Pengaruh Kebijakan Dividen, Leverage, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Laba, dan Perputaran Persediaan terhadap Nilai Perusahaan di PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) pada Periode 2012-2024

Ilustrasi by AI

Banten- Leverage dan Ukuran Perusahaan Jadi Penentu Nilai Perusahaan ROTI 2012–202. Penelitian ini dilakukan oleh Rosita dan Wirawan Suryanto dari Universitas Pamulang dan dipublikasikan dalam International Journal of Education and Life Sciences (IJELS) Vol. 4 No. 2 (Februari 2026)

Penelitian dilakukan oleh Rosita dan Wirawan Suryanto menunjukkan bahwa leverage dan ukuran perusahaan menjadi faktor paling berpengaruh terhadap nilai perusahaan, sementara kebijakan dividen, pertumbuhan laba, dan perputaran persediaan tidak berpengaruh signifikan secara parsial.

Harga Saham Turun Sejak 2020

Grafik harga saham pada halaman 200 menunjukkan bahwa harga saham ROTI sempat mencapai Rp3.300 pada 2012, namun terus menurun hingga menyentuh Rp970 pada 2024.

Data keuangan pada Tabel 1 (halaman 201) menunjukkan dinamika sebagai berikut:

  • Laba bersih tertinggi: Rp432,22 miliar (2022)
  • Total liabilitas tertinggi: Rp1,739 triliun (2017)
  • Total aset tertinggi: Rp4,682 triliun (2019)
  • Persediaan tertinggi: Rp156,864 miliar (2024)

Penelitian mencatat adanya kecenderungan hubungan terbalik antara peningkatan utang dan laba bersih pada beberapa periode.

Nilai Perusahaan Diukur dengan PBV

Nilai perusahaan dalam studi ini diukur menggunakan Price to Book Value (PBV).

Berdasarkan Tabel 2 (halaman 205):

  • PBV tertinggi: 25,06 (2012)
  • PBV terendah: 2,55 (2018)
  • Rata-rata PBV: 5,539

Data statistik deskriptif pada Tabel 3 (halaman 205) menunjukkan bahwa penelitian menggunakan 13 observasi tahunan dari 2012 hingga 2024.

Hasil Regresi: Dua Variabel Paling Berpengaruh

Hasil analisis regresi linier berganda (Tabel 8, halaman 207) menghasilkan persamaan:

Y = 260,687 + 0,920X 11,092X 16,824X + 0,288X + 0,229X

Keterangan:

  • X = Kebijakan Dividen (DPR)
  • X = Leverage (DER)
  • X = Ukuran Perusahaan
  • X = Pertumbuhan Laba
  • X = Perputaran Persediaan

Hasil Uji Parsial (Tabel 9, halaman 209):

  1. Kebijakan Dividen (DPR) → Tidak signifikan (p = 0,715)
  2. Leverage (DER) → Berpengaruh signifikan negatif (p = 0,002)
  3. Ukuran Perusahaan → Berpengaruh signifikan negatif (p = 0,000)
  4. Pertumbuhan Laba → Tidak signifikan (p = 0,862)
  5. Perputaran Persediaan → Tidak signifikan (p = 0,290)

Leverage memiliki koefisien negatif sebesar -11,092, yang berarti peningkatan utang secara signifikan menurunkan nilai perusahaan. Ukuran perusahaan juga menunjukkan koefisien negatif (-16,824), mengindikasikan bahwa pertumbuhan aset yang tidak diimbangi efisiensi dapat menekan valuasi pasar.

Pengaruh Simultan Sangat Kuat

Meskipun tiga variabel tidak signifikan secara parsial, uji simultan (Tabel 10, halaman 209) menunjukkan:

  • F hitung: 28,268
  • F tabel: 4,387
  • Signifikansi: 0,000

Artinya, secara bersama-sama kelima variabel berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Koefisien determinasi (Tabel 11, halaman 210) menunjukkan:

  • R Square = 0,953

Ini berarti 95,3 persen variasi nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh kelima variabel tersebut, sementara 4,7 persen dipengaruhi faktor lain di luar model.

Implikasi bagi Perusahaan dan Investor

Hasil penelitian ini memberikan dua pesan utama:

1. Pengelolaan Utang Sangat Krusial

Semakin tinggi leverage, semakin rendah nilai perusahaan. Struktur modal perlu dikelola secara hati-hati.

2. Ekspansi Aset Harus Efisien

Ukuran perusahaan yang besar tidak otomatis meningkatkan nilai perusahaan jika tidak disertai pengelolaan aset yang produktif.

Sementara itu, kebijakan dividen dan pertumbuhan laba tidak terbukti memengaruhi nilai perusahaan secara signifikan selama periode penelitian.

Rekomendasi Penelitian

Peneliti merekomendasikan:

  • Perusahaan mengendalikan tingkat utang dan memaksimalkan penggunaan aset.
  • Investor memperhatikan rasio DER sebelum mengambil keputusan investasi.
  • Diversifikasi portofolio untuk meminimalkan risiko.
  • Penelitian selanjutnya menambahkan variabel eksternal seperti inflasi, suku bunga, dan kondisi makroekonomi.

Kesimpulan

Dalam periode 2012–2024, leverage dan ukuran perusahaan menjadi faktor utama yang memengaruhi nilai PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. Meskipun kebijakan dividen, pertumbuhan laba, dan perputaran persediaan tidak signifikan secara parsial, kombinasi kelima variabel memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap nilai perusahaan.

Temuan ini menegaskan pentingnya manajemen struktur modal dan efisiensi aset dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan nilai perusahaan di pasar modal.

Profil Penulis

  • Rosita-  Universitas Pamulang
  • Wirawan Suryanto- Universitas Pamulang

Sumber Penelitian

Rosita & Suryanto, W. (2026). The Effect of Dividend Policy, Leverage, Firm Size, Profit Growth, and Inventory Turnover on Firm Value at PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) During the Period 2012–2024.International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 2, 199–214.                          

DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i2.280

URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels


Posting Komentar

0 Komentar