Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Tembilahan Hulu - Kompensasi Finansial Dominan Tingkatkan Produktivitas Tim Reaksi Cepat BPBD Indragiri Hilir. Penelitian yang dilakukan oleh Firdaus, Syafrinadina, dan Widyawati dari Universitas Islam Indragiri dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa pentingnya sistem penghargaan yang proporsional bagi pekerja berisiko tinggi yang harus siap menghadapi bencana kapan saja.
Penelitian yang dilakukan oleh Firdaus, Syafrinadina, dan Widyawati dari Universitas Islam Indragiri menyoroti bahwa kedua jenis kompensasi berpengaruh positif, tetapi kompensasi finansial terbukti lebih dominan dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Lingkungan Kerja Berisiko Tinggi Menuntut Sistem Kompensasi Tepat
BPBD memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana hingga pemulihan. Di Kabupaten Indragiri Hilir, ancaman seperti banjir tahunan, kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, hingga kecelakaan darat dan air menjadi bagian dari tugas rutin Tim Reaksi Cepat. Anggota tim ini harus siap siaga 24 jam, bekerja di kondisi berbahaya, dan melakukan koordinasi lintas instansi dalam waktu singkat. Dalam praktiknya, anggota TRC menerima kompensasi kegiatan tanggap darurat sekitar Rp175.000 per hari ketika terlibat langsung dalam penanganan bencana. Namun, jumlah tersebut sering dipertanyakan karena dinilai belum sepenuhnya mencerminkan risiko kerja dan beban fisik yang dihadapi. Selain itu, terdapat perbedaan status kepegawaian antara ASN, P3K, dan non-ASN yang berpotensi memengaruhi persepsi keadilan kompensasi. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk menguji secara empiris apakah kompensasi benar-benar berdampak pada produktivitas anggota TRC yang menjadi garda terdepan penanganan bencana.
Survei terhadap Seluruh Anggota Tim Reaksi Cepat
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Indragiri Hilir. Total responden berjumlah 52 orang yang terdiri dari 19 pegawai ASN/P3K dan 33 pegawai non-ASN. Teknik sensus digunakan agar seluruh populasi terwakili secara menyeluruh.
Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur tiga variabel utama:
Lingkungan Kerja Berisiko Tinggi Menuntut Sistem Kompensasi Tepat
BPBD memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana, mulai dari pra-bencana hingga pemulihan. Di Kabupaten Indragiri Hilir, ancaman seperti banjir tahunan, kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman, hingga kecelakaan darat dan air menjadi bagian dari tugas rutin Tim Reaksi Cepat. Anggota tim ini harus siap siaga 24 jam, bekerja di kondisi berbahaya, dan melakukan koordinasi lintas instansi dalam waktu singkat. Dalam praktiknya, anggota TRC menerima kompensasi kegiatan tanggap darurat sekitar Rp175.000 per hari ketika terlibat langsung dalam penanganan bencana. Namun, jumlah tersebut sering dipertanyakan karena dinilai belum sepenuhnya mencerminkan risiko kerja dan beban fisik yang dihadapi. Selain itu, terdapat perbedaan status kepegawaian antara ASN, P3K, dan non-ASN yang berpotensi memengaruhi persepsi keadilan kompensasi. Kondisi tersebut mendorong peneliti untuk menguji secara empiris apakah kompensasi benar-benar berdampak pada produktivitas anggota TRC yang menjadi garda terdepan penanganan bencana.
Survei terhadap Seluruh Anggota Tim Reaksi Cepat
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Indragiri Hilir. Total responden berjumlah 52 orang yang terdiri dari 19 pegawai ASN/P3K dan 33 pegawai non-ASN. Teknik sensus digunakan agar seluruh populasi terwakili secara menyeluruh.
Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur tiga variabel utama:
- Kompensasi finansial (gaji, insentif, fasilitas kesejahteraan).
- Kompensasi non-finansial (penghargaan, dukungan pimpinan, tantangan kerja).
- Produktivitas karyawan (output kerja, ketepatan waktu, kualitas, efisiensi).
Analisis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji hubungan antarvariabel secara simultan.
