Pengaruh Citra Merek IM3 dan Kualitas Layanan terhadap Loyalitas Pelanggan melalui Mediasi Kepuasan Pelanggan di DKI Jakarta

Ilustrasi by AI

Tangerang- Brand Image dan Kualitas Layanan Terbukti Perkuat Loyalitas Pelanggan IM3 di Jakarta. Penelitian terbaru dari Riska Mandasari dan Agus Nurudin dari Universitas Muhammadiyah Jakarta yang dipublikasikan dalam International Journal of Education and Life Sciences (IJELS) Vol. 4 No. 2 (Februari 2026).

Penelitian terbaru dari Riska Mandasari dan Agus Nurudin dari Universitas Muhammadiyah Jakarta mengungkap faktor utama di balik loyalitas pelanggan IM3. Persaingan industri telekomunikasi di Indonesia semakin ketat, terutama di wilayah DKI Jakarta sebagai pusat aktivitas digital nasional. Di tengah dominasi Telkomsel dan persaingan ketat dengan XL Axiata, IM3 menunjukkan pertumbuhan stabil dalam jumlah pelanggan dan kepuasan pengguna.

IM3 Tumbuh Stabil di Tengah Kompetisi

Data industri yang ditampilkan pada halaman 110–111 menunjukkan bahwa:

  • IM3 memiliki 68,5 juta pelanggan aktif pada 2024.
  • Pendapatan meningkat dari Rp46,8 triliun (2022) menjadi Rp55,9 triliun (2024).
  • ARPU IM3 naik dari Rp33.500 (2022) menjadi Rp36.000 (2024).

Sementara itu, tingkat churn seluruh operator turun menjadi 6,0% pada 2024, dan skor kepuasan pelanggan (CSAT) IM3 meningkat menjadi 85,13—lebih tinggi dibandingkan 2022.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa peningkatan loyalitas tidak hanya ditentukan oleh kualitas jaringan, tetapi juga oleh persepsi merek dan pengalaman layanan.

Metode: Survei 400 Pelanggan IM3

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis LISREL 8.8.

Sebanyak 400 pelanggan IM3 di DKI Jakarta yang berusia minimal 18 tahun dan telah menggunakan layanan minimal enam bulan menjadi responden penelitian.

Model penelitian menguji empat variabel utama:

  • Brand Image
  • Service Quality
  • Customer Satisfaction
  • Customer Loyalty

Hasil uji kelayakan model pada halaman 115 menunjukkan bahwa seluruh indikator Goodness of Fit (RMSEA 0,025; CFI 0,984; GFI 0,909) berada dalam kategori good fit.

Nilai R-Square pada halaman 116 menunjukkan:

  • Kepuasan pelanggan dijelaskan 59% oleh brand image dan kualitas layanan.
  • Loyalitas pelanggan dijelaskan 61,4% oleh ketiga variabel tersebut.

Model dinilai memiliki daya jelaskan yang kuat.

Brand Image dan Service Quality Berpengaruh Signifikan

Hasil uji hipotesis langsung (halaman 117) menunjukkan:

  • Brand Image → Kepuasan Pelanggan (koefisien 0,455; signifikan)
  • Service Quality → Kepuasan Pelanggan (0,572; signifikan)
  • Brand Image → Loyalitas (0,132; signifikan)
  • Service Quality → Loyalitas (0,193; signifikan)
  • Kepuasan Pelanggan → Loyalitas (0,519; signifikan)

Koefisien tertinggi terdapat pada pengaruh kepuasan terhadap loyalitas, menegaskan bahwa kepuasan merupakan faktor paling dominan dalam membentuk loyalitas pelanggan IM3.

Kepuasan Berperan sebagai Mediator Kuat

Uji mediasi (halaman 118) menunjukkan bahwa:

  • Brand Image → Loyalitas melalui Kepuasan (efek 0,236; signifikan)
  • Service Quality → Loyalitas melalui Kepuasan (efek 0,297; signifikan)

Artinya, citra merek dan kualitas layanan akan lebih efektif meningkatkan loyalitas jika terlebih dahulu menciptakan pengalaman pelanggan yang memuaskan.

Penelitian ini memperkuat teori Expectation Disconfirmation yang menyatakan bahwa kepuasan terbentuk ketika kinerja layanan memenuhi atau melampaui ekspektasi pelanggan.

Implikasi Strategis untuk IM3

Hasil penelitian memberikan pesan jelas bagi manajemen IM3:

  1. Membangun citra merek modern dan terpercaya meningkatkan kepercayaan pelanggan.
  2. Peningkatan kualitas layanan—termasuk kecepatan jaringan, fleksibilitas paket, dan respons layanan pelanggan—menjadi faktor krusial.
  3. Strategi loyalitas harus berfokus pada pengalaman pelanggan yang konsisten dan memuaskan.

Strategi transformasi produk seperti paket Freedom Internet dinilai berkontribusi terhadap persepsi nilai dan kepuasan pengguna.

Kesimpulan

Brand image dan kualitas layanan terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan IM3, baik secara langsung maupun melalui kepuasan pelanggan sebagai mediator.

Kepuasan pelanggan menjadi elemen strategis yang menjembatani faktor pemasaran dengan loyalitas jangka panjang.

Di tengah pasar telekomunikasi yang semakin jenuh, diferensiasi tidak lagi hanya pada jaringan, tetapi pada persepsi merek dan kualitas pengalaman pelanggan.

Profil Penulis

  • Riska Mandasari-  Universitas Muhammadiyah Jakarta 
  • Agus Nurudin-  Universitas Muhammadiyah Jakarta 

Sumber Penelitian

Mandasari, R., & Nurudin, A. (2026). The Influence of IM3 Brand Image and Service Quality on Customer Loyalty through Customer Satisfaction Mediation in DKI Jakarta. International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 2, 109–122.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i2.266

URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels


Posting Komentar

0 Komentar