Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Medan - Budaya Kerja Terbukti Tingkatkan Kinerja Pegawai Pemkab Langkat hingga 30 Persen. Temuan yang dilakukan oleh Muhammad Wahyudi, Irfan Afriza
Hasibuan, Lukmanul Hakim, Mhd. Thamrin Nasution,
M. Fery Jasanta Karo Karo, dan Nilawati Nasti dari Universitas Islam Sumatera Utara dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa budaya kerja berkontribusi signifikan terhadap performa pegawai, menjadikannya faktor penting dalam reformasi birokrasi.
Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Wahyudi, Irfan Afriza Hasibuan, Lukmanul Hakim, Mhd. Thamrin Nasution, M. Fery Jasanta Karo Karo, dan Nilawati Nasti dari Universitas Islam Sumatera Utara menyoroti bahwa riset mereka menjadi relevan di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme aparatur pemerintah daerah.
Masalah Disiplin dan Kinerja di Lapangan
Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Wahyudi, Irfan Afriza Hasibuan, Lukmanul Hakim, Mhd. Thamrin Nasution, M. Fery Jasanta Karo Karo, dan Nilawati Nasti dari Universitas Islam Sumatera Utara menyoroti bahwa riset mereka menjadi relevan di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan profesionalisme aparatur pemerintah daerah.
Masalah Disiplin dan Kinerja di Lapangan
Di banyak instansi pemerintah, termasuk di Kabupaten Langkat, tantangan kinerja pegawai masih menjadi sorotan. Peneliti menemukan gejala seperti keterlambatan masuk kerja, absensi tanpa keterangan, hingga kebiasaan pulang lebih awal. Selain itu, masih terdapat keterbatasan dalam kreativitas dan inisiatif pegawai, terutama dalam perencanaan program kerja. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara target kinerja yang diharapkan dengan realitas di lapangan. Dalam konteks tersebut, budaya kerja dipandang sebagai faktor kunci yang dapat menjembatani kesenjangan tersebut. Budaya kerja sendiri tidak hanya berupa aturan formal, tetapi mencakup nilai, kebiasaan, dan pola perilaku yang berkembang dalam organisasi. Nilai seperti disiplin, integritas, kerja sama, dan orientasi hasil menjadi fondasi penting dalam membentuk kinerja pegawai yang optimal.
Metode Penelitian: Survei terhadap Seluruh Pegawai
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Seluruh 70 pegawai di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Langkat dijadikan responden melalui teknik total sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur dua variabel utama:
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur dua variabel utama:
- Budaya kerja (meliputi disiplin, kreativitas, kerja sama, orientasi hasil).
- Kinerja pegawai (meliputi kualitas kerja, kuantitas, inisiatif, dan integritas).
Analisis dilakukan menggunakan regresi linier sederhana untuk melihat hubungan antara kedua variabel tersebut.
Hasil Utama: Pengaruh Positif dan Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien regresi sebesar 0,483 menunjukkan bahwa setiap peningkatan budaya kerja akan diikuti peningkatan kinerja pegawai.
Secara statistik:
- Nilai t-hitung: 5,427 (lebih besar dari t-tabel).
- Signifikansi: 0,000 (lebih kecil dari 0,05).
Artinya, hubungan antara budaya kerja dan kinerja tidak terjadi secara kebetulan, melainkan benar-benar signifikan. Lebih lanjut, budaya kerja diketahui menyumbang 30 persen terhadap variasi kinerja pegawai. Sisanya, sekitar 70 persen, dipengaruhi oleh faktor lain seperti kemampuan individu, motivasi, kepemimpinan, dan lingkungan kerja.
Dampak dan Implikasi bagi Pemerintahan
Hasil studi ini memberikan pesan jelas bagi pemerintah daerah: membangun budaya kerja bukan sekadar formalitas, melainkan strategi nyata untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Menurut para peneliti dari UISU, penguatan budaya kerja dapat dilakukan melalui:
Dampak dan Implikasi bagi Pemerintahan
Hasil studi ini memberikan pesan jelas bagi pemerintah daerah: membangun budaya kerja bukan sekadar formalitas, melainkan strategi nyata untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Menurut para peneliti dari UISU, penguatan budaya kerja dapat dilakukan melalui:
- Penanaman nilai orientasi hasil dalam setiap program kerja.
- Peningkatan ruang kreativitas pegawai.
- Penguatan kepemimpinan yang memberi teladan budaya kerja positif.
Peneliti menekankan bahwa budaya kerja yang kuat akan membentuk cara pandang pegawai terhadap pekerjaan mereka. Ketika pekerjaan dimaknai sebagai kontribusi, bukan sekadar kewajiban, maka kinerja akan meningkat secara alami. Implikasi lebih luasnya, peningkatan kinerja pegawai akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik. Hal ini menjadi krusial dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Profil Singkat Penulis
Profil Singkat Penulis
Muhammad Wahyudi – Peneliti bidang manajemen sumber daya manusia, Universitas Islam Sumatera Utara.
Irfan Afriza Hasibuan – Akademisi manajemen organisasi, Universitas Islam Sumatera Utara.
Lukmanul Hakim – Peneliti kebijakan publik, Universitas Islam Sumatera Utara.
Mhd. Thamrin Nasution – Dosen manajemen SDM, Universitas Islam Sumatera Utara.
M. Fery Jasanta Karo Karo – Akademisi bidang organisasi dan kinerja, Universitas Islam Sumatera Utara.
Nilawati Nasti – Dosen dan peneliti manajemen, Universitas Islam Sumatera Utara, spesialis kinerja organisasi.
Sumber Penelitian
Wahyudi, M., Hasibuan, I. A., Hakim, L., Nasution, M. T., Karo Karo, M. F. J., & Nasti, N. (2026). Analysis of the Influence of Work Culture on Employee Performance at the Regent's Office in the General Section of the Regional Secretariat of Langkat Regency. Journal of Finance and Business Digital (JFBD), Vol. 5 No. 1, 135–152.
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i1.16
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd
Sumber Penelitian
Wahyudi, M., Hasibuan, I. A., Hakim, L., Nasution, M. T., Karo Karo, M. F. J., & Nasti, N. (2026). Analysis of the Influence of Work Culture on Employee Performance at the Regent's Office in the General Section of the Regional Secretariat of Langkat Regency. Journal of Finance and Business Digital (JFBD), Vol. 5 No. 1, 135–152.
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i1.16
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

0 Komentar