Pengaruh Transformasi dari Pengawasan Tenaga Kerja Manusia ke Pengawasan Digital terhadap Perilaku Pekerja di Pt. Indominco Mandiri

Gambar Ilustrasi AI

Pengawasan Digital di Tambang Batubara: Studi UII Temukan CCTV Tingkatkan Disiplin Pekerja

Perubahan sistem pengawasan dari manual ke digital mulai mengubah perilaku kerja di sektor pertambangan. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Surya Bayu Miftah dan Muhammad Saddam Sofyandi dari Universitas Islam Indonesia (UII) menunjukkan bahwa penggunaan pengawasan digital berbasis Closed Circuit Television (CCTV) dapat meningkatkan disiplin kerja dan kepatuhan terhadap keselamatan kerja di area tambang. Studi tersebut dilakukan pada tahun 2024–2025 di area Settling Pond PT Indominco Mandiri, perusahaan pertambangan batubara di Kalimantan Timur. Temuan penelitian ini penting karena menunjukkan bagaimana teknologi pengawasan dapat membantu meningkatkan keselamatan operasional sekaligus memengaruhi dinamika sosial pekerja di lingkungan kerja berisiko tinggi.

Transformasi Pengawasan di Industri Pertambangan

Industri pertambangan dikenal sebagai sektor dengan risiko kerja tinggi. Aktivitas yang melibatkan alat berat, bahan berbahaya, serta operasi lapangan yang berlangsung sepanjang waktu menuntut sistem pengawasan yang kuat untuk mencegah kecelakaan kerja.

Selama bertahun-tahun, pengawasan di lokasi tambang dilakukan secara manual melalui inspeksi langsung oleh pengawas lapangan. Metode ini memungkinkan komunikasi langsung antara pengawas dan pekerja, tetapi memiliki keterbatasan. Area tambang yang luas membuat pengawasan tidak selalu konsisten, dan proses evaluasi sering kali tidak memiliki bukti visual yang objektif.

Seiring perkembangan teknologi industri, banyak perusahaan mulai beralih ke sistem pengawasan digital berbasis CCTV. Sistem ini memungkinkan pemantauan aktivitas kerja secara real-time, menyediakan rekaman visual untuk evaluasi keselamatan, serta membantu manajemen mengambil keputusan operasional secara lebih cepat.

Penelitian dari Universitas Islam Indonesia ini mengkaji bagaimana transformasi tersebut memengaruhi perilaku kerja pekerja tambang.

Metodologi Penelitian di Area Settling Pond

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian berfokus pada Settling Pond 37–41 di East Block PT Indominco Mandiri, area yang berfungsi untuk pengelolaan kualitas air tambang.

Peneliti mengumpulkan data selama periode magang tahun 2024–2025 dengan beberapa metode:

  • Observasi lapangan pada aktivitas kerja di area settling pond
  • Wawancara mendalam dengan tiga pengawas operasional
  • Wawancara semi-terstruktur dengan 20 pekerja lapangan

Sebagian area penelitian telah dilengkapi dengan CCTV, sementara area lain masih menggunakan pengawasan manual. Kondisi ini menciptakan sistem pengawasan hybrid yang memungkinkan peneliti membandingkan perilaku pekerja di kedua kondisi tersebut.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengawasan digital melalui CCTV membawa beberapa perubahan penting dalam perilaku kerja pekerja tambang.

1. Peningkatan kedisiplinan kerja: Pekerja yang bekerja di area dengan CCTV menunjukkan kedisiplinan yang lebih tinggi. Mereka lebih konsisten mengikuti jadwal kerja, prosedur operasional, serta urutan kegiatan kerja.

2. Kepatuhan terhadap keselamatan kerja meningkat: Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan kepatuhan terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) meningkat di area yang terpantau kamera.

3. Respon operasional lebih cepat: Pengawas dapat mendeteksi penyimpangan prosedur lebih cepat melalui pemantauan visual, sehingga tindakan korektif dapat dilakukan lebih dini.

