Kinerja karyawan di sektor perhotelan mewah Bali lebih dipengaruhi oleh disiplin kerja dibandingkan motivasi, menurut penelitian tahun 2026 oleh I Ketut Eli Sumerta dan Saortua Marbun dari Universitas Triatma Mulya. Studi yang dilakukan pada hotel bintang lima di Bali ini menyoroti pentingnya pendekatan manajemen sumber daya manusia yang selaras dengan budaya kolektivistik dalam meningkatkan kualitas layanan.
Industri perhotelan global, termasuk di Bali, menghadapi tantangan pascapandemi seperti kekurangan tenaga kerja, tingginya turnover, dan meningkatnya ekspektasi pelanggan. Dalam kondisi ini, menjaga kualitas layanan menjadi semakin krusial, sehingga perusahaan perlu mencari strategi yang lebih efektif daripada sekadar mengandalkan insentif.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian ini melibatkan 78 karyawan frontliner dari delapan departemen di sebuah hotel mewah di Bali. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis untuk melihat pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan.
Kinerja karyawan diukur berdasarkan:
- Kualitas layanan
- Kuantitas pekerjaan
- Ketepatan waktu
- Efektivitas kerja
- Kemandirian
Temuan Utama
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua faktor berpengaruh signifikan, namun dengan kekuatan yang berbeda:
- Disiplin kerja memiliki pengaruh lebih kuat (β = 0,318)
- Motivasi kerja juga berpengaruh positif, namun lebih lemah (β = 0,226)
- Keduanya berpengaruh signifikan secara simultan (p = 0,001)
- Model menjelaskan 16,9% variasi kinerja karyawan
Temuan ini menegaskan bahwa disiplin menjadi faktor dominan dalam menentukan kinerja di sektor perhotelan Bali.
Makna Temuan
Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam budaya Bali yang kolektivistik, disiplin tidak dipahami sebagai bentuk kontrol ketat, melainkan sebagai tanggung jawab sosial untuk menjaga harmoni bersama.
I Ketut Eli Sumerta dan Saortua Marbun menjelaskan bahwa disiplin memberikan struktur kerja yang jelas, seperti kepatuhan terhadap prosedur dan ketepatan waktu, sehingga karyawan dapat bekerja lebih konsisten dan efektif.
Dampak bagi Industri Perhotelan
Hasil penelitian ini memberikan implikasi strategis bagi pelaku industri:
- Memprioritaskan kejelasan prosedur kerja (SOP)
- Memperkuat disiplin waktu dan konsistensi operasional
- Tetap menjaga program motivasi sebagai pendukung
- Menyesuaikan kebijakan SDM dengan nilai budaya lokal
Bagi industri pariwisata di Asia Tenggara, pendekatan berbasis disiplin yang kontekstual dapat menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan secara berkelanjutan.
Implikasi Lebih Luas
Penelitian ini menantang pandangan umum bahwa motivasi adalah faktor utama kinerja karyawan. Sebaliknya, hasil menunjukkan bahwa konteks budaya memiliki peran besar dalam menentukan faktor yang paling efektif.
Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata Indonesia, integrasi antara disiplin dan motivasi yang sesuai dengan nilai lokal menjadi strategi penting untuk mencapai keunggulan layanan.
Profil Penulis
- I Ketut Eli Sumerta – Universitas Triatma Mulya
- Saortua Marbun – Universitas Triatma Mulya
Sumber Penelitian
Title: Beyond Incentives: How Relational Discipline Outperforms Motivation in Shaping Service Performance Within Bali's Collectivist Hospitality Context
Journal: International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE)
Year: 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i2.5

0 Komentar