Tindak Tutur Direktif Guru Membentuk Interaksi Belajar Bahasa Indonesia di Kelas

Ilustrasi by AI

Penggunaan bahasa oleh guru di ruang kelas ternyata memainkan peran penting dalam membangun interaksi belajar siswa. Penelitian yang dilakukan Risma Puspita Anggraeni bersama Dr. Teguh Setiawan dari Universitas Negeri Yogyakarta mengungkap bagaimana tindak tutur direktif digunakan guru untuk mengarahkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Studi ini dipublikasikan pada tahun 2026 di Journal of Educational Analytics (JEDA) dan menunjukkan bahwa berbagai bentuk perintah, pertanyaan, hingga saran menjadi strategi komunikasi utama dalam mengelola proses belajar di kelas.

Penelitian dilakukan di SMP Muhammadiyah 1 Seyegan, Yogyakarta, dengan fokus pada interaksi guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Temuan ini penting karena komunikasi yang efektif di kelas dapat meningkatkan partisipasi siswa, memperjelas instruksi belajar, serta membantu guru mengelola proses pembelajaran secara lebih terstruktur.

Komunikasi Guru sebagai Penggerak Pembelajaran

Dalam kegiatan belajar mengajar, cara guru berbicara kepada siswa tidak sekadar menyampaikan materi. Bahasa juga digunakan untuk mengatur aktivitas belajar, memberi arahan, memotivasi siswa, dan menjaga dinamika kelas.

Salah satu bentuk komunikasi yang paling sering muncul adalah tindak tutur direktif, yaitu ujaran yang bertujuan memengaruhi tindakan orang lain. Dalam konteks pembelajaran, tindak tutur ini dapat berupa permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, izin, maupun saran yang diberikan guru kepada siswa.

Metode Penelitian

Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk menganalisis pola komunikasi guru selama proses pembelajaran.

Data dikumpulkan melalui observasi kelas tanpa keterlibatan langsung peneliti, serta rekaman video interaksi guru dan siswa selama kegiatan belajar berlangsung. Rekaman tersebut kemudian ditranskripsi dan dianalisis untuk mengidentifikasi jenis serta fungsi tindak tutur direktif yang digunakan guru pada tahap pembukaan, kegiatan inti, hingga penutup pembelajaran.

Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan bahwa guru menggunakan enam jenis tindak tutur direktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, yaitu:

  • Permintaan
  • Pertanyaan
  • Perintah
  • Larangan
  • Pemberian izin
  • Nasihat

Selain itu, penelitian juga menemukan 17 fungsi komunikasi berbeda dari tindak tutur direktif yang muncul selama proses pembelajaran.

Dua bentuk yang paling sering digunakan adalah:

  • Pertanyaan, untuk mendorong siswa berpikir dan berpartisipasi dalam diskusi
  • Permintaan, untuk mengarahkan aktivitas belajar siswa

Temuan ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif digunakan secara strategis dan dinamis oleh guru untuk mengatur alur pembelajaran sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa di kelas.

Dampak bagi Pendidikan

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan komunikasi pragmatik guru merupakan aspek penting dalam proses pembelajaran, khususnya dalam pengajaran bahasa.

Menurut Risma Puspita Anggraeni dari Universitas Negeri Yogyakarta, pemahaman tentang penggunaan tindak tutur direktif dalam situasi kelas nyata dapat membantu guru meningkatkan strategi komunikasi mereka sehingga interaksi dengan siswa menjadi lebih efektif.

Temuan ini juga memberikan kontribusi bagi program pendidikan dan pelatihan guru, terutama dalam mengembangkan keterampilan komunikasi pedagogis yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan partisipatif.

Profil Penulis

  • Risma Puspita Anggraeni -  Universitas Negeri Yogyakarta 
  •  Teguh Setiawan - Universitas Negeri Yogyakarta 

Sumber Penelitian

Anggraeni, Risma Puspita & Setiawan, Teguh. 2026. “Directive Speech Acts in Indonesian Language Learning at SMP Muhammadiyah 1 Seyegan.”
Journal of Educational Analytics (JEDA), Vol. 5 No. 1, halaman 185–196.
DOI: https://doi.org/10.55927/jeda.v5i1.625
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jeda

Posting Komentar

0 Komentar