FORMOSA NEWS - Malaysia - Pelatihan HRM dan Green HRM Tingkatkan Kinerja UMKM Diaspora Indonesia di Malaysia. Temuan yang dilakukan oleh Indah Wahyu Utami dari Universitas Duta Bangsa Surakarta, Saryadi, Ihsan Kandung Adirangga, dan Sharina Osman dari Universiti Kuala Lumpur dalam artikel pengabdian yang dipublikasikan pada Asian Journal of Community Services (AJCS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa tantangan nyata pelaku usaha diaspora yang masih menghadapi keterbatasan manajerial, digitalisasi, dan keberlanjutan bisnis di tengah persaingan global.
Pengabdian yang dilakukan oleh Indah Wahyu Utami dari Universitas Duta Bangsa Surakarta, Saryadi, Ihsan Kandung Adirangga, dan Sharina Osman dari Universiti Kuala Lumpur menyoroti bahwa peran strategis komunitas Muhammadiyah melalui PCIM Kuala Lumpur dalam mendorong kewirausahaan diaspora.
Tantangan UMKM Diaspora di Era Digital
Pelaku UMKM diaspora tidak hanya menghadapi persoalan internal, tetapi juga tantangan lintas negara. Mereka harus menyesuaikan diri dengan regulasi, budaya kerja, serta dinamika pasar di negara tujuan, sekaligus mempertahankan identitas budaya asal. Selain itu, keterbatasan literasi digital, akses modal, dan minimnya pemahaman model bisnis modern membuat banyak usaha sulit berkembang. Dalam konteks ini, HRM menjadi kunci penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. “Tanpa sistem HRM yang terstruktur, UMKM akan sulit berkembang dan bersaing, terutama di lingkungan bisnis yang semakin digital dan global,” tulis Indah Wahyu Utami dari Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Metode: Pelatihan, Mentoring, dan Pendekatan Partisipatif
Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis pengabdian masyarakat internasional dengan metode partisipatif. Program dilakukan melalui kolaborasi antara Universitas Duta Bangsa Surakarta dan UniKL Business School Malaysia. Sebanyak pelaku UMKM diaspora yang telah menjalankan usaha lebih dari dua tahun menjadi peserta utama. Mayoritas bergerak di sektor kuliner dan ritel.
Pengabdian yang dilakukan oleh Indah Wahyu Utami dari Universitas Duta Bangsa Surakarta, Saryadi, Ihsan Kandung Adirangga, dan Sharina Osman dari Universiti Kuala Lumpur menyoroti bahwa peran strategis komunitas Muhammadiyah melalui PCIM Kuala Lumpur dalam mendorong kewirausahaan diaspora.
Tantangan UMKM Diaspora di Era Digital
Pelaku UMKM diaspora tidak hanya menghadapi persoalan internal, tetapi juga tantangan lintas negara. Mereka harus menyesuaikan diri dengan regulasi, budaya kerja, serta dinamika pasar di negara tujuan, sekaligus mempertahankan identitas budaya asal. Selain itu, keterbatasan literasi digital, akses modal, dan minimnya pemahaman model bisnis modern membuat banyak usaha sulit berkembang. Dalam konteks ini, HRM menjadi kunci penting untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. “Tanpa sistem HRM yang terstruktur, UMKM akan sulit berkembang dan bersaing, terutama di lingkungan bisnis yang semakin digital dan global,” tulis Indah Wahyu Utami dari Universitas Duta Bangsa Surakarta.
Metode: Pelatihan, Mentoring, dan Pendekatan Partisipatif
Penelitian ini menggunakan pendekatan berbasis pengabdian masyarakat internasional dengan metode partisipatif. Program dilakukan melalui kolaborasi antara Universitas Duta Bangsa Surakarta dan UniKL Business School Malaysia. Sebanyak pelaku UMKM diaspora yang telah menjalankan usaha lebih dari dua tahun menjadi peserta utama. Mayoritas bergerak di sektor kuliner dan ritel.
Pendampingan dilakukan dalam empat tahap:
- Identifikasi masalah melalui diskusi kelompok dan wawancara.
- Pelatihan HRM dasar, Business Model Canvas, dan SWOT.
- Pendampingan langsung dalam penerapan sistem manajemen.
- Evaluasi melalui pre-test dan post-test.
Program ini juga memperkenalkan konsep Green HRM, yaitu praktik manajemen SDM yang ramah lingkungan.
Hasil Utama: Lonjakan Kapasitas dan Kinerja UMKM
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas manajerial dan kinerja bisnis peserta. Beberapa temuan utama meliputi:
Peningkatan pemahaman HRM
- Peserta memahami pembagian tugas, desain pekerjaan, dan evaluasi kinerja.
- Terjadi peralihan dari manajemen informal ke semi-formal.
Implementasi sistem manajemen
- Penyusunan job description untuk setiap posisi.
- Penerapan indikator kinerja (KPI) sederhana.
- Sistem evaluasi berbasis digital.
Adopsi teknologi digital
- Penggunaan Google Forms untuk evaluasi kinerja.
- Pemanfaatan Trello untuk manajemen tugas.
- Peningkatan efisiensi dan transparansi operasional.
Integrasi Green HRM
- Penghematan energi dan air.
- Pengurangan limbah (konsep Zero Waste Kitchen).
- Penggunaan kemasan ramah lingkungan.
Dampak terhadap kinerja bisnis
- Peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.
- Diversifikasi produk.
- Peningkatan aktivitas pemasaran digital.
Sekitar 60% UMKM yang sebelumnya stagnan mulai menunjukkan perkembangan setelah program berlangsung, termasuk peningkatan interaksi pelanggan melalui media sosial.
Dampak bagi Kebijakan dan Dunia Usaha
Dampak bagi Kebijakan dan Dunia Usaha
Temuan ini memiliki implikasi luas, antara lain:
- Pemerintah dapat mengadopsi model ini untuk program pemberdayaan UMKM.
- Perguruan tinggi dapat mengembangkan pengabdian masyarakat berbasis praktik berkelanjutan.
- Pelaku usaha mendapatkan panduan konkret untuk meningkatkan kinerja.
Program ini juga menunjukkan bahwa komunitas diaspora memiliki potensi besar sebagai motor ekonomi jika didukung sistem manajemen yang tepat.
Profil Penulis
Indah Wahyu Utami, S.E., M.M. – Dosen Universitas Duta Bangsa Surakarta, bidang manajemen sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM
Saryadi, S.E., M.M. – Akademisi Universitas Duta Bangsa Surakarta, fokus pada manajemen bisnis dan kewirausahaan
Sharina Osman, Ph.D. – Dosen Universiti Kuala Lumpur, spesialis manajemen dan bisnis internasional
Ihsan Kandung Adirangga, S.E., M.M. – Peneliti Universitas Duta Bangsa Surakarta di bidang pengembangan organisasi
Sumber Penelitian
Utami, I. W., Saryadi, Osman, S., & Adirangga, I. K. (2026). Human Resource Management Assistance to Improve MSME Performance in Diaspora Communities in Kuala Lumpur. Asian Journal of Community Services, Vol. 5 No. 3, hlm. 123–134.
DOI: https://doi.org/10.55927/ajcs.v5i3.7
URL:https://journalajcs.my.id/index.php/ajcs

0 Komentar