Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Jakarta - Diskusi Santai “Ngemper” Terbukti Tingkatkan Pengetahuan Ibu Balita soal Hidup Sehat. Temuan yang dilakukan oleh Louisa Ariantje Langi , Pitri Rosaria Sagala, Alifa Hasna R. Fachly, Kezia Kerenhapukh J. Ririhena, Cyndi Christine Gultom, Stephan Gilchrist, Eklesia Stefani Angelina dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa rendahnya pemahaman PHBS masih menjadi faktor utama tingginya risiko penyakit pada anak usia dini.
Pengabdian yang dilakukan oleh Louisa Ariantje Langi , Pitri Rosaria Sagala, Alifa Hasna R. Fachly, Kezia Kerenhapukh J. Ririhena, Cyndi Christine Gultom, Stephan Gilchrist, Eklesia Stefani Angelina menyoroti bahwa Program edukasi kesehatan berbasis diskusi santai atau ngemper terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Latar Belakang: PHBS Masih Rendah di Tingkat Rumah Tangga
Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan fondasi utama kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti balita. Namun, praktik PHBS di tingkat keluarga masih sering diabaikan. Banyak kasus diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit pada anak berkaitan langsung dengan kebiasaan hidup yang kurang higienis. Peneliti mencatat bahwa faktor utama rendahnya penerapan PHBS adalah kurangnya pengetahuan ibu, kebiasaan sehari-hari yang belum sehat, serta keterbatasan akses informasi. Padahal, ibu memegang peran kunci dalam menjaga kebersihan, pola makan, dan lingkungan rumah tangga. Metode edukasi konvensional seperti ceramah satu arah dinilai kurang efektif karena membuat peserta pasif. Kondisi ini mendorong tim UKI menguji pendekatan alternatif yang lebih partisipatif, yakni metode Ngemper Discussion diskusi santai yang dilakukan secara informal dan interaktif.
Metode: Edukasi Interaktif Berbasis Diskusi Santai
Kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukasi partisipatif. Para ibu diajak berdiskusi santai dalam suasana informal, duduk bersama, berbagi pengalaman, dan bertanya langsung terkait praktik PHBS dalam kehidupan sehari-hari.
Tahapan kegiatan meliputi:
- Pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta.
- Penyampaian materi interaktif tentang PHBS.
- Diskusi kelompok metode ngemper.
- Sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman.
- Post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman.
Materi yang dibahas mencakup kebersihan diri, sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pencegahan penyakit menular.
Hasil: Pengetahuan Ibu Meningkat Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan setelah intervensi edukasi.
Beberapa temuan utama:
- Persentase ibu dengan kategori pengetahuan “baik” meningkat dari 20% menjadi 75%.
- Tidak ada lagi peserta dalam kategori “kurang” (turun dari 30% menjadi 0%).
- Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,5 menjadi 82,0.
- Terjadi peningkatan skor sebesar 19,5 poin atau sekitar 31,2%.
Menurut peneliti, pendekatan diskusi santai membuat peserta lebih nyaman dan aktif. “Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga berbagi pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, sehingga materi lebih mudah dipahami,” tulisnya. Metode ini juga meningkatkan partisipasi aktif. Ibu-ibu lebih berani bertanya, berdiskusi, dan mengemukakan pendapat dibandingkan metode ceramah konvensional.
Implikasi: Model Edukasi Berbasis Komunitas yang Berkelanjutan
Temuan ini membuka peluang penerapan metode Ngemper Discussion sebagai model edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan. Posyandu dapat menjadi pusat edukasi interaktif, bukan sekadar layanan kesehatan rutin.
Tim peneliti merekomendasikan:
Implikasi: Model Edukasi Berbasis Komunitas yang Berkelanjutan
Temuan ini membuka peluang penerapan metode Ngemper Discussion sebagai model edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang lebih efektif dan berkelanjutan. Posyandu dapat menjadi pusat edukasi interaktif, bukan sekadar layanan kesehatan rutin.
Tim peneliti merekomendasikan:
- Edukasi dilakukan secara rutin, misalnya setiap bulan di Posyandu.
- Kader Posyandu dilatih menjadi fasilitator diskusi.
- Dilakukan pemantauan jangka panjang untuk melihat perubahan perilaku.
- Pengembangan metode serupa di wilayah lain dengan pendekatan budaya lokal.
“Pendekatan yang sesuai dengan budaya masyarakat terbukti lebih mudah diterima dan berdampak,” tulis tim peneliti dalam laporan mereka.
Profil Penulis
Louisa Ariantje Langi, SKM., MKM adalah dosen di Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, dengan keahlian di bidang promosi kesehatan dan kesehatan komunitas.
Profil Penulis
Louisa Ariantje Langi, SKM., MKM adalah dosen di Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, dengan keahlian di bidang promosi kesehatan dan kesehatan komunitas.
Pitri Rosaria Sagala, mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia
Alifa Hasna R. Fachly, mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia
Kezia Kerenhapukh J. Ririhena, mahasiswa kedokteran UUniversitas Kristen Indonesia
Cyndi Christine Gultom, mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia
Stephan Gilchrist, mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia
Eklesia Stefani Angelina, mahasiswa kedokteran Universitas Kristen Indonesia
dr. Christine Handayani Tampubolon, Sp.A, dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Kristen Indonesia
Sumber Penelitian
Langi, L. A., Sagala, P. R., Fachly, A. H. R., Ririhena, K. K. J., Gultom, C. C., Gilchrist, S., Angelina, E. S., & Tampubolon, C. H. (2026). Interactive Education on Clean and Healthy Lifestyles for Mothers of Toddlers Using the Ngemper Discussion Method. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5 No. 3, 135–142.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i3.9
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs
Sumber Penelitian
Langi, L. A., Sagala, P. R., Fachly, A. H. R., Ririhena, K. K. J., Gultom, C. C., Gilchrist, S., Angelina, E. S., & Tampubolon, C. H. (2026). Interactive Education on Clean and Healthy Lifestyles for Mothers of Toddlers Using the Ngemper Discussion Method. Asian Journal of Community Services (AJCS), Vol. 5 No. 3, 135–142.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i3.9
URL: https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

0 Komentar