Palu – Tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tadulako menunjukkan bahwa pelatihan public speaking mampu meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri karyawan PT Telkom Sulawesi Bagian Tengah (Sulbagteng), terutama dalam menyampaikan ide di depan publik dan pelanggan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 2026 ini dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa dan menegaskan pentingnya komunikasi profesional di lingkungan kerja modern.
Penelitian yang dipimpin Sumarni Zainuddin bersama tim akademisi Universitas Tadulako menyoroti bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya keterampilan tambahan, tetapi kompetensi utama bagi karyawan perusahaan layanan seperti Telkom. Pelatihan yang memadukan teori komunikasi dan praktik langsung terbukti membantu peserta mengatasi kecemasan saat berbicara di depan audiens sekaligus meningkatkan efektivitas penyampaian pesan.
Dalam dunia kerja berbasis layanan, komunikasi menjadi faktor kunci keberhasilan organisasi. Karyawan tidak hanya berinteraksi dengan rekan internal, tetapi juga dengan pelanggan dan masyarakat luas. Kemampuan menjelaskan informasi secara jelas, sistematis, dan meyakinkan sangat menentukan kualitas pelayanan perusahaan.
Tim Universitas Tadulako menemukan bahwa sebagian karyawan masih menghadapi hambatan saat berbicara di depan umum. Hambatan tersebut antara lain rasa gugup, takut melakukan kesalahan, kesulitan menyusun kalimat secara spontan, serta kekhawatiran kehilangan perhatian audiens. Kondisi ini berpotensi menghambat komunikasi organisasi jika tidak ditangani secara sistematis melalui pelatihan.
Melalui pelatihan berdurasi sekitar 120 menit, peserta diperkenalkan pada konsep dasar public speaking, pemahaman tentang kecemasan komunikasi, diskusi interaktif, serta simulasi praktik berbicara langsung di depan audiens. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research, yaitu metode pembelajaran partisipatif yang menempatkan peserta sebagai bagian aktif dalam proses peningkatan keterampilan.
Selama pelatihan berlangsung, peserta dilatih menyusun pesan secara terstruktur dan menyampaikannya secara efektif. Proses ini memperlihatkan bahwa kemampuan berbicara di depan umum dapat dipelajari secara bertahap melalui latihan yang konsisten dan terarah.
Tim dosen juga memperkenalkan strategi komunikasi berbasis tiga unsur utama yang dikenal sebagai konsep 3V, yaitu verbal, vokal, dan visual. Aspek verbal menekankan ketepatan pemilihan kata. Aspek vokal berkaitan dengan intonasi dan kejelasan suara. Sementara aspek visual mencakup bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata dengan audiens.
Pendekatan tersebut terbukti membantu peserta memahami bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga cara penyampaiannya. Bahkan dalam praktik komunikasi publik, bahasa tubuh berperan hingga 55 persen dalam memengaruhi pemahaman audiens terhadap informasi yang disampaikan.
Diskusi antara pemateri dan peserta selama pelatihan juga membuka wawasan baru mengenai pentingnya transfer ide yang jelas dalam komunikasi organisasi. Peserta mulai menyadari bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan tampil di depan banyak orang, melainkan keterampilan strategis yang berpengaruh terhadap kinerja profesional.
Sumarni Zainuddin dari Universitas Tadulako menjelaskan bahwa public speaking merupakan kompetensi penting di era global dan digital. Kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif akan memperkuat posisi individu dalam organisasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Pelatihan ini juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan PT Telkom Sulbagteng. Karyawan menjadi lebih percaya diri saat menjelaskan layanan kepada pelanggan, lebih terstruktur dalam menyampaikan informasi, dan lebih mampu membangun hubungan komunikasi yang profesional.
Selain mendukung kinerja organisasi, keterampilan public speaking juga berperan dalam pengembangan kepemimpinan, kemampuan negosiasi, serta relasi sosial di lingkungan kerja. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan komunikasi merupakan investasi penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor layanan publik maupun swasta.
Program pengabdian yang dilakukan tim Universitas Tadulako memperlihatkan bahwa pelatihan komunikasi berbasis praktik langsung dapat menjadi solusi efektif untuk mengurangi kecemasan berbicara di depan umum di lingkungan kerja. Model pelatihan ini berpotensi diterapkan secara luas pada berbagai institusi yang membutuhkan peningkatan kompetensi komunikasi karyawan.
Profil Penulis:

0 Komentar