Kimia Modern Validasi Praktik Tradisional Lebih Aman dan Berkelanjutan

Ilustrasi by AI

Makassar — Penelitian Islawati, Eli Rohaeti, dan Erfan Priyambodo dari Universitas Negeri Makassar yang dipublikasikan tahun 2026 menunjukkan bahwa teknik analisis kimia modern mampu memverifikasi efektivitas praktik kimia tradisional sekaligus meningkatkan standar keamanan dan keberlanjutannya melalui prinsip green chemistry. Studi ini menegaskan bahwa integrasi teknologi analitik dan pendekatan ramah lingkungan membuka jalan bagi standardisasi ilmiah produk tradisional di bidang obat herbal, pangan, dan biomaterial.

Selama berabad-abad, praktik kimia tradisional digunakan dalam pengobatan herbal, pengolahan makanan, dan produksi bahan alami. Namun sebagian besar praktik tersebut berkembang berdasarkan pengalaman empiris tanpa dokumentasi ilmiah yang sistematis. Dalam konteks industri modern dan regulasi global, kebutuhan terhadap validasi ilmiah menjadi semakin penting untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan keberlanjutan produk tradisional.

Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA terhadap 19 artikel ilmiah internasional yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025. Seleksi literatur dilakukan melalui basis data Scopus dengan proses penyaringan bertahap dari 314 artikel hingga tersisa 19 studi utama yang memenuhi kriteria analisis. Diagram seleksi penelitian ditampilkan pada bagan PRISMA di halaman 5 artikel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik analisis modern seperti HPLC-PDA, LC-MS/MS, GC-MS/MS, HPTLC, dan SEIRA mampu mengidentifikasi serta mengukur senyawa bioaktif secara akurat pada berbagai sistem kimia tradisional, termasuk obat herbal, makanan tradisional, dan biomaterial berbasis tanaman.

Temuan penting lainnya menunjukkan bahwa berbagai praktik kimia tradisional memiliki aktivitas biologis yang dapat diukur secara ilmiah. Beberapa di antaranya meliputi aktivitas antasida, antibakteri, antioksidan, dan prebiotik. Validasi ini memperkuat posisi praktik tradisional sebagai sumber inovasi ilmiah yang relevan bagi pengembangan produk kesehatan dan material fungsional.

Analisis tren publikasi juga menunjukkan peningkatan signifikan penelitian tentang validasi ilmiah praktik kimia tradisional sejak tahun 2018. Mayoritas studi berfokus pada sistem herbal sebanyak 12 penelitian, diikuti formulasi obat tradisional, biomaterial, dan sistem pangan tradisional. Distribusi ini terlihat pada ringkasan dataset penelitian pada tabel halaman 7.

Selain meningkatkan akurasi analisis, integrasi prinsip green chemistry terbukti mampu mengurangi dampak lingkungan proses kimia. Sekitar 15 dari 19 studi yang dianalisis menggunakan indikator keberlanjutan seperti PMI, E-factor, DOZN, AGREE, dan life cycle assessment untuk menilai efisiensi sumber daya dan pengurangan limbah kimia.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pelarut ramah lingkungan dan teknik ekstraksi efisien mampu menurunkan limbah bahan kimia hingga 24 hingga 50 persen tanpa mengurangi kualitas hasil analisis. Temuan ini memperkuat peran green chemistry sebagai pendekatan penting dalam pengembangan laboratorium berkelanjutan.

Penelitian juga menunjukkan bahwa teknik analisis modern tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi senyawa aktif, tetapi juga untuk memahami struktur kimia kompleks dalam sistem herbal dan biomaterial. Teknologi seperti spektroskopi FTIR, XRD, SEM, dan NMR membantu meningkatkan ketepatan karakterisasi bahan alami.

Menurut Islawati dari Universitas Negeri Makassar, integrasi teknik analisis modern dan prinsip green chemistry memungkinkan praktik kimia tradisional ditransformasikan menjadi sistem ilmiah yang terstandar dan dapat direproduksi secara konsisten.

Eli Rohaeti dari Universitas Negeri Makassar menjelaskan bahwa pendekatan ini membantu menjembatani pengetahuan tradisional dengan kebutuhan industri modern yang menuntut transparansi proses produksi dan efisiensi lingkungan.

Erfan Priyambodo dari Universitas Negeri Makassar menambahkan bahwa penggunaan indikator keberlanjutan dalam analisis kimia membuka peluang pengembangan regulasi baru berbasis data ilmiah untuk produk tradisional.

Penelitian ini juga menyoroti keterbatasan penelitian sebelumnya yang masih didominasi uji laboratorium dan model hewan. Validasi klinis pada manusia masih terbatas sehingga menjadi agenda penting penelitian lanjutan di masa depan.

Temuan penelitian ini memberikan implikasi luas bagi sektor kesehatan, industri pangan, biomaterial, dan pendidikan kimia. Integrasi teknik analisis modern dan green chemistry dapat memperkuat standar kualitas produk tradisional sekaligus mendukung praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.

Islawati merupakan peneliti dari Universitas Negeri Makassar. Eli Rohaeti merupakan peneliti dari Universitas Negeri Makassar. Erfan Priyambodo merupakan peneliti dari Universitas Negeri Makassar.

Sumber penelitian:
Scientific Validation of Traditional Chemical Practices through Modern Analytical Techniques and Green Chemistry Principles: A Systematic Literature Review
East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026

Posting Komentar

0 Komentar