Struktur Aset dan Penghematan Pajak Pengaruhi Keputusan Utang Perusahaan Makanan di Bursa Efek Indonesia

Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Banda Aceh - Keputusan perusahaan dalam menentukan sumber pendanaan ternyata tidak hanya bergantung pada peluang pertumbuhan penjualan. Penelitian terbaru yang dilakukan Sophia Amalina dan Jalaluddin dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala menemukan bahwa struktur aset dan strategi penghematan pajak memiliki pengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan data laporan keuangan perusahaan sektor konsumen non-siklikal periode 2021–2023 dan dipublikasikan pada tahun 2026 dalam jurnal International Journal of Asian Business and Development (Metropolis).

Hasil penelitian ini penting karena perusahaan makanan dan minuman merupakan salah satu sektor industri yang relatif stabil dalam perekonomian Indonesia. Produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat sehingga sektor ini tetap bertahan bahkan saat kondisi ekonomi bergejolak. Namun, persaingan yang ketat menuntut perusahaan memiliki strategi keuangan yang tepat, termasuk dalam menentukan komposisi antara utang dan modal sendiri.


Mengapa Struktur Modal Penting bagi Perusahaan

Dalam dunia bisnis, struktur modal menggambarkan bagaimana perusahaan membiayai operasional dan ekspansi usahanya. Pendanaan bisa berasal dari modal internal, seperti laba ditahan, atau dari sumber eksternal, seperti pinjaman bank dan obligasi.

Menurut Amalina dan Jalaluddin, keputusan yang salah dalam menentukan struktur modal dapat meningkatkan risiko keuangan perusahaan. Terlalu banyak menggunakan utang dapat menimbulkan beban bunga dan meningkatkan potensi gagal bayar. Sebaliknya, terlalu bergantung pada modal sendiri juga bisa membatasi kemampuan perusahaan untuk berkembang lebih cepat.

Karena itu, memahami faktor-faktor yang memengaruhi struktur modal menjadi penting bagi investor, manajemen perusahaan, dan pembuat kebijakan.


Cara Penelitian Dilakukan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan keuangan perusahaan makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2023.

Peneliti awalnya mengumpulkan 192 data observasi, namun setelah proses penyaringan untuk memastikan kualitas data, tersisa 80 sampel yang memenuhi kriteria analisis. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS.

Tiga variabel utama diuji dalam penelitian ini:

  • Struktur aset – perbandingan antara aset tetap dan total aset perusahaan
  • Peluang pertumbuhan penjualan – potensi peningkatan penjualan perusahaan dari tahun ke tahun
  • Penghematan pajak (tax saving) – efisiensi pembayaran pajak perusahaan

Ketiga variabel tersebut dianalisis untuk melihat pengaruhnya terhadap struktur modal, yang diukur menggunakan rasio Debt to Equity Ratio (DER).


Temuan Utama Penelitian

Analisis statistik menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut secara bersama-sama memiliki pengaruh yang kuat terhadap struktur modal perusahaan.

Berikut beberapa temuan penting dari penelitian ini:

1. Struktur aset berpengaruh signifikan terhadap struktur modal

Perusahaan dengan proporsi aset tetap yang besar cenderung mengurangi penggunaan utang.

Hal ini terjadi karena perusahaan yang memiliki aset besar biasanya memiliki kemampuan pendanaan internal yang cukup, sehingga tidak terlalu bergantung pada pinjaman eksternal.

2. Pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peluang pertumbuhan penjualan tidak memiliki dampak langsung terhadap keputusan pendanaan perusahaan.

Dengan kata lain, meskipun penjualan meningkat, perusahaan tidak otomatis meningkatkan penggunaan utang atau mengubah komposisi modalnya.

3. Penghematan pajak berpengaruh signifikan

Strategi penghematan pajak juga terbukti berpengaruh terhadap struktur modal.

Namun menariknya, semakin besar penghematan pajak yang diperoleh perusahaan, semakin kecil kecenderungan perusahaan untuk menambah utang.


Faktor-Faktor Ini Menjelaskan 87% Variasi Struktur Modal

Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat penjelasan yang sangat tinggi.

Nilai koefisien determinasi (R²) mencapai 0,872, yang berarti sekitar 87,2% variasi struktur modal perusahaan dapat dijelaskan oleh tiga faktor tersebut: struktur aset, peluang pertumbuhan penjualan, dan penghematan pajak.

Sisanya sekitar 12,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini, seperti profitabilitas, ukuran perusahaan, atau kondisi pasar.


Implikasi bagi Investor dan Dunia Bisnis

Temuan ini memberikan sejumlah pelajaran penting bagi berbagai pihak.

Bagi investor

Investor dapat menggunakan informasi tentang struktur aset dan strategi pajak perusahaan sebagai indikator dalam menilai stabilitas keuangan perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Bagi manajemen perusahaan

Manajemen perusahaan dapat mempertimbangkan komposisi aset dan strategi pajak ketika merancang kebijakan pendanaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Bagi pembuat kebijakan

Hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi regulator dalam memahami perilaku pendanaan perusahaan di sektor industri makanan dan minuman.

Menurut Jalaluddin dari Universitas Syiah Kuala, pemahaman terhadap faktor-faktor ini membantu perusahaan menjaga keseimbangan antara risiko keuangan dan potensi keuntungan, sehingga mampu bersaing dalam industri yang semakin kompetitif.


Sekilas tentang Penulis Penelitian

Sophia Amalina
Peneliti di bidang manajemen keuangan dan struktur modal perusahaan. Ia berafiliasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala.

Jalaluddin
Dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, dengan fokus penelitian pada keuangan perusahaan, kebijakan pendanaan, dan manajemen keuangan strategis.


Sumber Penelitian

Amalina, Sophia & Jalaluddin. (2026).
“The Influence of Asset Structure, Sales Growth Opportunities, and Tax Savings on Capital Structure in Non-Cyclical Consumer Companies in the Food and Beverage Subsector Listed on the IDX.”
International Journal of Asian Business and Development (Metropolis), Vol. 2 No. 3, 1–16.


Jika kamu mau, aku juga bisa membantu membuat versi artikel yang lebih “SEO + GEO friendly” untuk Blogger (dengan subjudul yang lebih kuat, FAQ schema, dan struktur yang mudah direkomendasikan AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Perplexity). Ini biasanya membuat artikel Formosa News lebih mudah muncul di hasil pencarian AI.

Posting Komentar

0 Komentar