4. Penurunan interaksi sosial informal: Meskipun disiplin meningkat, penelitian menemukan bahwa pekerja cenderung mengurangi percakapan informal di area yang terpantau kamera.

5. Muncul tekanan psikologis ringan: Sebagian pekerja melaporkan rasa tidak nyaman karena merasa diawasi secara terus-menerus. Beberapa bahkan menghindari area yang berada dalam jangkauan kamera.

Temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan digital tidak hanya memengaruhi perilaku operasional, tetapi juga memengaruhi aspek sosial dan psikologis pekerja.

Teknologi Pengawasan dan Perilaku Organisasi

Menurut Muhammad Surya Bayu Miftah dari Universitas Islam Indonesia, teknologi pengawasan seperti CCTV dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.

Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan sistem tersebut sangat bergantung pada cara perusahaan mengelola komunikasi dengan pekerja.

“Pengawasan digital dapat memperkuat disiplin kerja dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Namun efektivitasnya akan lebih berkelanjutan jika perusahaan menerapkan komunikasi yang transparan dan pendekatan yang berorientasi pada manusia,” jelas Muhammad Surya Bayu Miftah dari Universitas Islam Indonesia.

Temuan ini juga sejalan dengan teori Electronic Performance Monitoring (EPM) dalam manajemen organisasi yang menjelaskan bahwa teknologi pengawasan dapat meningkatkan kepatuhan, tetapi juga dapat memunculkan respons psikologis jika pekerja merasa terlalu diawasi.

Dampak bagi Industri dan Kebijakan Perusahaan

Penelitian ini memberikan sejumlah implikasi penting bagi industri pertambangan dan sektor industri berisiko tinggi lainnya.

Pertama, pengawasan digital dapat menjadi alat penting untuk meningkatkan keselamatan kerja dan mengurangi potensi kecelakaan operasional.

Kedua, perusahaan perlu memastikan bahwa teknologi pengawasan tidak hanya digunakan sebagai alat kontrol, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keselamatan kerja yang transparan dan adil.

Ketiga, pendekatan human-centered management diperlukan agar pekerja memahami bahwa teknologi pengawasan bertujuan melindungi keselamatan mereka, bukan sekadar mengawasi kinerja.

Perusahaan juga disarankan melakukan sosialisasi yang jelas terkait tujuan pemasangan CCTV serta memberikan literasi digital kepada pekerja agar sistem pengawasan dapat diterima secara lebih positif.

Tantangan Implementasi Pengawasan Digital

Penelitian ini juga menemukan bahwa implementasi CCTV di PT Indominco Mandiri masih dilakukan secara bertahap. Tidak semua area kerja memiliki cakupan kamera yang sama.

Ketidakmerataan ini dapat menimbulkan fenomena yang disebut surface compliance, yaitu kepatuhan yang lebih tinggi di area yang diawasi dibandingkan area tanpa pengawasan.

Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan perluasan sistem pengawasan digital secara bertahap berdasarkan analisis risiko kerja.

Profil Penulis

Muhammad Surya Bayu Miftah
Mahasiswa peneliti bidang manajemen dari Universitas Islam Indonesia dengan fokus pada perilaku organisasi, manajemen kinerja, dan transformasi digital di lingkungan kerja industri.

Muhammad Saddam Sofyandi
Akademisi dan peneliti dari Universitas Islam Indonesia yang memiliki keahlian dalam bidang manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan sistem pengawasan kerja di sektor industri.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Effect of Transformation from Human Workforce Supervision to Digital Supervision on Worker Behavior at PT Indominco Mandiri
Penulis: Muhammad Surya Bayu Miftah & Muhammad Saddam Sofyandi
Jurnal: Indonesian Journal of Economic & Management Sciences
Tahun Publikasi: 2026
Lisensi: Creative Commons Attribution 4.0 International

Posting Komentar

0 Komentar