Sistem Prediksi Churn Pelanggan Menggunakan Machine Learning: Sebuah Studi Kasus ROSHAN Telecom-Afghanistan

Ilustrasi by AI

Afghanistan- Sistem Prediksi Churn Pelanggan ROSHAN Capai Akurasi 95,32 Persen. Penelitian yang dilakukan Hafeezullah Shoja (Kabul University), Esmatullah Sabet (Parwan University), dan Sayed Shafiullah Sadat (Polytechnic University Kabul) yang dipublikasikan dalam International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST) Vol. 4 No. 2 (Februari 2026).

Studi terbaru dari Hafeezullah Shoja (Kabul University), Esmatullah Sabet (Parwan University), dan Sayed Shafiullah Sadat (Polytechnic University Kabul) menghadirkan solusi berbasis machine learning untuk memprediksi pelanggan yang berisiko berhenti berlangganan (churn) di ROSHAN Telecom, Afghanistan.

Churn: Ancaman Nyata bagi Industri Telekomunikasi

Di industri telekomunikasi, biaya mendapatkan pelanggan baru jauh lebih mahal dibanding mempertahankan pelanggan lama. Penelitian terdahulu bahkan menunjukkan bahwa peningkatan retensi pelanggan sebesar 5 persen dapat meningkatkan keuntungan perusahaan hingga 25–85 persen.

Karena itu, kemampuan memprediksi pelanggan yang berpotensi churn menjadi strategi krusial untuk menjaga pendapatan dan stabilitas bisnis.

Mengolah 100 Ribu Data dari 7 Juta Pelanggan

Tim peneliti mengumpulkan data dari berbagai sumber internal perusahaan, antara lain:

  • CDR (Call Detail Records) panggilan suara dan SMS
  • Data penggunaan internet
  • Riwayat TOPUP harian
  • Aktivasi dan pembelian paket (bundle)
  • Data CRM seperti gender, provinsi, serta tiket keluhan

Data satu tahun penuh dikonsolidasikan, kemudian 100.000 pelanggan dipilih secara acak dari total basis sekitar 7 juta pelanggan.

Pada halaman 9–11 jurnal, dijelaskan bahwa dataset akhir mencakup variabel penting seperti:

  • MSISDN (nomor pelanggan)
  • Gender
  • Age on Network (AON)
  • Total panggilan on-net dan off-net
  • Penggunaan data
  • Jumlah dan nilai TOPUP
  • Total keluhan, inquiry, dan request
  • Status churn (1 = churn, 0 = aktif)

Dataset ini kemudian dibagi 80 persen untuk pelatihan model dan 20 persen untuk pengujian.

Mengapa XGBoost?

Algoritma XGBoost dipilih karena efektif menangani:

  • Dataset besar
  • Variabel numerik dan kategorikal
  • Ketidakseimbangan data (imbalanced data)

Sebagaimana dijelaskan dalam tinjauan pustaka (halaman 127–130), banyak penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa XGBoost unggul dibanding algoritma lain seperti Decision Tree, Random Forest, maupun SVM dalam kasus prediksi churn.

Model dilatih menggunakan teknik hyperparameter tuning dan divalidasi menggunakan confusion matrix.

Hasil: 4.127 Pelanggan Berisiko Tinggi

Dari 100.000 data pelanggan yang diuji, model berhasil mengidentifikasi:

  • 4.127 pelanggan berisiko tinggi churn
  • Tingkat akurasi: 95,32 persen

Tabel confusion matrix pada halaman 135 menunjukkan hasil berikut:

  • 35.604 pelanggan diprediksi benar sebagai non-churn
  • 12.089 pelanggan diprediksi benar sebagai churn
  • 1.510 false positive
  • 797 false negative

Hasil ini menunjukkan model mampu menangani ketidakseimbangan data dengan baik dan tetap mempertahankan presisi tinggi.

Manfaat Strategis bagi Manajemen

Lebih dari sekadar angka akurasi, sistem ini memberikan insight strategis kepada manajemen ROSHAN.

Model mampu mengelompokkan pelanggan berisiko berdasarkan:

  • Gender
  • Jenis kartu (profile)
  • Provinsi
  • Lama berlangganan (AON)

Informasi ini membantu perusahaan:

  • Menyusun kampanye retensi yang lebih terarah
  • Memberikan promo spesifik pada wilayah dengan churn tinggi
  • Menganalisis pola keluhan pelanggan sebelum churn
  • Mengoptimalkan strategi layanan pelanggan

Prediksi berbasis data memungkinkan tindakan proaktif, bukan reaktif.

Tantangan dan Pengembangan Lanjutan

Penelitian ini mengakui bahwa model masih bergantung pada data historis. Perubahan perilaku pelanggan secara tiba-tiba mungkin belum sepenuhnya terdeteksi.

Untuk pengembangan selanjutnya, peneliti merekomendasikan:

  • Integrasi data sentimen media sosial
  • Eksplorasi model deep learning
  • Pengembangan sistem prediksi real-time

Pendekatan ini dapat meningkatkan adaptabilitas model terhadap dinamika pasar.

Dampak Lebih Luas

Penelitian ini tidak hanya relevan bagi ROSHAN Telecom di Afghanistan, tetapi juga bagi operator telekomunikasi di negara berkembang yang menghadapi tantangan serupa.

Dengan pendekatan machine learning yang tepat, perusahaan dapat:

  • Mengurangi tingkat churn
  • Meningkatkan loyalitas pelanggan
  • Mengoptimalkan biaya pemasaran
  • Meningkatkan pendapatan jangka panjang

Studi ini menunjukkan bahwa transformasi digital berbasis data dapat menjadi kunci keberlanjutan industri telekomunikasi.

Profil Penulis

  • Hafeezullah Shoja-  Kabul University.
  • Esmatullah Sabet-  Parwan University, Afghanistan.
  • Sayed Shafiullah Sadat- Polytechnic University Kabul.

Sumber Penelitian

Shoja, H., Sabet, E., & Sadat, S. S. (2026). Customer Churn Prediction System Using Machine Learning: A Case Study ROSHAN Telecom-Afghanistan. International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST), Vol. 4 No. 2, 123–137.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijist.v4i2.287

URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijist


Posting Komentar

0 Komentar