Figure Ilustration AI
FORMOSA NEWS - Bogor - Strategi Keamanan Nasional Indonesia Hadapi Dampak Konflik Israel–Palestina. Temuan ini diungkapkan dalam riset Bima Bonanza Wisnu, Mira Murniasari, dan Mohammad Baharun dari Sekolah Intelijen Negara Indonesia dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) edisi Vol. 5 No. 2 Tahun 2026 menyoroti bahwa pentingnya strategi keamanan nasional yang lebih komprehensif dalam menghadapi dampak tidak langsung konflik global.
Penelitian yang dilakukan oleh Bima Bonanza Wisnu, Mira Murniasari, dan Mohammad Baharun dari Sekolah Intelijen Negara Indonesia menyoroti bahwa ancaman terhadap keamanan nasional Indonesia saat ini tidak lagi bersifat militer semata. Konflik internasional seperti Israel–Palestina dapat memicu gejolak ekonomi, polarisasi sosial, hingga penyebaran ideologi ekstrem di dalam negeri.
Dampak Global, Risiko Lokal
Secara historis, konflik Israel–Palestina telah berlangsung lebih dari tujuh dekade dan menjadi salah satu konflik paling kompleks di dunia. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung secara militer, posisi politik dan solidaritas masyarakat membuat dampaknya terasa secara domestik.
Penelitian ini menjelaskan bahwa ada tiga jalur utama dampak konflik terhadap Indonesia:
Penelitian yang dilakukan oleh Bima Bonanza Wisnu, Mira Murniasari, dan Mohammad Baharun dari Sekolah Intelijen Negara Indonesia menyoroti bahwa ancaman terhadap keamanan nasional Indonesia saat ini tidak lagi bersifat militer semata. Konflik internasional seperti Israel–Palestina dapat memicu gejolak ekonomi, polarisasi sosial, hingga penyebaran ideologi ekstrem di dalam negeri.
Dampak Global, Risiko Lokal
Secara historis, konflik Israel–Palestina telah berlangsung lebih dari tujuh dekade dan menjadi salah satu konflik paling kompleks di dunia. Meskipun Indonesia tidak terlibat langsung secara militer, posisi politik dan solidaritas masyarakat membuat dampaknya terasa secara domestik.
Penelitian ini menjelaskan bahwa ada tiga jalur utama dampak konflik terhadap Indonesia:
- Ekonomi: Ketegangan di Timur Tengah memicu kenaikan harga minyak dunia. Hal ini berdampak pada inflasi, beban subsidi, dan daya beli masyarakat Indonesia.
- Sosial dan politik: Konflik memicu mobilisasi opini publik, demonstrasi, dan potensi polarisasi berbasis identitas.
- Ideologi: Narasi konflik sering dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem untuk menyebarkan propaganda dan merekrut anggota.
Pendekatan Penelitian
Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis keamanan modern. Data dikumpulkan dari literatur akademik dan kebijakan, lalu dianalisis باستخدام kerangka teori keamanan komprehensif dan sekuritisasi. Peneliti fokus pada kekuatan militer, penelitian ini melihat keamanan sebagai kombinasi dari stabilitas politik, ekonomi, sosial, dan diplomasi.
Temuan Utama: Kekuatan Strategis Indonesia
Penelitian menemukan bahwa Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dalam menghadapi dampak konflik global:
Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis keamanan modern. Data dikumpulkan dari literatur akademik dan kebijakan, lalu dianalisis باستخدام kerangka teori keamanan komprehensif dan sekuritisasi. Peneliti fokus pada kekuatan militer, penelitian ini melihat keamanan sebagai kombinasi dari stabilitas politik, ekonomi, sosial, dan diplomasi.
Temuan Utama: Kekuatan Strategis Indonesia
Penelitian menemukan bahwa Indonesia memiliki sejumlah keunggulan dalam menghadapi dampak konflik global:
- Diplomasi moral yang kuat - Indonesia dikenal konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Posisi ini meningkatkan kredibilitas Indonesia di forum internasional seperti PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam.
- Konsep pertahanan total (total defence) - Sistem keamanan Indonesia menggabungkan unsur militer, ekonomi, dan masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan respons yang lebih fleksibel terhadap ancaman non-militer.
- Pengalaman dalam deradikalisasi - Indonesia memiliki rekam jejak dalam menangani terorisme dan ekstremisme melalui pendekatan sosial dan rehabilitasi, bukan hanya penegakan hukum.
Namun, penelitian juga mencatat beberapa kelemahan, seperti kurangnya fokus pada dampak konflik luar negeri dan koordinasi komunikasi strategis yang belum optimal.
Dampak bagi Masyarakat dan Kebijakan
Penelitian ini memberikan implikasi luas:
- Bagi pemerintah: perlu memperkuat koordinasi lintas lembaga dan memperbaiki sistem deteksi dini risiko global.
- Bagi masyarakat: penting menjaga solidaritas tanpa terjebak dalam narasi ekstrem atau polarisasi.
- Bagi dunia usaha: perlu strategi adaptasi terhadap fluktuasi ekonomi global, terutama energi.
- Bagi pendidikan: meningkatkan literasi geopolitik dan digital untuk menangkal propaganda.
Menurut penulis, keamanan nasional di era globalisasi tidak lagi soal menjaga wilayah, tetapi juga mengelola dampak konflik yang terjadi jauh dari batas negara.
Profil Penulis
Bima Bonanza Wisnu - Peneliti di Sekolah Intelijen Negara Indonesia, fokus pada studi keamanan dan strategi nasional
Mira Murniasari - Akademisi di bidang hubungan internasional dan kebijakan publik
Mohammad Baharun - Peneliti dengan keahlian keamanan global dan analisis strategis
Sumber Penelitian
Bima Bonanza Wisnu, Mira Murniasari, dan Mohammad Baharun. Indonesia’s National Security Strategy in Managing the Implications of the Israel–Palestine Conflict. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS). Vol. 5, No.2, Hal 595-614.

0 Komentar