Penelitian ini menjadi sangat krusial karena masa sekolah dasar merupakan periode transisi penting bagi anak
Membedah Moralitas dari Kacamata Anak-Anak
Untuk mendapatkan gambaran yang autentik, tim peneliti melakukan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi di EBC Bidau Masau, sebuah sekolah dasar negeri di Dili
Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas siswa mendefinisikan moralitas secara sederhana namun konkret, yakni "berbuat baik kepada teman" dan "tidak berbohong"
Antara Empati dan Realitas Perundungan
Dalam praktiknya, para peneliti menemukan banyak perilaku positif yang membanggakan, seperti budaya saling tolong-menolong saat ada teman yang jatuh atau mengalami kesulitan
Namun, studi ini juga mengungkap sisi lain yang perlu diwaspadai
Faktor Penentu Karakter Anak
Penelitian ini mengidentifikasi dua faktor besar yang saling bersinergi dalam membentuk moralitas anak:
- Faktor Internal: Meliputi kemampuan empati, tipe kepribadian, dan pemahaman agama yang dimiliki anak sejak dini
. Empati menjadi mesin utama yang menggerakkan anak untuk peduli pada kondisi orang lain . - Faktor Eksternal: Peran guru sebagai teladan utama di sekolah sangatlah vital
. Selain itu, aturan sekolah yang konsisten serta dukungan penuh dari orang tua dalam memberikan bimbingan di rumah menjadi faktor penentu apakah nilai moral tersebut akan terinternalisasi dengan baik atau tidak .
Rekomendasi bagi Pendidik dan Orang Tua
Berdasarkan temuan tersebut, Alexandra de Araujo Tilman dan tim pengajar dari UNTL menyarankan beberapa langkah strategis
- Integrasi Moralitas di Semua Mata Pelajaran: Pendidikan moral tidak boleh terjebak hanya pada pelajaran agama atau kewarganegaraan, tetapi harus menyatu dalam setiap aktivitas akademik
. - Program Pembiasaan Kreatif: Sekolah disarankan menciptakan program seperti "Jumat Berbagi" atau "Sahabat Peduli" untuk melatih sensitivitas sosial siswa secara rutin
. - Sinergi Sekolah dan Rumah: Orang tua harus menjadi model nyata di rumah. Kejujuran dan kepedulian yang ditunjukkan orang tua akan lebih membekas daripada sekadar nasihat lisan
.
Studi ini menegaskan bahwa membentuk karakter bangsa dimulai dari hal-hal kecil di bangku sekolah dasar. Dengan kolaborasi yang kuat antara guru, sekolah, dan orang tua, tantangan seperti perundungan dapat ditekan, dan generasi masa depan yang berakhlak mulia dapat diwujudkan
Profil Peneliti
Artikel ilmiah ini disusun oleh tim pakar dari Faculdade de Educação e Humanidades, Universidade Nasional Timor Lorosa'e (UNTL)
- Alexandra de Araujo Tilman (Penulis Korespondensi) – Pakar pendidikan dengan fokus pada pengembangan karakter anak
. - Manuela Monteiro Conceição, Filomeno Amaral Bria, Eduardo da Costa Guterres, Teofilo Amaral Sarmento, dan Domingos Verdinal – Akademisi dan peneliti di bidang ilmu pendidikan dan humaniora yang aktif dalam mengkaji dinamika sosial pendidikan di Timor-Leste
.
Referensi Penelitian
Judul Artikel: Students' Understanding and Practice of Morality at EBC Bidau Masau Elementary School in Dili, Timor-Leste: A Qualitative Study
0 Komentar