Analisis Penyerapan Air dalam Pemanfaatan Sampah Plastik sebagai Bahan Campuran untuk Pembuatan Batu Bata Paving Ramah Lingkungan


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - JakartaPaving Block dari Limbah Plastik PET Terbukti Lebih Tahan Air dan Ramah Lingkungan. Penelitian yang dilakukan oleh Sudarno P Tampubolon, Deviana Pratiwi Munthe, Medyawanti Pane, Irene V Simanjuntak, Bintang Sri Rejeki Panjaitan, Antonius D. Tyas Prasetyo dari Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Negeri Manado dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 3 Tahun 2026 menyoroti bahwa limbah plastik jenis PET dapat dimanfaatkan sebagai campuran paving block yang lebih tahan air dan tetap kuat untuk penggunaan jalan.

Penelitian yang dilakukan oleh 
Sudarno P Tampubolon, Deviana Pratiwi Munthe, Medyawanti PaneIrene V Simanjuntak, Bintang Sri Rejeki Panjaitan, & Antonius D. Tyas Prasetyo dari Universitas Kristen Indonesia dan Universitas Negeri Manado menyoroti bahwa  pemanfaatan kembali plastik menjadi material konstruksi dinilai sebagai pendekatan berkelanjutan yang menjanjikan.

Latar Belakang: Krisis Sampah Plastik dan Solusi Konstruksi
Tingginya penggunaan plastik sekali pakai menyebabkan penumpukan sampah yang sulit dikelola, terutama di wilayah perkotaan. Plastik yang terurai menjadi mikroplastik dapat masuk ke rantai makanan dan memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari peradangan hingga gangguan hormonal. Dalam konteks ini, para peneliti mencoba mengubah limbah plastik menjadi bahan campuran paving block. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga berpotensi menekan penggunaan bahan baku konvensional seperti pasir dan semen. Menurut peneliti, pemanfaatan plastik dalam konstruksi adalah bagian dari konsep ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk bernilai guna.

Metodologi: Uji Laboratorium dan Eksperimen Material
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium yang dikombinasikan dengan studi literatur. Tim peneliti terlebih dahulu mengumpulkan limbah plastik PET dari masyarakat, kemudian mencacahnya menggunakan mesin penghancur khusus hingga berukuran 0,1–2 cm. Selanjutnya, plastik tersebut dicampurkan ke dalam adonan paving block dengan komposisi 5% dari total agregat halus (pasir). Proses pembuatan meliputi pencampuran bahan, pencetakan, pengeringan, hingga pengujian kualitas di laboratorium. Sebanyak 20 sampel paving block diuji melalui proses perendaman air selama 48 jam untuk mengukur daya serap air serta kekuatan tekan material.

Temuan Utama: Lebih Tahan Air, Tetap Kuat
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paving block dengan campuran plastik PET memiliki performa yang cukup baik, bahkan lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap air dibandingkan paving konvensional.
Beberapa temuan utama penelitian ini antara lain:
  • Daya serap air rendah: berkisar antara 4,3% hingga 6,4%, dengan rata-rata 5,2%.
  • Lebih baik dibanding paving biasa: paving konvensional memiliki daya serap air sekitar 8–12%.
  • Kuat tekan tinggi: berada pada kisaran 26,5–32 MPa, rata-rata 29,3 MPa.
  • Memenuhi standar SNI: masuk kategori mutu B (≥20 MPa dan ≤6% daya serap air).
  • Layak digunakan: cocok untuk jalan lingkungan, trotoar, dan area parkir ringan.
Rendahnya daya serap air ini disebabkan oleh sifat plastik yang hidrofobik atau tidak menyerap air. Hal ini membuat paving block lebih tahan terhadap kerusakan akibat air dan perubahan cuaca. Penelitian juga menemukan hubungan penting: semakin rendah daya serap air, semakin tinggi kekuatan tekan paving block. Sebaliknya, peningkatan porositas akibat air dapat menurunkan kekuatan material.

Dampak dan Implikasi: Solusi Ramah Lingkungan dan Ekonomis
Pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan konstruksi memiliki dampak luas, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Dengan mengurangi penggunaan bahan alami seperti pasir, metode ini membantu menjaga sumber daya alam sekaligus menekan emisi karbon dari industri konstruksi. Selain itu, teknologi ini berpotensi diterapkan dalam skala industri kecil hingga menengah, terutama di daerah perkotaan yang memiliki volume sampah plastik tinggi. Masyarakat juga dapat dilibatkan dalam pengumpulan dan pengolahan limbah plastik, sehingga membuka peluang ekonomi baru. Peneliti menekankan bahwa inovasi ini dapat menjadi solusi praktis untuk pengelolaan sampah berbasis komunitas, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi.

Profil Penulis
Sudarno P. Tampubolon, S.T., M.T. – Universitas Kristen Indonesia, ahli teknik sipil dan material konstruksi
Deviana Pratiwi Munthe, S.T., M.T. – Universitas Negeri Manado, bidang teknik lingkungan
Medyawanti Pane, S.T., M.T. – Universitas Kristen Indonesia, fokus pada rekayasa material
Irene V. Simanjuntak, S.T., M.T. – Universitas Kristen Indonesia, bidang konstruksi berkelanjutan
Bintang Sri Rejeki Panjaitan, S.T., M.T. – Universitas Negeri Manado, spesialis material ramah lingkungan
Antonius D. Tyas Prasetyo, S.T., M.T. – Universitas Kristen Indonesia, bidang teknik sipil

Sumber Penelitian
Tampubolon, S.P., Munthe, D.P., Pane, M., Simanjuntak, I.V., Panjaitan, B.S.R., & Prasetyo, A.D.T. (2026). Analysis of Water Absorption in the Utilization of Plastic Waste as a Mixed Material for Making Environmentally Friendly Paving Blocks. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5(3), 871–884.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i3.24
URLhttps://journalfjas.my.id/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar