Medan- Literasi
Keuangan Syariah Diperkuat di MATAN Malaysia, Santri Makin Paham Prinsip
Ekonomi Islam. Program pengabdian masyarakat yang dipimpin Yurmaini bersama
Erliyanti, Rangga Salam, Sri Rizky Ramadhani, dan Budi Darma dari Universitas
Alwashliyah Medan yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat
Bestari (JPMB) Vol. 5 No. 2 (Februari 2026).
Program
pengabdian masyarakat yang dipimpin Yurmaini bersama Erliyanti, Rangga Salam,
Sri Rizky Ramadhani, dan Budi Darma dari Universitas Alwashliyah Medan menunjukkan
bahwa penguatan literasi keuangan syariah mampu meningkatkan pemahaman dan
penerapan prinsip ekonomi Islam di kalangan santri Ma’had Tahfiz Annur (MATAN),
Malaysia.
Literasi
Keuangan Syariah Bukan Sekadar Soal Uang
Dalam konteks
masyarakat Muslim, literasi keuangan tidak hanya mencakup pengelolaan
pendapatan dan pengeluaran. Literasi keuangan syariah mencakup pemahaman
prinsip-prinsip Islam yang melarang riba, menekankan keadilan, berbagi risiko,
serta menjunjung tinggi etika dalam aktivitas ekonomi.
Malaysia
dikenal sebagai salah satu pusat keuangan syariah dunia, dengan dukungan
lembaga riset dan institusi pendidikan yang kuat. Namun berbagai studi
menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda
dan komunitas pendidikan agama masih perlu diperkuat.
Ma’had Tahfiz
Annur (MATAN), yang berfokus pada hafalan Al-Qur’an dan pembinaan karakter,
dipilih sebagai lokasi program karena santri dinilai memiliki peran strategis
sebagai calon pemimpin dan panutan masyarakat.
Pendekatan
Partisipatif dan Kontekstual
Program ini
tidak dirancang sebagai ceramah satu arah, melainkan sebagai proses
pemberdayaan yang terstruktur. Metode yang digunakan meliputi:
- Pre-test dan post-test untuk
mengukur peningkatan pemahaman
- Observasi keterlibatan peserta
- Diskusi interaktif berbasis studi
kasus
- Umpan balik kualitatif dari
santri
Pendekatan
ini mengintegrasikan tiga aspek utama:
1️⃣ Pemahaman kognitif tentang konsep
keuangan syariah
2️⃣
Penguatan sikap dan kesadaran etis
3️⃣
Aplikasi praktis prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari
Dokumentasi
kegiatan pada halaman 3 menunjukkan suasana pelaksanaan program dengan
partisipasi aktif santri dan tim pengabdi. Sementara pada halaman 4 dan 5
terlihat sesi diskusi dan interaksi yang intens dalam membahas kasus-kasus
keuangan sederhana dari perspektif syariah.
Peningkatan
Pemahaman yang Signifikan
Hasil
evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang jelas dalam pemahaman santri
mengenai:
- Larangan riba
- Peran zakat, infak, dan wakaf
- Prinsip transaksi halal
- Perbedaan sistem keuangan
konvensional dan syariah
Sebelum
intervensi, sebagian besar santri masih kesulitan membedakan praktik keuangan
konvensional dan syariah. Setelah program berlangsung, mereka mampu menjelaskan
konsep tersebut dengan lebih tepat dan percaya diri.
Observasi
selama kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif dan kemampuan
menganalisis situasi keuangan sederhana menggunakan perspektif syariah.
Internalisasi
Nilai Ekonomi Islam
Umpan balik
peserta menunjukkan bahwa integrasi antara literasi keuangan dan nilai-nilai
Islam membuat mereka menyadari bahwa ekonomi Islam bukan sekadar teori agama,
melainkan panduan praktis dalam kehidupan sehari-hari.
Santri
melaporkan peningkatan:
- Kesadaran tanggung jawab etis
dalam pengambilan keputusan finansial
- Kemampuan menilai praktik ekonomi
dari sudut pandang syariah
- Kesiapan menerapkan prinsip
ekonomi Islam dalam kehidupan nyata
Temuan ini
sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa intervensi
pendidikan yang terarah dapat meningkatkan literasi keuangan syariah dan
membentuk perilaku ekonomi yang lebih etis.
Peran
Strategis Pesantren dan Ma’had Tahfiz
Program ini
menegaskan bahwa lembaga pendidikan Islam memiliki peran penting dalam
penyebaran literasi ekonomi syariah.
Sebagai calon
pemimpin agama dan tokoh masyarakat, santri yang memiliki literasi keuangan
syariah memadai berpotensi memengaruhi praktik ekonomi di komunitasnya.
Pendekatan
partisipatif dan kontekstual terbukti lebih efektif dibandingkan metode ceramah
konvensional karena mendorong pemahaman mendalam dan internalisasi nilai.
Tantangan
dan Rekomendasi
Meskipun
hasilnya positif, beberapa santri awalnya mengalami kesulitan memahami konsep
keuangan yang bersifat abstrak. Oleh karena itu, tim pengabdi merekomendasikan:
- Durasi program yang lebih panjang
- Simulasi praktik keuangan yang
lebih intensif
- Pemanfaatan media digital
pembelajaran
- Program literasi berkelanjutan di
lingkungan ma’had
Upaya
berkelanjutan diperlukan agar perubahan pengetahuan berkembang menjadi
kebiasaan perilaku ekonomi yang konsisten.
Kesimpulan
Penguatan
literasi keuangan syariah di Ma’had Tahfiz Annur (MATAN) Malaysia terbukti
efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri terhadap prinsip ekonomi
Islam.
Dengan
mengintegrasikan nilai-nilai syariah dan pengetahuan praktis, program ini tidak
hanya meningkatkan aspek kognitif, tetapi juga membangun tanggung jawab etis
dalam pengambilan keputusan finansial.
Intervensi
berbasis komunitas seperti ini berkontribusi pada pengembangan praktik ekonomi
yang adil dan sesuai syariah dalam jangka panjang.
Profil
Penulis
- Yurmaini- Universitas Alwashliyah Medan
- Erliyanti-
Universitas
Alwashliyah Medan
- Rangga Salam- Universitas Alwashliyah Medan
- Sri Rizky
Ramadhani- Universitas
Alwashliyah Medan
- Budi Darma- Universitas Alwashliyah Medan.
Sumber
Penelitian
Yurmaini, Erliyanti, Salam, R., Ramadhani, S. R., & Darma, B. (2026). Strengthening Sharia Financial Literacy for Islamic Boarding School Students in Improving Understanding and Application of Islamic Economic Principles at Ma'had Tahfiz Annur (MATAN) Malaysia. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 2, 131–138.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i2.614
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb

0 Komentar