Transformasi Ekonomi Kalimantan Timur Masih Didominasi Tambang, Sektor Jasa Mulai Tumbuh

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Kalimantan Timur - Kalimantan Timur masih bertumpu pada sektor pertambangan, meski tanda-tanda transformasi ekonomi mulai terlihat. Temuan ini disampaikan oleh Desy Sofita, Eny Rochaida, dan Muliati dari Universitas Mulawarman dalam riset yang dipublikasikan pada 2026 di Formosa Journal of Multidisciplinary Research. Studi ini menganalisis perubahan struktur ekonomi daerah sepanjang 2014–2023 dan menilai sektor mana yang berpotensi menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Penelitian ini penting karena Kalimantan Timur merupakan salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam terbesar di Indonesia, khususnya batu bara, minyak, dan gas. Namun, ketergantungan tinggi pada sektor ini membuat ekonomi daerah rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global. Ketika harga turun, pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdampak.

Ketergantungan Tinggi pada Sektor Tambang

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan bahwa sektor pertambangan dan penggalian secara konsisten menjadi penyumbang terbesar ekonomi daerah. Berdasarkan tabel distribusi PDRB pada halaman 2, kontribusi sektor ini bahkan mencapai lebih dari 50 persen pada beberapa tahun tertentu, jauh melampaui sektor lain seperti industri pengolahan atau jasa.

Desy Sofita menjelaskan bahwa dominasi ini membuat struktur ekonomi Kalimantan Timur kurang beragam. “Ketergantungan tinggi pada sektor tambang menciptakan kerentanan terhadap gejolak eksternal,” tulisnya.

Metode Analisis: Mengukur Daya Saing Sektor

Tim peneliti menggunakan tiga pendekatan utama:

  • Location Quotient (LQ): untuk mengidentifikasi sektor basis (unggulan)
  • Shift Share (SS): untuk melihat dinamika pertumbuhan dan daya saing sektor
  • Tipologi Klassen: untuk memetakan posisi sektor dalam pertumbuhan ekonomi

Pendekatan ini memungkinkan analisis yang lebih komprehensif terhadap struktur ekonomi daerah.

Hasil Utama: Tambang Tetap Dominan

Hasil analisis menunjukkan pola yang konsisten selama dua periode penelitian (2014–2018 dan 2019–2023):

  • Sektor pertambangan dan penggalian adalah satu-satunya sektor basis dengan nilai LQ di atas 5
  • Semua sektor lain, termasuk pertanian, industri, dan jasa, masih tergolong non-basis
  • Tidak ada perubahan signifikan dalam struktur ekonomi selama hampir satu dekade

Pada halaman 5 dan 6, data menunjukkan bahwa nilai LQ sektor pertambangan tetap stabil di kisaran 5,25, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Sektor Jasa Mulai Tumbuh

Meski belum dominan, beberapa sektor jasa mulai menunjukkan perkembangan:

  • Kesehatan dan layanan sosial mengalami peningkatan daya saing
  • Konstruksi tumbuh seiring pembangunan infrastruktur, termasuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN)
  • Real estate dan jasa perusahaan menunjukkan tren pertumbuhan positif

Analisis Shift Share pada halaman 8 mengungkap bahwa beberapa sektor jasa memiliki nilai pertumbuhan relatif lebih cepat dibandingkan tingkat nasional, meskipun kontribusinya masih kecil.

Struktur Ekonomi Belum Berubah Signifikan

Tipologi Klassen menunjukkan bahwa:

  • Pertambangan berada di Kuadran I (maju dan tumbuh cepat)
  • Sebagian besar sektor lain berada di Kuadran III (potensial tapi pertumbuhannya lambat)
  • Sektor seperti industri pengolahan dan teknologi masuk Kuadran IV (tumbuh cepat tapi kontribusi kecil)

Artinya, transformasi ekonomi masih berjalan lambat. Kalimantan Timur belum sepenuhnya beralih dari ekonomi berbasis sumber daya alam ke ekonomi berbasis industri dan jasa.

Tantangan Utama: Diversifikasi Ekonomi

Penelitian ini menyoroti beberapa tantangan besar:

  1. Ketergantungan pada komoditas global
  2. Rendahnya nilai tambah lokal
  3. Lambatnya perkembangan sektor industri
  4. Keterbatasan daya saing sektor non-tambang

Sofita menekankan bahwa tanpa diversifikasi, daerah berisiko mengalami “kutukan sumber daya” (resource curse), yaitu kondisi di mana kekayaan alam justru menghambat pembangunan jangka panjang.

Rekomendasi Kebijakan

Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi strategis:

  • Mengembangkan hilirisasi industri tambang agar nilai tambah tetap di daerah
  • Meningkatkan produktivitas sektor pertanian dengan teknologi modern
  • Memperkuat sektor jasa seperti pendidikan dan kesehatan sebagai investasi sumber daya manusia
  • Mendorong investasi di sektor industri dan jasa modern

Selain itu, proyek pembangunan IKN dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong sektor konstruksi, real estate, dan jasa berkembang lebih cepat.

Dampak bagi Masyarakat dan Pembangunan

Transformasi ekonomi yang lebih seimbang akan memberikan manfaat luas:

  • Lapangan kerja lebih beragam
  • Ketahanan ekonomi lebih kuat
  • Pendapatan daerah lebih stabil
  • Peningkatan kualitas hidup masyarakat

Tanpa perubahan struktur ekonomi, Kalimantan Timur akan terus bergantung pada sektor yang rentan terhadap fluktuasi eksternal.

Profil Penulis

  • Desy Sofita – Dosen dan peneliti bidang ekonomi regional, Universitas Mulawarman
  • Eny Rochaida – Akademisi ekonomi pembangunan, Universitas Mulawarman
  • Muliati – Peneliti ekonomi daerah dan kebijakan publik, Universitas Mulawarman

Ketiganya memiliki fokus penelitian pada ekonomi regional, transformasi struktural, dan pembangunan berkelanjutan.

Sumber Penelitian

Sofita, D., Rochaida, E., & Muliati. (2026). Analysis of Economic Transformation in East Kalimantan. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 3, 883–898.

Posting Komentar

0 Komentar