Analisis SWOT dalam Perumusan Strategi untuk Meningkatkan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Baptis, Kota Batu, 2023

Illustration by Ai

FORMOSA NEWS- Kota Batu

Analisis SWOT Ungkap Strategi Tingkatkan Kepuasan Pasien Farmasi RS Baptis Batu

Kualitas layanan farmasi di rumah sakit terbukti sangat menentukan kepuasan pasien. Penelitian yang dilakukan Baiq Astrid Risviarina Hardanty, Jason Merari Peranginangin, dan Ismi Rahmawati dari Universitas Setia Budi pada 2023 menunjukkan bahwa pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS Baptis Kota Batu secara umum merasa sangat puas, namun tetap diperlukan strategi pengembangan berbasis analisis SWOT untuk meningkatkan layanan secara berkelanjutan.

Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) edisi Maret 2026 ini menjadi penting karena persaingan layanan kesehatan semakin ketat. Rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga pengalaman pelayanan yang cepat, tepat, dan sesuai harapan pasien.

Kepuasan Pasien Jadi Tolak Ukur Layanan Rumah Sakit

Dalam dunia kesehatan modern, kepuasan pasien menjadi indikator utama kualitas layanan. Pasien kini semakin kritis dalam menilai layanan, terutama karena banyaknya pilihan fasilitas kesehatan.

Pelayanan farmasi menjadi salah satu titik krusial karena berhubungan langsung dengan kebutuhan pasien, seperti kecepatan mendapatkan obat, kejelasan informasi, hingga kenyamanan pelayanan. Jika layanan ini tidak optimal, persepsi terhadap rumah sakit secara keseluruhan juga ikut menurun.

Metode: Survei 397 Pasien dan Analisis Strategis

Penelitian ini melibatkan 397 pasien rawat jalan yang menggunakan layanan farmasi di RS Baptis Kota Batu. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur lima dimensi kualitas layanan, yaitu:

  • Bukti fisik (tangible)
  • Keandalan (reliability)
  • Jaminan (assurance)
  • Empati (empathy)
  • Daya tanggap (responsiveness)

Selain itu, peneliti juga melakukan analisis kesenjangan (gap analysis) antara harapan dan kenyataan layanan, serta menggunakan analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan.

Hasil: Pasien Sangat Puas, Tapi Masih Ada Celah Perbaikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi layanan mendapatkan penilaian “sangat puas” dari pasien. Persentase kepuasan bahkan melampaui ekspektasi pada semua aspek.

Beberapa temuan penting:

  • Tangible (bukti fisik): +0,18, Fasilitas dan tampilan layanan dinilai sangat baik dan melebihi harapan pasien.
  • Reliability (keandalan): +0,15, Petugas dinilai mampu memberikan layanan sesuai janji dengan baik.
  • Assurance (jaminan): +0,19, Pasien merasa percaya terhadap kompetensi dan keamanan layanan.
  • Empathy (empati): +0,13, Petugas dianggap cukup memahami kebutuhan pasien.
  • Responsiveness (daya tanggap): +0,12, Layanan dinilai cepat dan responsif, meski masih ada kendala kecil.

Meski demikian, uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara harapan dan kenyataan (p < 0,05). Artinya, meskipun pasien puas, masih terdapat ruang untuk peningkatan kualitas layanan.

Masalah Utama: Waktu Tunggu dan Ketersediaan Obat

Penelitian ini mengidentifikasi beberapa titik lemah dalam layanan farmasi:

  • Waktu tunggu obat masih dianggap lama
  • Ketersediaan obat belum selalu lengkap
  • Jumlah tenaga pelayanan terbatas
  • Koordinasi antar tim belum optimal

Masalah ini muncul terutama saat jumlah pasien tinggi, sehingga memengaruhi persepsi kecepatan dan ketepatan layanan.

Strategi SWOT: Rumah Sakit Harus Agresif Berkembang

Melalui analisis SWOT, Instalasi Farmasi RS Baptis Batu berada pada kuadran I (agresif). Artinya, rumah sakit memiliki kekuatan besar dan peluang luas untuk berkembang lebih cepat.

Kekuatan utama:

  • Visi dan misi berorientasi pada pasien
  • Dukungan manajemen rumah sakit
  • Komitmen peningkatan kualitas layanan

Peluang:

  • Dukungan pemerintah
  • Status sebagai rumah sakit rujukan
  • Kerja sama dengan BPJS

Kelemahan:

  • Waktu tunggu obat
  • Kurangnya tenaga kerja
  • Koordinasi internal

Ancaman:

  • Persaingan antar rumah sakit
  • Perubahan regulasi BPJS
  • Perkembangan teknologi kesehatan

Berdasarkan posisi ini, strategi yang direkomendasikan adalah strategi SO (Strength–Opportunity), yaitu memanfaatkan kekuatan untuk menangkap peluang.

Rekomendasi Strategi Pengembangan

Peneliti menyarankan beberapa langkah konkret:

  • Meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia
  • Mempercepat sistem pelayanan obat
  • Memperkuat kerja sama tim internal
  • Memanfaatkan teknologi untuk manajemen stok obat
  • Melakukan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga farmasi

Menurut Baiq Astrid Risviarina Hardanty dari Universitas Setia Budi, peningkatan kualitas layanan tidak cukup hanya mempertahankan kondisi saat ini. “Rumah sakit perlu terus beradaptasi dan mengembangkan strategi agar tetap unggul dalam persaingan layanan kesehatan,” jelasnya.

Dampak bagi Layanan Kesehatan

Temuan ini memberikan implikasi penting bagi rumah sakit di Indonesia:

  • Kepuasan pasien harus dijaga melalui evaluasi rutin
  • Analisis data layanan dapat membantu pengambilan keputusan
  • Strategi berbasis SWOT efektif untuk pengembangan layanan
  • Fokus pada pengalaman pasien menjadi kunci daya saing

Bagi masyarakat, peningkatan layanan farmasi berarti akses obat yang lebih cepat, informasi yang lebih jelas, dan pengalaman berobat yang lebih nyaman.

Profil Penulis

  • Baiq Astrid Risviarina Hardanty – Peneliti bidang manajemen layanan kesehatan, Universitas Setia Budi
  • Jason Merari Peranginangin – Akademisi dan peneliti strategi bisnis kesehatan, Universitas Setia Budi
  • Ismi Rahmawati – Dosen dan peneliti pelayanan farmasi dan kepuasan pasien, Universitas Setia Budi

Sumber Penelitian

Hardanty, B. A. R., Peranginangin, J. M., & Rahmawati, I. (2026). Swot Analysis in the Formulation of Strategies for Increasing Outpatient Satisfaction in the Pharmacy Installation of Baptis Hospital, Batu City, 2023

Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA)

Vol. 6 No. 3.

Posting Komentar

0 Komentar