Penelitian yang dilakukan oleh Sintya Mandara Anggita, Dewi Diah Fakhriyyah, dan Dwiyani Sudaryanti dari Universitas Islam Malang pada 2026 mengungkap bahwa keadilan dalam prosedur penyusunan anggaran menjadi faktor paling berpengaruh dalam meningkatkan kinerja manajerial di rumah sakit. Studi ini dilakukan di Rumah Sakit Tk II dr. J.A. Latumeten Ambon dan menjadi penting karena banyak institusi kesehatan publik masih menghadapi masalah kinerja manajerial meski sistem anggaran sudah tersedia.
Latar belakang penelitian ini berangkat dari temuan Kementerian Kesehatan yang menunjukkan sekitar 64% rumah sakit publik di Indonesia masih memiliki kinerja manajerial yang belum optimal, terutama dalam perencanaan dan alokasi anggaran. Permasalahan utama mencakup minimnya keterlibatan manajer, ketidakadilan distribusi sumber daya, serta kurangnya transparansi dalam proses pengambilan keputusan.
Metode Penelitian Singkat
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 80 responden yang terdiri dari pejabat struktural dan fungsional rumah sakit. Data dianalisis menggunakan metode statistik Partial Least Squares (PLS) untuk melihat hubungan antara partisipasi anggaran, keadilan distributif, keadilan prosedural, serta kesadaran biaya terhadap kinerja manajerial.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin penting:
- Keadilan prosedural berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja manajerial.
- Partisipasi anggaran tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja.
- Keadilan distributif juga tidak berpengaruh langsung signifikan.
- Kesadaran biaya (cost consciousness) memperkuat pengaruh keadilan prosedural dan distributif terhadap kinerja, tetapi tidak berpengaruh pada partisipasi anggaran.
Nilai R-Square sebesar 0,53 menunjukkan bahwa kombinasi variabel dalam penelitian ini mampu menjelaskan 53% variasi kinerja manajerial, sebagaimana ditampilkan pada tabel hasil analisis di halaman 10.
Mengapa Keadilan Prosedur Lebih Penting
Penelitian ini menegaskan bahwa bukan sekadar keterlibatan dalam penyusunan anggaran yang menentukan kinerja, melainkan bagaimana proses tersebut dilakukan. Prosedur yang transparan, konsisten, dan memberi ruang umpan balik membuat manajer merasa dihargai dan meningkatkan kepercayaan terhadap organisasi.
Sebaliknya, partisipasi anggaran sering kali hanya menjadi formalitas administratif tanpa dampak nyata pada keputusan akhir. Hal ini membuat keterlibatan tidak otomatis meningkatkan kemampuan manajerial.
Sintya Mandara Anggita dari Universitas Islam Malang menjelaskan bahwa “kinerja manajerial akan meningkat ketika prosedur anggaran dirasakan adil dan transparan, bukan hanya ketika manajer dilibatkan secara formal.”
Dampak bagi Dunia Kesehatan dan Organisasi
Temuan ini memberikan implikasi luas, terutama bagi sektor publik seperti rumah sakit:
- Manajemen rumah sakit perlu memperbaiki transparansi dan konsistensi prosedur anggaran.
- Pelatihan kesadaran biaya penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.
- Kebijakan organisasi harus menekankan keadilan proses, bukan hanya distribusi hasil.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas layanan kesehatan tanpa harus menambah sumber daya secara signifikan.
Profil Penulis
- Sintya Mandara Anggita – Universitas Islam Malang
- Dewi Diah Fakhriyyah – Universitas Islam Malang
- Dwiyani Sudaryanti – Universitas Islam Malang
Sumber Penelitian
Anggita, S. M., Fakhriyyah, D. D., & Sudaryanti, D. (2026). Enhancing Managerial Performance Through Budgeting and Fairness: The Moderating Effect of Cost Consciousness. International Journal of Management Analytics (IJMA), Vol. 4 No. 2, 229–246.

0 Komentar