Kompensasi Finansial Paling Berpengaruh
Hasil analisis menunjukkan bahwa kompensasi finansial memiliki pengaruh kuat terhadap produktivitas karyawan dengan koefisien 0,779. Sementara itu, kompensasi non-finansial juga berpengaruh positif tetapi lebih kecil, dengan koefisien 0,208. Kedua variabel tersebut signifikan secara statistik, menandakan bahwa peningkatan kompensasi akan diikuti peningkatan produktivitas anggota TRC. Model penelitian juga menunjukkan nilai R² sebesar 0,874. Artinya, sekitar 87,4 persen variasi produktivitas karyawan dapat dijelaskan oleh kombinasi kompensasi finansial dan non-finansial. Sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model, seperti motivasi kerja, lingkungan kerja, atau kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa insentif finansial menjadi faktor utama bagi pekerja lapangan yang menghadapi risiko tinggi. Ketika penghargaan finansial dianggap sebanding dengan beban kerja, motivasi meningkat dan kinerja menjadi lebih optimal.
Implikasi bagi Kebijakan BPBD dan Pemerintah Daerah
Hasil penelitian memberikan beberapa implikasi praktis. Pertama, BPBD disarankan meninjau kembali besaran insentif dan tunjangan yang disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan. Kedua, organisasi perlu memperkuat kompensasi non-finansial melalui penghargaan kinerja dan dukungan kepemimpinan. Ketiga, peluang pelatihan dan pengembangan kompetensi dinilai penting untuk menjaga profesionalitas tim. Bagi pemerintah daerah, penelitian ini menunjukkan bahwa investasi pada kesejahteraan petugas penanggulangan bencana berdampak langsung pada kualitas respons darurat. Produktivitas yang tinggi berarti penanganan bencana lebih cepat, korban dapat diminimalkan, dan koordinasi lintas instansi berjalan lebih efektif.
Profil Penulis
Kompensasi Finansial Paling Berpengaruh
Hasil analisis menunjukkan bahwa kompensasi finansial memiliki pengaruh kuat terhadap produktivitas karyawan dengan koefisien 0,779. Sementara itu, kompensasi non-finansial juga berpengaruh positif tetapi lebih kecil, dengan koefisien 0,208. Kedua variabel tersebut signifikan secara statistik, menandakan bahwa peningkatan kompensasi akan diikuti peningkatan produktivitas anggota TRC. Model penelitian juga menunjukkan nilai R² sebesar 0,874. Artinya, sekitar 87,4 persen variasi produktivitas karyawan dapat dijelaskan oleh kombinasi kompensasi finansial dan non-finansial. Sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model, seperti motivasi kerja, lingkungan kerja, atau kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa insentif finansial menjadi faktor utama bagi pekerja lapangan yang menghadapi risiko tinggi. Ketika penghargaan finansial dianggap sebanding dengan beban kerja, motivasi meningkat dan kinerja menjadi lebih optimal.
Implikasi bagi Kebijakan BPBD dan Pemerintah Daerah
Hasil penelitian memberikan beberapa implikasi praktis. Pertama, BPBD disarankan meninjau kembali besaran insentif dan tunjangan yang disesuaikan dengan tingkat risiko pekerjaan. Kedua, organisasi perlu memperkuat kompensasi non-finansial melalui penghargaan kinerja dan dukungan kepemimpinan. Ketiga, peluang pelatihan dan pengembangan kompetensi dinilai penting untuk menjaga profesionalitas tim. Bagi pemerintah daerah, penelitian ini menunjukkan bahwa investasi pada kesejahteraan petugas penanggulangan bencana berdampak langsung pada kualitas respons darurat. Produktivitas yang tinggi berarti penanganan bencana lebih cepat, korban dapat diminimalkan, dan koordinasi lintas instansi berjalan lebih efektif.
Profil Penulis
Firdaus merupakan peneliti bidang manajemen sumber daya manusia dari Universitas Islam Indragiri. Ia fokus pada isu produktivitas kerja di sektor publik, khususnya organisasi layanan darurat.
Syafrinadina, S.E., M.M., adalah dosen Universitas Islam Indragiri dengan bidang keahlian manajemen SDM dan kebijakan organisasi publik. Penelitiannya banyak membahas kompensasi dan kinerja pegawai sektor pemerintah.
Widyawati, S.E., M.M., juga dosen Universitas Islam Indragiri yang meneliti manajemen kinerja, motivasi kerja, serta pengembangan sumber daya manusia di instansi publik.
Sumber Penelitian
Firdaus, Syafrinadina, Widyawati. “The Effect of Financial and Non-Financial Compensation on Employee Productivity at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Indragiri Hilir Regency.” Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR), Vol. 5 No. 2, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i2.14
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr
Sumber Penelitian
Firdaus, Syafrinadina, Widyawati. “The Effect of Financial and Non-Financial Compensation on Employee Productivity at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Indragiri Hilir Regency.” Formosa Journal of Sustainable Research (FJSR), Vol. 5 No. 2, 2026.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjsr.v5i2.14
URL: https://journalfjsr.my.id/index.php/fjsr

0 Komentar