit Management (Study on Food and Beverage Companies on the Indonesia Stock Exchange)
Jurnal: International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR)
Tahun: 2026

Posting Komentar

0 Komentar