Analisis Pengaruh Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Return Saham Perusahaan Indeks Saham Syariah Indonesia

Gambar Ilusrasi AI

Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terbukti Mendorong Return Saham Syariah di Indonesia

Perusahaan dengan profit tinggi dan ukuran bisnis yang besar terbukti memberikan imbal hasil saham yang lebih baik bagi investor di pasar saham syariah Indonesia. Temuan ini disampaikan oleh Mohamad Tohir, Yohannes Indrayono, dan Retno Martanti dari Universitas Pakuan dalam penelitian yang menganalisis kinerja perusahaan yang tergabung dalam Indeks Saham Syariah Indonesia selama periode 2017–2024.

Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Contemporary Sciences (IJCS) ini menyoroti bagaimana faktor internal perusahaan—khususnya profitabilitas dan ukuran perusahaan—memengaruhi tingkat keuntungan investasi saham syariah sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19.

Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten: perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi dan skala usaha besar cenderung menghasilkan return saham yang lebih tinggi bagi investor. Temuan ini menjadi penting karena pasar saham syariah di Indonesia terus berkembang, namun kinerja imbal hasilnya masih berfluktuasi.

Literasi Ekonomi Syariah Meningkat, Namun Pasar Masih Berfluktuasi

Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Pada 2025 jumlahnya mencapai sekitar 248,6 juta jiwa, atau sekitar 11,57 persen dari total populasi Muslim global.

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap ekonomi syariah, literasi keuangan syariah di Indonesia juga menunjukkan perkembangan. Indeks literasi ekonomi syariah yang pada 2019 berada di sekitar 16,3 persen meningkat menjadi 23,3 persen pada 2022, dan mencapai 42,84 persen pada 2024.

Meski demikian, pertumbuhan jumlah investor dan emiten saham syariah belum sepenuhnya sejalan dengan kinerja return saham syariah di pasar modal. Dalam beberapa periode, indeks saham syariah Indonesia masih mengalami penurunan, terutama saat krisis ekonomi global seperti pandemi COVID-19.

Penurunan tajam tercatat pada 2020 ketika return Indeks Saham Syariah Indonesia turun hingga –5,46 persen, menjadi salah satu penurunan terbesar selama periode 2017–2024.

Situasi ini mendorong para peneliti untuk menelaah faktor-faktor fundamental perusahaan yang dapat memengaruhi return saham syariah.

Analisis 43 Perusahaan Saham Syariah

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan perusahaan yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di Bursa Efek Indonesia.

Dari total ratusan perusahaan dalam indeks tersebut, peneliti memilih 43 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian selama periode 2017–2024. Dengan periode pengamatan delapan tahun, total data yang dianalisis mencapai 344 observasi.

Penelitian memfokuskan pada dua variabel utama:

  • Profitabilitas, yang diukur menggunakan indikator Return on Assets (ROA).
  • Ukuran perusahaan, yang diukur berdasarkan logaritma total aset perusahaan.

Sementara itu, variabel yang dianalisis sebagai hasil adalah return saham, yaitu keuntungan investasi yang diperoleh investor dari perubahan harga saham.

Profitabilitas Terbukti Meningkatkan Return Saham

Hasil analisis menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif terhadap return saham pada seluruh periode penelitian.

Secara keseluruhan, peningkatan ROA sebesar 1 persen dapat meningkatkan return saham sekitar 0,206 unit.

Pengaruh profitabilitas bahkan menjadi lebih kuat selama pandemi COVID-19. Pada periode krisis tersebut, koefisien pengaruh ROA terhadap return saham meningkat menjadi 0,618—menunjukkan bahwa investor semakin memperhatikan kinerja laba perusahaan saat kondisi ekonomi tidak stabil.

Menurut para peneliti, kondisi ini sejalan dengan teori sinyal (signaling theory) dalam keuangan. Perusahaan yang mampu menghasilkan laba tinggi memberikan sinyal positif kepada investor tentang kesehatan dan prospek bisnisnya.

“Profitabilitas yang tinggi menunjukkan kemampuan perusahaan mengelola aset secara efisien dan menghasilkan laba. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong permintaan saham,” jelas para penulis dalam analisis penelitian tersebut.

Perusahaan Besar Lebih Stabil di Mata Investor

Selain profitabilitas, ukuran perusahaan juga terbukti memiliki pengaruh positif terhadap return saham syariah.

Dalam hasil analisis keseluruhan periode penelitian, variabel ukuran perusahaan memiliki koefisien pengaruh sebesar 0,479, yang menunjukkan hubungan positif dengan return saham.

Pengaruh ini bahkan sangat kuat pada periode sebelum pandemi, dengan koefisien mencapai 0,770, serta tetap signifikan selama pandemi dengan nilai 0,724.

Temuan ini menunjukkan bahwa investor cenderung lebih percaya pada perusahaan dengan ukuran aset yang besar.

Perusahaan besar biasanya memiliki:

  • sumber daya finansial yang lebih kuat
  • kemampuan bertahan lebih baik saat krisis
  • akses pendanaan yang lebih luas
  • sistem manajemen yang lebih stabil

Karena faktor-faktor tersebut, investor menilai perusahaan besar sebagai investasi yang lebih aman dibandingkan perusahaan kecil.

Faktor Internal Menjelaskan 76 Persen Variasi Return Saham

Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini mampu menjelaskan sekitar 76,85 persen variasi return saham perusahaan dalam Indeks Saham Syariah Indonesia.

Artinya, sebagian besar perubahan return saham dapat dijelaskan oleh faktor fundamental perusahaan, khususnya profitabilitas dan ukuran perusahaan.

Sementara itu, sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, inflasi, nilai tukar, serta sentimen pasar global.

Implikasi bagi Investor dan Pengembangan Pasar Modal Syariah

Temuan penelitian ini memberikan beberapa implikasi penting bagi investor dan pengembangan pasar modal syariah di Indonesia.

Bagi investor, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis fundamental tetap menjadi strategi penting dalam memilih saham syariah. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi dan ukuran aset besar cenderung menawarkan potensi return yang lebih stabil.

Sementara bagi perusahaan, penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga kinerja laba dan memperkuat skala bisnis agar tetap menarik bagi investor.

Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa pada masa krisis seperti pandemi, investor semakin mengandalkan indikator fundamental untuk menilai ketahanan perusahaan.

Profil Penulis

  1. Dr. Mohamad Tohir: Dosen dan peneliti di Universitas Pakuan. Bidang keahlian: manajemen keuangan, pasar modal, dan ekonomi syariah.
  2. Yohannes Indrayono: Akademisi Universitas Pakuan yang meneliti bidang manajemen keuangan dan investasi.
  3. Retno Martanti: Peneliti dan dosen Universitas Pakuan dengan fokus pada akuntansi keuangan dan analisis pasar modal.

Sumber Penelitian

Tohir, Mohamad; Indrayono, Yohannes; Martanti, Retno. (2026).
“Analysis of the Influence of Profitability and Company Size on Stock Returns of Indonesian Sharia Stock Index Companies.”
International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Vol. 4 No. 3, 2026, halaman 1151–1166.

Posting Komentar

0 Komentar