![]() |
| Illustration by Ai |
Teknik Mordanting Tingkatkan Kualitas Pewarna Alami pada Kain Katun, Studi Ungkap Potensinya
Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 oleh Nukke Sylvia, Edy Muladi, dan Elfina Rahmawati dari Universitas Mercu Buana mengungkap bahwa pewarna alami dapat menghasilkan warna kain katun yang kuat, stabil, dan estetis jika dipadukan dengan teknik mordanting yang tepat. Studi dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) ini menyoroti pentingnya optimalisasi proses pewarnaan alami sebagai solusi berkelanjutan untuk mengurangi dampak pencemaran industri tekstil.
Latar Belakang: Industri Tekstil dan Tantangan Lingkungan
Industri tekstil dikenal sebagai salah satu penyumbang terbesar pencemaran air akibat penggunaan pewarna sintetis yang sulit terurai. Limbah kimia dari proses pewarnaan dapat merusak ekosistem perairan dan berdampak pada kesehatan manusia.
Di sisi lain, kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan terus meningkat. Hal ini mendorong industri untuk mencari alternatif yang lebih aman, termasuk penggunaan pewarna alami berbasis tanaman. Namun, pewarna alami masih menghadapi tantangan utama, yaitu rendahnya daya serap warna dan ketahanan yang kurang optimal pada kain.
Metodologi Penelitian
Tim peneliti dari Universitas Mercu Buana menggunakan pendekatan eksperimental dengan analisis deskriptif untuk menguji efektivitas pewarna alami pada kain katun.
Beberapa komponen utama penelitian meliputi:
- Bahan pewarna alami: indigo, kunyit, secang, kulit manggis, jolawe, dan mahoni
- Jenis kain: katun 100%
- Jenis mordant: tawas (alum), tunjung (ferrous sulfate), dan cuka
- Pra-mordanting (sebelum pencelupan)
- Meta-mordanting (selama pencelupan)
- Pasca-mordanting (setelah pencelupan)
- Variabel uji: konsentrasi air, lama perendaman (8–24 jam), dan metode pengeringan
Penilaian hasil dilakukan secara visual dengan mengamati intensitas warna, kestabilan, dan kualitas estetika kain yang dihasilkan.
Temuan Utama
Penelitian ini mengungkap beberapa faktor kunci yang menentukan keberhasilan pewarnaan alami:
2. Jenis mordant menentukan karakter warna
- Tunjung menghasilkan warna lebih gelap dan keabu-abuan
- Cuka mempertahankan warna asli dan meningkatkan kecerahan
- Tawas menghasilkan warna cerah dengan daya ikat yang kuat
3. Teknik mordanting berpengaruh signifikan
- Pra-mordanting menghasilkan warna alami namun kurang intens
- Meta-mordanting menghasilkan warna paling hidup dan variatif
- Pasca-mordanting mampu memperkuat dan memperdalam warna
Implikasi dan Dampak
Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi berbagai sektor:
Peneliti dari Universitas Mercu Buana menegaskan bahwa keberhasilan pewarna alami sangat bergantung pada kontrol teknik mordanting dan konsistensi proses. Optimalisasi ini memungkinkan terciptanya warna yang tidak hanya indah, tetapi juga tahan lama dan ramah lingkungan.
Profil Penulis- Nukke Sylvia – Peneliti bidang desain tekstil dan material berkelanjutan, Universitas Mercu Buana
- Edy Muladi – Akademisi di bidang proses tekstil terapan, Universitas Mercu Buana
- Elfina Rahmawati – Peneliti inovasi fashion dan material tekstil, Universitas Mercu Buana
Ketiganya aktif mengembangkan solusi tekstil ramah lingkungan melalui eksplorasi pewarna alami dan teknik produksi berkelanjutan.

0 Komentar