Peningkatan Kompetensi Guru-Guru Mgmp Kimia Kabupaten Pangkep Melalui Pelatihan Penyusunan Micro-Module

Gambar: Foto bersama Guru-Guru Mgmp Kimia Kabupaten Pangkep 
FORMOSA NEWS
Pangkajene dan Kepulauan, 25 April 2026. Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru di era pembelajaran digital, tim dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Kompetensi Guru-Guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep melalui Pelatihan Penyusunan Micro-Moduledi Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) pada Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan guru-guru anggota MGMP Kimia Kabupaten Pangkep.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Prof. Dr. Jusniar, S.Pd., M.Pd.; Hastuti Agussalim, S.Pd., M.Pd.; dan Ayu Ashari, S.Pd., M.Pd. sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Gambar : Pelatihan micro-module
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya menjawab kebutuhan guru terhadap pengembangan bahan ajar inovatif yang ringkas, efektif, dan mudah diakses peserta didik. Micro-module merupakan bahan ajar berukuran mikro yang dirancang fokus pada satu topik pembelajaran tertentu sehingga dapat digunakan dalam waktu singkat tanpa mengurangi esensi materi. Konsep ini dinilai sangat relevan untuk mendukung pembelajaran kimia yang menuntut penyajian materi secara jelas, sistematis, dan menarik.
Dalam penjelasannya, Prof. Dr. Jusniar, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa perangkat pembelajaran dalam bentuk micro-module, di samping efisien dan efektif, juga mampu mengakomodasi karakteristik peserta didik generasi Z yang dominan bergaya belajar kinestetik. Menurut beliau, generasi saat ini lebih menyukai pembelajaran yang aktif, singkat, interaktif, serta memberi ruang untuk praktik langsung sehingga micro-module menjadi salah satu solusi pembelajaran yang tepat.

Selain meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun bahan ajar berbasis teknologi, kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pelatihan ini selaras dengan upaya peningkatan kompetensi guru, dan penguatan pembelajaran berbasis teknologi. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh materi tentang pengenalan micro-module, karakteristik micro-module, perbedaan modul biasa, e-modul, dan micro-module, struktur penyusunan micro-module, serta pemanfaatan berbagai aplikasi pendukung. Beberapa aplikasi yang diperkenalkan meliputi aplikasi desain visual, evaluasi pembelajaran, dan simulasi kimia.

Gambar:  Praktik micro-module
Pada sesi praktik, peserta secara langsung berlatih menyusun micro-module menggunakan akun belajar.id dan platform desain digital. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam diskusi, tanya jawab, serta semangat mencoba menghasilkan rancangan micro-module sesuai materi kimia yang diajarkan di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, diharapkan guru-guru MGMP Kimia Kabupaten Pangkep mampu menghasilkan bahan ajar yang lebih inovatif, interaktif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan kolaborasi antar guru dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pembelajaran kimia secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini mendapat respon positif dari peserta dan diharapkan dapat menjadi langkah awal pengembangan program serupa di masa mendatang guna mendukung peningkatan kompetensi guru kimia di Kabupaten Pangkep.

Penulis
Prof. Dr. Jusniar, S.Pd., M.Pd.
Hastuti Agussalim, S.Pd., M.Pd.
Ayu Ashari, M.Pd.




                                                  



Posting Komentar

0 Komentar